Content Writing

Takut Menulis? Ini Penyebab dan Solusinya!

Sebagai penulis pemula, bukan penulis profesional, atau bahkan sudah terbiasa menulis pun, terkadang mungkin muncul rasa takut untuk menulis. Penyebabnya ada beragam. Namun, yang terpenting adalah solusinya.

Fun fact: bahkan rasa takut menulis ada istilahnya loh, yaitu graphophobia.

Apa penyebab takut menulis ini? Bagaimana solusinya?

Penyebab Takut Menulis

a. Penolakan dari Editor atau Reviewer

Jika kamu mengirim tulisan ke media atau jurnal, pasti ada proses gatekeeping oleh gatekeeper seperti editor atau reviewer. Rasa takut bisa muncul jika kamu takut akan penolakan dari editor.

Penolakan itu adalah hal yang biasa. Untuk solusi masalah ini, kamu bisa baca di tautan ini.

b. Pernah Dihujat Netizen karena Tulisannya

Pernahkah kamu berkomentar atau bikin tulisan di media sosial lalu tidak sengaja viral lalu panen hujatan? Hal ini bisa jadi penyebab rasa takut untuk menulis. Pastinya takut untuk viral dan dihujat lagi.

c. Tidak Pede dengan Tulisan Sendiri

Penulis pemula biasanya tidak pede dengan tulisan sendiri, sehingga bikin rasa takut yang tidak perlu. Padahal tulis saja dulu.

d. Perfeksionis, jadi Takut bikin Salah

Karena sifat perfeksionis, akhirnya takut untuk menulis karena ketakutan akan membuat kesalahan. Padahal draft pertama itu wajar banget kalau banyak salahnya. Yang penting kan ada proses penyuntingan.

Solusi jika Takut Menulis Muncul

a. Pahami bahwa Tidak Ada Draft yang Sempurna

Namanya draft pertama, pasti tidak ada yang sempurna. Tulisan yang bagus itu hasil dari revisi terus-menerus.

b. Cari Waktu dan Tepat untuk Menulis

Temukan momen di mana kamu paling enjoy saat menulis, baik itu dari segi tempat atau pun waktunya.

c. Kalau Ada Modal, ke Psikolog

Jika rasa takut menulis ini sangat mengganggumu dan kamu punya modal, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog, apalagi jika profesimu adalah seputaran editorial seperti content writer.

d. Berjejaring dengan Sesama Penulis

Kamu tidak sendiri kok, banyak penulis di dunia ini. Cobalah untuk berjejaring dan menceritakan rasa takutmu kepada mereka, lalu temukan solusinya bersama-sama.

Bahaya Rasa Takut Menulis bagi Profesional (Content Writer)

Rasa takut menulis ini sebenarnya tidak ada masalah jika menulis hanya untuk senang-senang saja, tapi akan jadi berbahaya untuk profesional seperti content writer karena mereka digaji untuk menulis.

Klien pasti tidak akan mau tahu soal alasan seperti takut menulis. Bahayanya jika rasa takut ini berlebihan, maka akan berdampak kepada kualitas tulisan yang efek dominonya sampai ke tercorengnya reputasi penulis. Jadi, kelola rasa takut dengan baik ya!

Rasa Takut itu Wajar, tapi harus Dikelola dengan Baik

Rasa takut itu wajar sekali ketika menulis. Tidak hanya pemula, bahkan profesional atau yang sudah terbiasa menulis saja kadang bisa merasa takut.

Yang penting kelolalah rasa takut ini dengan baik. Banyak-banyak tarik nafas dan manage emosimu dengan baik untuk memberikan tulisan terbaik 🙂

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Share
Published by
Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Recent Posts

Salah Kaprah Penerapan E-E-A-T, Tidak Sesimple Ataupun Serumit Itu!

November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…

8 hours ago

CPL (Cost per Leads) – Biaya untuk Mendapatkan 1 Prospek

Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…

6 days ago

CAC (Customer Acquisition Cost) – Biaya yang Diperlukan untuk Mendapat 1 Pelanggan

Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…

6 days ago

7 Perbedaan SEO dan GEO – Tidak hanya Beda di S dan G

Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…

1 week ago

Studi Kasus GEO Indonesia dengan Local Query – Studi pada Prompt “Rekomendasi Nasi Goreng Terdekat” pada Gemini

Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…

2 weeks ago

Studi Kasus GEO Indonesia – Studi pada Prompt “Rekomendasi Blog untuk Belajar SEO yang Memakai Bahasa Indonesia

Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…

2 weeks ago