SEOTips Karir

Pengalaman Perjalanan Karir sebagai SEO Specialist – Murni dari Pengalaman Sendiri

Setiap karir seorang SEO specialist pasti ada awal, tengah, dan akhirnya. Sejauh yang saya lihat, kebanyakan praktisi SEO/SEO specialist memiliki background dari IT (biasanya lulusan comsci atau web developer) dan marketing (biasanya content writer). Kebetulan, pemilik blog ini start dari content writer baru mulai berkarir sebagai praktisi SEO.

Bagaimana perjalanan karir pemilik blog ini sebagai SEO specialist? Berikut ringkasannya:

Pengalaman Pengalaman Perjalanan Karir sebagai SEO Specialist Faris Yudza Ghifari

a. Tahu SEO dari Loker

Yang aku perhatikan, hampir semua loker editorial 3-4 tahun silam wajib ada kewajiban untuk paham SEO. Aku sendiri tidak mengerti apa itu SEO. Bahkan sejujurnya, aku dulu takut dengan SEO, bahkan malas mempelajarinya. Ada temanku seorang jurnalis bola juga mengatakan bahwa SEO itu susah dan dia gak ngerti sama sekali.

b. Mulai dari Freelance SEO Content Writing

Lewat projects.co.id, pemilik blog ini mendapatkan pekerjaan pertama di seputar SEO, yaitu SEO content writing. Yang pemilik blog ini kerjakan hanya mengerjakan artikel, sesuai dengan arahan lampu hijau Yoast. Selama lampu Yoast-nya hijau, klien pasti acc. Ternyata aku pernah senaif itu soal SEO.

Lampu hijau Yoast itu bukan jaminan akan perform hehe.

c. Dipercaya CEO Kantor untuk Memegang Kanal SEO

Aku memulai benar-benar jadi praktisi SEO karena disuruh CEO. Untungnya, dulu ada CTO yang ikut mengajariku. Bahkan, dapat full support dari tim tech dan tim produk untuk perbaikan teknisnya. Aku tidak menyangka seberuntungnya diriku waktu itu. Karena biasanya, justru orang SEO lain struggledengan web developer-nya.

Fast forward, selain website, aku juga mengurus local SEO dari klinik Sirka BSD. Murni mempraktekkan dari apa yang aku pelajari dari studi kasus dan teoritiknya, Alhamdulillah bisa meningkatkan review dan visibilitas dengan baik.

d. Mencoba Eksperimen, Termasuk Grey Hat dan Beli PBN

Sepertinya ini “dosa” banyak orang SEO. Aku dulu pernah mencoba keyword stuffing pada beberapa hal karena kompetitor melakukan hal yang sama. Termasuk beli PBN yang harganya gocap sampai cepe, tapi gak ada satu pun halamannya keindeks. Modal DA besar saja. Sekarang, aku mengganti pendekatan ini, lebih memilih untuk membeli dari blogger legit atau press release sekalian di media nasional.

e. Bertemu Paradigma Baru

Awal-awal terjun SEO, aku yakin bahwa ranking adalah segalanya, sampai ditanya oleh atasan. “Lalu, kontribusi leads atau pendapatan dari SEO gimana?”. Aku yang bangga karena ranking di banyak blog post jadi bermuhasabah. Memang, perlu ada namanya evaluasi lebih. Kalau mau leads, ya harus optimasi landing page/lead magnet. SEO itu bukan blog doang.

Setelah menemukan komunitas bernama DailySEO ID dengan Om Ilman Akbar dengan paradigmanya yang menarik, yaitu “SEO harus berdampak bagi bisnis, gak sekedar ranking. Aku cukup charmed dengan kata-katanya”. Akhirnya, aku pakai mindset itu hingga hari ini.

Dari awalnya ranking adalah segalanya, jadi berpikir bagaimana aktivitas SEO yang kulakukan bisa berdampak bagi bisnis, baik itu vanity seperti impresi atau pun actionable seperti marketing qualified leads.

f. Merealisasikan Ide untuk Bikin Lead Magnet dan Mengoptimasinya

Dua lead magnet yang ada di kantor lamaku adalah ideku. Aku juga membantu optimasi halamannya. Yang paling menyenangkan adalah ketika tahu bahwa lead magnet tersebut justru malah menjadi sumber leads yang bagus, bahkan sampai menghasilkan closing.

g. Bikin Blog Pribadi

Bereksperimen di situs kantor jelas berisiko dan tidak etis. Akhirnya aku memutuskan untuk bikin blog pribadi sebagai laboratorium sendiri. Awalnya aku menggunakan wordpress.com, cuma karena ternyata zonk, aku memutuskan untuk migrasi dan beli hosting sendiri saja.

Dua tahun sudah berjalan. Alhamdulillah modal hosting saja, monetisasi blog lancar, dengan revenue sudah didapatkan lewat content placement dan jasa SEO audit, serta menjadi trainer SEO. Balik modal? Lebih dong!

h. Berani Berkoneksi dan Sharing dengan Praktisi SEO Lainnya

Rezeki itu ada di orang lain, manusia adalah makhluk sosial, tanpa terkecuali praktisi SEO. Aku akhirnya berani untuk sharing, terutama di WA grup komunitas SEO dan LinkedIn. Dari sana, banyak rezeki yang aku dapatkan. Bukan sekedar uang atau pun link building, tetapi teman main bola, rekan sesama blogger, dan teman seperjuangan kursus.

