Mungkin di kalangan penulis, baik itu fiksi atau pun non fiksi, ada yang pernah sengaja berhenti menulis untuk sementara waktu. Alasannya ada berbagai macam.
Pemilik situs ini juga berhenti untuk menulis sementara waktu pada sekitar akhir April sampai awal Mei 2024 karena kepanitiaan IA-ITB Cup 2024 sangat menyita waktu. Belum lagi pekerjaan kantor dan harus punya waktu dengan keluarga. Jadinya, ya mau tidak mau jadi berhenti menulis dulu.
Setelah kurang padat, akhirnya bisa ada waktu lagi untuk menulis. Jadilah ide konten ini, dan berikut apa yang penulis dapatkan.
Dari vakumnya menulis beberapa waktu silam, penulis menemukan beberapa penyebab berhentinya seseorang untuk menulis, yaitu:
Yak, ini tentu jadi penyebab utamanya, terutama bagi yang pekerjaan utamanya bukanlah seorang penulis.
Banyaknya kesibukan di luar menulis mengakibatkan tidak sempat untuk menulis, apalagi kalau kegiatannya sangat menyita waktu.
Meski ada yang melampiaskan stres dengan menulis. Ada juga tipe orang yang justru idenya tidak keluar kalau sedang stres/burnout. Daripada menulis, orang tersebut memilih untuk tidur. Contohnya adalah saya sendiri.
Kehilangan motivasi atau jenuh ini juga jadi penyebab seorang penulis berhenti menulis untuk sementara waktu. Bahkan bisa jadi stop berkarya secara permanen.
Motivasi harus dijaga benar-benar. Contoh caranya adalah mengeset target yang sesuai dengan SMART goals.
Writer’s block adalah kondisi di mana seorang penulis kehabisan atau tidak ada ide sama sekali, sehingga mereka jadi tidak bisa menulis.
Penjelasan lengkap writer’s block ada di tautan ini.
Khusus blogger, berhentinya mereka menulis, bisa jadi karena tidak ada uang atau tidak tertarik lagi untuk memperpanjang hosting mereka.
Untuk media lain, bisa jadi ada penyebabnya seperti situsnya di-ban pemerintah, tidak lagi menerima penulis tamu, atau penyebab lainnya.
Tidak bisa dipungkiri, saat istirahat, dunia tetap bergerak.
Saat penulis berhenti menulis untuk sementara waktu, ada rasa cemas juga karena merasa tertinggal. Apalagi lihat teman-teman kreator yang rajin menulis seperti andilearn.com atau bahkan perusahaan yang punya modal untuk merekrut content writer.
Namun, tidak ada gunanya juga cemas. Jadi, berusaha menerima saja.
Karena merasa tertinggal dan tidak melampiaskan stres dengan menulis, akhirnya level stres penulis sedikit naik, untungnya tekanan darah tidak ikutan naik.
Untuk yang biasa journaling untuk melepas stres, berhenti menulis pasti akan berasa untuk psikologis tubuh.
Eits, tidak hanya sisi negatif saja kok.
Berhenti menulis untuk sementara waktu membuat penulis punya banyak waktu untuk hal lain seperti me-manage orang karena sedang jadi kepala medkom IA-ITB Cup 2024 dan mengusahakan waktu secara maksimal untuk keluarga dan kantor.
Waktu terbaik untuk berhenti menulis untuk sementara waktu adalah ketika kamu sedang burnout atau writer’s block. Namun, jika kamu adalah seorang profesional dengan tuntutan, cobalah untuk power nap terlebih dahulu sebelum menulis. Beri jeda antara menulis satu artikel dengan artikel lainnya serta terapkan free writing.
Tentu saja tidak. Jangan pernah berhenti menulis karena dengan menulislah kita bisa meninggalkan sejarah serta ada banyak manfaat menulisnya yang sangat disayangkan jika tidak kita rasakan.
Jika sedang tidak ingin menulis, stop saja untuk sementara waktu. Bukan permanen!
Cara menulis secara konsisten adalah:
Selengkapnya ada di tautan ini.
Berhenti menulis untuk sementara waktu itu tidak apa-apa/bukanlah masalah. Namun, jangan sampai kita berhenti menulis secara permanen.
Saat sedang berhenti menulis, lakukanlah hal lain selain menulis. Cobalah cari kegiatan lain seperti berolahraga, trip dengan keluarga, atau kegiatan lainnya yang tidak membuatmu jenuh.
Semangat untuk semua penulis di dunia ini!
Happy writing!
November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…
Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…
Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…
Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…
Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…
Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…