Meski hanya beda 1 huruf saja (b dan v di awal), terdapat perbedaan besar loh antara blogger dan vlogger. Memangnya apa saja perbedaan blogger dan vlogger?
Mana yang merupakan profesi yang lebih baik?
Skill yang harus dikuasai oleh blogger dan vlogger cukup berbeda.
Blogger harus menguasai hal yang bersifat editorial seperti menulis dan penyuntingan, lalu bahasa pemrograman. Sementara itu, vlogger harus bisa script writing dan bagaimana cara mendapatkan angle video yang bagus serta video editing.
Kalau dilihat sekilas, mirip dengan skill content writer dengan content creator di tautan ini.
Blogger memerlukan tools menulis, optimasi SEO, dan sedikit desain grafis. Sementara itu, vlogger perlu alat/media yang heavy untuk memproduksi video misalnya kamera dengan kualitas terbaik serta aplikasi untuk mengedit video seperti VEED dan Capcut.
Blogger punya peluang monetisasi lebih besar daripada vlogger karena adanya affiliate link, bahkan menjual blog. Namun, vlogger punya potensi penghasilan lebih besar jika videonya rutin viral.
Vlogger kurang cocok untuk orang yang tidak pede untuk tampil di depan kamera (cocok untuk orang yang suka jadi pusat perhatian). Sementara itu, blogger cocok untuk orang yang senang mengungkapkan isi pikirannya, namun tidak ingin menampilkan wajahnya.
Blogger memproduksi artikel/tulisan, sementara itu vlogger memproduksi video. Dari waktu pembuatan konten, vlogger memerlukan waktu yang lebih lama daripada blogger.
Video editing memerlukan waktu yang lebih lama dibanding penyuntingan artikel. Jadi, wajar saja.
Vlogger punya peluang kecepatan bertumbuh yang lebih besar daripada blogger, apalagi jika vlogger tersebut rajin upload di berbagai platform seperti TikTok, Twitter, Facebook, YouTube, dll. Apalagi jika vlognya viral. Sementara itu, blogger punya kecepatan bertumbuh yang lebih lama karean persaingan di SEO cukup ketat, apalagi di niche yang bersifat red ocean.
Blogger perlu ilmu yang mendalam soal SEO karena kanal tersebut (organic traffic) biasanya adalah menjadi penyumbang traffic terbesar dan sustainable. Sementara itu, vlogger tidak perlu terlalu melihat SEO. Cukup pelajari algoritma platform tempat upload video (YouTube atau media sosial lainnya).
Keduanya sama-sama punya potensi yang menjanjikan. Baik itu blogger atau pun vlogger, secara objektif tidak ada yang lebih baik. Justru, penilaian apakah kamu harus jadi blogger atau vlogger, kembali ke profil diri sendiri. Contohnya, jika kamu:
Maka menjadi blogger adalah pilihan yang lebih baik. Sementara itu, kamu lebih cocok jadi vlogger jika:
Dari artikel perbedaan blogger dan vlogger ini, diharapkan pembaca bisa menentukan apakah sebaiknya jadi blogger atau vlogger.
Keduanya sama-sama menjanjikan, namun kita perlu melihat persona, potensi bertumbuh dan penghasilannya karena keduanya sama-sama butuh konsitensi dalam melakukannya.
Ada juga loh perbedaan blogger dan jurnalis, selain vlogger. Kamu bisa baca lebih lanjut di tautan ini.
Jika kamu telah memutuskan untuk menjadi blogger, maka kamu harus segera membuat blog. Klik tautan ini jika kamu ingin membuat blog yang akan jadi sumber cuanmu!
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…