ChatGPT serta AI generatif lainnya telah menjadi bagian dari hidup manusia, suka tidak suka. Profesi kreatif termasuk yang rutin menggunakannya. Nah, pertanyaannya, apakah pekerjaan penulis atau content writer boleh memakai ChatGPT serta AI generatif lainnya untuk pekerjaannya?
Oke, ini jawaban jujurnya!
Jawaban jujurnya, ChatGPT masih boleh digunakan oleh content writer. Hanya saja, tujuan penggunaan ini adalah bukan untuk menulis. Ingat bahwa employer membayar content writer untuk mendapatkan output berupa tulisan manual 100% buatan manusia. Bukan tulisan full AI.
Membuat artikel dengan ChatGPT oleh content writer menurut pemilik blog ini adalah bentuk fraud oleh content writer, selain plagiarisme copy paste penuh dari sumber lain.
Karena fraud, akhirnya reputasi dari content writer hancur. Tidak ada yang percaya lagi jika ia menulis secara manual, meski sebenarnya tulisannya tidak menggunakan AI generatif apa pun.
Content writer bisa memanfaatkan ChatGPT sebagai asisten editor. Contohnya, ChatGPT bisa menemukan typo serta saran untuk membantu tulisanmu agar lebih baik.
Lagi pusing cari ide baru? ChatGPT bisa membantu.
Content writer memang masih boleh menggunakan ChatGPT atau AI generatif lain, tetapi tidak boleh digunakan untuk murni membuat draft artikel.
Kejujuran dan integritas itu mahal di profesi apa pun. Jadi, jangan pernah menggadaikannya ya 🙂
Membalas Google review adalah cara optimasi local SEO yang mudah, tetapi repetitif. Meski demikian, hal…
Ketika masuk kelas baru habis naik kelas atau naik tingkat, serta berbaur dengan mahasiswa jurusan…
Jika Anda sudah berkecimpung dalam dunia SEO, Anda mungkin pernah mendengar istilah "domain authority." Banyak…
Memilih warna untuk hunian kadang terlihat sederhana, namun hasil akhirnya bisa sangat berbeda dari yang…
Memahami bagaimana audiens berinteraksi dengan media merupakan langkah awal yang krusial dalam menyusun strategi konten.…
Dalam tata bahasa Indonesia, setiap kata memiliki peran tertentu untuk menyampaikan pesan secara jelas dan…