Pengalaman Persiapan Sidang Seminar Hasil Tesis – Sidang Tesis itu Bisa Dilalui!
Seminar hasil tesis pasti butuh persiapan. Setelah ambil data, analisis, dan ambil kesimpulan, waktunya menyampaikan temuan dan menjelaskannya ke penguji. Saya sendiri baru seminar hasil pada Juni 2026 ini, Alhamdulillah lulus dengan revisi (sudah selesai).
Jujur, dari pengalaman pemilik blog ini, rasanya tidak terlalu deg-degan dan cukup pede. Berikut beberapa persiapan sidang tesis yang pemilik blog ini lakukan. Semoga bisa jadi tips yang bermanfaat untuk pembaca!
1. Diskusi dengan Dosen Pembimbing
Bagian ini tidak boleh dilewatkan. Sebelum sidang, pemilik blog ini cukup banyak berdiskusi dengan dosen pembimbing, terutama pada bab 4 dan 5. Tesis pemilik blog ini menguji 3 hipotesis di mana ada 1 hipotesis ditolak. Pembahasan hipotesis yang ditolak ini cukup panjang dan menjadi novelty dari tesis.
Selain itu, diskusi ini menghasilkan revisi yang substansial seperti ada tambahan uji atrisi, melemahkan klaim agar tidak overclaim, dsb.
Intinya, jangan ragu atau malu untuk diskusi dengan dosen pembimbingmu, terutama sebelum sidang.
Kebetulan pemilik blog ini beruntung karena dosen pembimbingnya detail sekali, bahkan revisi beliau ada catatannya sampai 8-10 halaman.
2. Baca Ulang Tesis Sendiri
Coba baca ulang tesis sendiri, apakah ada yang tidak make sense atau penjelasannya kurang enak untuk dibaca. Dari tulisan, bisa dilihat seberapa baik seseorang berpikir dan mengungkapkan idenya.
Membaca ulang tesis sendiri juga bisa jadi bekal buat sidang karena kita menguji diri sendiri tentang seberapa paham kita terhadap penelitian yang kita lakukan.
Pemilik blog ini bahkan hafal semua referensi di tesis yang dibuat, misalnya kalau bahas paradigma, maka akan merujuk ke Neuman (2014) dan media digital akan merujuk ke Sundar (2008).
3. Recall Lagi Semua Hal yang Dilakukan dari Akuisisi, Analisis, hingga Interpretasi Data Penelitian
Coba ingat lagi apa yang sudah dilakukan dari akuisisi hingga interpretasi data penelitian. Apa saja kekurangan atau limitasinya karena tidak ada penelitian yang sempurna.
Beberapa kesalahan atau kekurangan bisa diakui sebagai limitasi dan menjadi saran bagi penelitian ke depannya.
Lebih baik lagi kalau ingat dari latar belakang 😀
4. Bermonolog atau Meminta Teman/Keluarga untuk jadi Audiens
Latihan presentasi sidang? Bisa dengan monolog atau minta bantuan teman atau keluarga untuk jadi audiens presentasi. Jangan lupa untuk set timer karena presentasi umumnya berlangsung 10-15 menit saja. Akan lebih banyak sesi tanya jawabnya (defense).
Jika memungkinkan, rekam juga video/audio saat presentasi agar bisa menemukan hal yang bisa diperbaiki, baik itu dari segi substansial (materi presentasi) atau teknis (nada bicara, kecepatan pengucapan, intonasi, dsb.).
5. Manfaatkan AI Generatif untuk Menganalisis Kelemahan dan Potensi Pertanyaan ketika Sidang Nanti
Level S2, tidak banyak orang atau teman yang bisa diajak diskusi karena keilmuan makin spesifik. Karena itu, AI generatif bisa jadi asisten untuk membantu, misalnya menganalisis kelemahan draft serta memberikan potensi pertanyaan ketika sidang.
Perlu diingat, AI generatif bisa berhalusinasi, karena itu jangan makan mentah-mentah output dari prompt-nya. Cari referensi di paper ilmiah dan rujukan yang kuat berdasarkan pertanyaan yang dikeluarkan oleh AI. Dari pengalaman pemilik blog juga, tidak semua kelemahan yang disebutkan AI itu fakta, ada juga yang merupakan konsekuensi dari metode.
Sidang Tesis Pasti Berlalu
Seminar hasil atau sidang tesis, suka tidak suka, mau tidak mau, pasti akan berlalu. Yang terpenting adalah menyiapkannya dengan baik. Karena itu, jangan lupa diskusi dengan dosen pembimbing, recall semua yang sudah dilakukan, baca ulang lagi draft tesisnya, persiapkan presentasi, hingga manfaatkan AI generatif untuk menganalisis kelemahan draft/presentasi, hingga memberikan potensi pertanyaan ketika sidang nanti.
Pemilik blog ini mendapatkan nilai/indeks A- setelah persiapan ini. Semoga blog post ini bisa membantu teman-teman yang sedang mau sidang tesis ya. Pede saja, pasti bisa dilalui 🙂
Setelah sidang selesai? Semangat untuk revisi dan melengkapi dokumen untuk yudisium 🙂