Sebagai pemilik situs, kita tentu berharap pengunjung situs kita adalah manusia, terutama yang ingin membeli atau tertarik dengan produk atau jasa yang dijual di situs. Sayangnya, ada juga pengunjung yang bukan manusia, yaitu bot traffic.
Wah, traffic dari robot? Atau bagaimana? Apakah berbahaya?
Bot traffic adalah kunjungan pada website yang berasal dari bot atau dengan kata lain bukan manusia.
Tidak semua bot itu jahat. Ada juga bot baik, yaitu bot dari mesin pencari seperti Googlebot. Selain itu, ada juga contoh bot baik lain seperti dari tools SEO yang tujuannya adalah untuk mengaudit situs.
Bot jahat ini cukup banyak. Contohnya adalah:
1. Scrapers (tukang colong konten). Bot dari AI search bisa jadi scraper jika kamu tidak memberikan consent kepada mereka (kontenmu di-crawl oleh AI)
2. Spam, misalnya komentar palsu atau jingling
3. DDoS (gak usah ditanya, ini bikin server penuh, jadi pengunjung lain gak bisa masuk)
Ciri-cirinya bisa dilihat dari analytics website. Contohnya:
Jadi, waspada jika menemukan empat ciri-ciri ini.
Berikut ini beberapa bahaya bot traffic, terutama dari bot jahat:
Bot traffic bisa mengganggu performa situs seperti mengonsumsi bandwidth dari server. Akhirnya kecepatan situs melambat, bahkan situs mengalami crash ketika loading. User experience yang buruk.
Salah satu pelanggaran pada Google Adsense adalah memakai bot traffic. Biasanya ada yang iseng seperti ini, jadi hati-hati karena konsekuensinya adalah penutupan akun Google Adsense.
Dulu pemilik blog ini pernah kena jingling atau kunjungan bot traffic. Setelah itu, langkah preventif dilakukan.
Memakai bot traffic adalah teknik black hat SEO yang berpotensi penalti dari Google.
Pencegahan bisa dilakukan dengan robots.txt. Namun, bot jahat belum tentu menuruti robots.txt. Alternatifnya, kamu bisa memakai alat seperti CAPTCHA atau memakai WAF (firewall).
Khusus blogger, posting di grup yang tepat dapat mencegah kunjungan dari bot. Biasanya di grup blogger ada yang suka iseng melakukan jingling.
Bot traffic yang baik harus kita welcome, seperti dari tools SEO atau crawler mesin pencari atau AI jika kamu menerima bahwa kontenmu dijadikan referensi oleh AI.
Hati-hati dengan bot jahat. Lakukan tindakan preventif yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pengelolaan bot traffic akan membantu performa situs.
Semangat blogging!
Referensi:
https://www.semrush.com/blog/bot-traffic/
https://www.cloudflare.com/learning/bots/what-is-bot-traffic/
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…