Berkoneksi ini juga lewat acara-acara seperti Google Search Central Live dan SEOCon, serta acara-acara SEO lainnya.

i. Ikut Course SEO

Untuk menguji diriku yang belajar murni otodidak ini, aku mengikuti SEO Fundamental Course DailySEO ID dan Alhamdulillah dapat nilai sempurna. Aku juga mengikuti SEO Intermediate Course DailySEO ID untuk mempelajari cara berkomunikasi dengan departemen lain, bahkan selevel direksi.

j. Menjadi Individal Contributor

Mungkin ini kesempatan emas, aku pernah dipercaya menjadi individual contributor, sehingga bisa banyak berdiskusi dengan CEO langsung. Level direksi pasti lebih kritis dan tidak semudah itu untuk “dibujuk” atau menjual idenya tidak akan semulus itu. Di sana aku makin yakin bahwa paradigma SEO harus berdampak bagi bisnis itu memang nyata. Mereka mengeluarkan modal, pasti harus ada return-nya. Usaha itu bukan lembaga amal, tapi orientasi profit.

k. Menjual Jasa Sendiri dan Dapat Klien

Pemilik blog ini akhirnya mulai berani menjual jasanya sendiri. Alhamdulillah, ada beberapa klien yang gol untuk SEO audit, bahkan ada yang gol jadi trainer SEO. Bahkan, ada beberapa rekruter atau orang-orang di LinkedIn yang menghubungiku seperti meminta jasa local SEO. Untuk list lengkap jasaku ada di tautan ini.

l. Bekerja di Klinik Lagi dan Diminta untuk Memegang Kanal Digital Marketing Lain

Alhamdulillah aku dipercaya lagi untuk mengurus SEO situs klinik, yaitu website dari PrimeCare Clinic. Selain SEO, aku juga diminta untuk handle ads mereka. Sebenarnya aku dari dulu memang ingin mempelajari kanal ads, tapi belum kesampaian. Semoga tempat kerja baru ini bisa membuatku berkembang lebih jauh.

Artikel ini akan aku update di masa depan karena perjalanan karir pasti bersifat kontinu.

Perubahan Pola Pikir selama Berkarir di SEO

Awalnya aku berpikir bahwa SEO adalah bagaimana caranya ranking setinggi mungkin, tidak peduli apa pun caranya. Mungkin awalnya aku adalah praktisi SEO yang:

  1. Ranking is everything
  2. Yoast itu wajib lampu hijau
  3. Pusing ketika menempatkan kata kunci, seperti wajib di kiri title tag
  4. Menganggap bahwa technical SEO itu memusingkan
  5. Core update itu merepotkan
  6. Menarget kata kunci tertentu saja tanpa tahu search intent-nya
  7. Tidak pede jualan jasa SEO
  8. Pusing setiap ranking dari keyword turun

Sekarang, aku:

  1. SEO itu harus berdampak bagi bisnis. Tidak harus penjualan, bisa dalam bentuk vanity atau pun actionable
  2. Menarget search intent dan kueri penelusuran
  3. Serius memperhatikan technical
  4. Bisa pitching ke klien, dengan proyeksi yang jelas dan masuk akal
  5. Mulai pede jualan jasa SEO
  6. Yoast dan tools lainnya itu hanya sebatas asisten saja. Bukan penentu keputusan
  7. Mulai belajar soal AI search/LLM
  8. Ranking tetap penting, tetapi lebih penting bagaimana kontribusi SEO terhadap bisnis yang lebih jelas seperti kunjungan hingga konversi

Bagaimana Perjalanan Karirmu?

Yah, beginilah perjalanan karir SEO dari seorang Faris Yudza Ghifari. Pemilik blog ini memang berawal dari content writer dan in house, bukan agensi. Meski, dulu pernah bekerja secara freelance di agensi. Hanya saja, aku lebih prefer kerja secara in house hehe. Yang paling aku tidak sangka, ilmu yang dulu aku malas pelajari dan bahkan tidak suka, malah justru sekarang jadi sumber terbesarku untuk menafkahi keluarga.

Karena berawal dari content writer, aku cukup struggle dalam technical. Namun, harus belajar kalau mau survive di industri ini, apalagi aku start dari belakang karena bukan berasal dari background IT atau pun S1 komunikasi.

Yang paling berkesan dari perjalanan karir SEO-ku adalah bisa meningkatkan visibilitas money page dan lead magnet, serta local SEO, sehingga return on investment dari budget SEO yang diberikan bisa sangat besar.

Setiap orang pasti perjalanan karirnya beda-beda. Kalau kamu, bagaimana perjalanan karir SEO-nya? Apakah masih lanjut? Atau mau banting stir ke karir lain?

Good luck!

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *