Content Writing

16 Perbedaan Blog dan Artikel – Media Tulisan yang Berbeda!

Selain perbedaan blog dan website, ternyata ada juga loh perbedaan blog dan artikel. Meski sama-sama merupakan media tulisan, terdapat beberapa perbedaan di antara dua media tersebut.

Apa saja perbedaan blog dan artikel!

1. Online dan Offline

Blog dipublikasikan secara online. Namun, artikel bisa dipublikasikan secara online atau pun offline, misalnya di koran atau majalah.

2. Tujuan

Tujuan dari blog ada berbagai macam. Bisa saja untuk kepuasan diri sendiri karena menceritakan pengalaman tanpa ada tujuan khusus atau curhat.

Namun, artikel punya tujuan khusus, misalnya mengedukasi target pembacanya.

3. Frekuensi Update

Blog memiliki frekuensi update yang sangat sering. Sementara itu, artikel jarang di-update.

4. Penyusunan

Blog disusun terbalik secara kronologis, yaitu yang paling baru, berada di paling depan. Sementara itu, artikel disusun berdasarkan kategori mereka.

5. Monetisasi

Monetisasi blog ada banyak seperti Adsense, guest post, dll. Sementara itu, monetisasi artikel bisa dari honor jika artikel dimuat di media massa atau platform yang menerima artikel.

6. Struktur

Struktur blog banyak melibatkan HTML tag seperti heading tag atau meta tag lainnya. Artikel belum tentu butuh HTML tag sebagai strukturnya jika dibuat secara offline. Bisa saja cukup dengan sub topik atau sub judul saja.

7. Audiens/Pembaca

Audiens atau pembaca dari artikel biasanya lebih tersegmentasi dan blog punya audiens atau pembaca lebih umum.

Namun, blog dengan topical authority yang jelas seperti DailySEO ID atau blog ini, jelas punya audiens atau pembaca yang lebih tersegmentasi daripada blog gado-gado.

8. Proses Editorial

Artikel punya tim editorial, sehingga proses editorialnya mencakup penyuntingan dan kurasi sebelum dipublikasikan.

Blog belum tentu ada proses editorial, terutama jika pengurusnya sendirian saja. Misalnya, blog ini sendiri (farisyudza.com).

9. Elemen Visual

Blog bisa punya elemen visual yang lebih banyak seperti gambar dan video. Sementara itu, artikel lebih banyak di teks meski masih bisa ada gambar. Namun, masih lebih berat esai kalau urusan text-based.

10. SEO

Blog perlu SEO agar makin banyak pembacanya. Sementara itu, artikel tidak butuh SEO jika dipublikasikan secara offline.

11. Panjang Kata

Umumnya, panjang kata artikel lebih besar daripada blog.

Artikel bisa 2000+ kata, sementara blog bisa saja cuma 300 kata.

12. Gaya Penulisan

Gaya penulisan artikel lebih formal daripada blog.

Namun, blog perusahaan biasanya bisa juga punya tone formal, terutama jika bisnisnya b2b atau target audiensnya seperti pengusaha/pemangku jabatan.

13. Tingkat Kesulitan Pembuatan

Pembuatan artikel secara penulisan lebih berat daripada blog. Namun, jika berbicara teknologi, jelas ilmu dalam membuat blog lebih berat. Minimal harus paham HTML.

14. Referensi

Artikel wajib menyertakan referensi, sementara itu blog tidak wajib.

Namun, demi Google E-E-A-T, ada baiknya blog juga menyertakan referensi kredibel.

15. Skill yang Dibutuhkan untuk Membuatnya

Blog butuh sedikit pengetahuan akan HTML, utamanya jika kamu ingin menambahkan sesuatu seperti Embed. Sementara itu, artikel murni bergantung pada kemampuan menulis.

16. Yang Membuat

Orang yang membuat blog disebut blogger. Namun, pembuat artikel belum tentu blogger. Bisa saja seorang content writer, atau bahkan dari kalangan umum alias bukan profesional.

Kamu lebih Suka Membuat Blog atau Artikel?

Kalau kamu, lebih senang membuat blog atau artikel? Penulis sendiri lebih senang membuat blog post karena di era sekarang, internet adalah kebutuhan dan banyak orang yang mencari konten lewat mesin pencari.

Penulis juga dulu suka membuat artikel offline, tapi ternyata lebih menyenangkan untuk membuat blog.

Baik itu blogger atau pun penulis artikel, semangat menulis!

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si., M.I.Kom (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Membalas Google Review dengan Template Pesan? Apakah Boleh?

Membalas Google review adalah cara optimasi local SEO yang mudah, tetapi repetitif. Meski demikian, hal…

5 hours ago

Uncertainty Reduction Theory – Mengelola Ketidakpastian Saat Berinteraksi

Ketika masuk kelas baru habis naik kelas atau naik tingkat, serta berbaur dengan mahasiswa jurusan…

13 hours ago

Penjelasan tentang Domain Authority: Apa Artinya dan Bagaimana Cara Meningkatkannya

Jika Anda sudah berkecimpung dalam dunia SEO, Anda mungkin pernah mendengar istilah "domain authority." Banyak…

17 hours ago

Warna Cat Rumah Putih Kombinasi Coklat untuk Hunian yang Hangat dan Elegan

Memilih warna untuk hunian kadang terlihat sederhana, namun hasil akhirnya bisa sangat berbeda dari yang…

2 days ago

(Media) Uses and Gratification Theory – Apa yang Dilakukan Manusia Terhadap Media?

Memahami bagaimana audiens berinteraksi dengan media merupakan langkah awal yang krusial dalam menyusun strategi konten.…

1 week ago

Perbedaan Kata Benda dan Kata Sifat: Definisi, Ciri, dan Contohnya

Dalam tata bahasa Indonesia, setiap kata memiliki peran tertentu untuk menyampaikan pesan secara jelas dan…

1 week ago