Salah satu strategi dalam content marketing adalah branded content atau sponsored post di blog orang lain (guest posting). Namun, branded content ini bukan sekedar guest posting biasa loh. Ada perbedaannya! Selain di blog, konten jenis ini juga biasanya sering di-post pada media sosial.
Branded content adalah salah satu strategi utnuk meningkatkan brand awareness. Berikut apa yang perlu kamu ketahui soal ini!
Branded content adalah konten yang memuat value dari suatu brand yang dibuat sebagai bentuk kerja sama dengan pengiklan atau publisher.
Berbeda dengan konten biasa, branded content punya karakteristik berupa:
Dikutip dari Indeed, perbedaan branded content dan iklan terletak pada tujuan.
Iklan bertujuan untuk persuasi kepada orang yang melihat iklannya untuk melakukan pembelian produk/jasa yang diiklankan. Biasanya dalam iklan online juga terdapat tautan untuk membantu user pergi ke produk/jasa yang diiklankan.
Sementara itu, fokus tujuan dari branded content adalah menyampaikan value dari brand, sehingga brand awareness bisa naik. Jadi, tidak langsung mengarah ke konversi/pembelian.
Branded content bisa ditempatkan di dunia nyata atau pun digital.
Contoh tempat untuk branded content adalah:
Branded content bukanlah iklan seperti pop-ads.
Branded content penting untuk memberi tahu value dari brand-mu kepada calon customer. Bahkan bisa dibilang, konten jenis ini adalah investasi jangka panjang.
Turunan dari penjelasan di atas, manfaat dari branded content adalah:
Apa bentuk dari konten yang ingin kamu buat? Apakah gambar, carousel, video, podcast, atau bentuk lainnya? Hal ini akan memengaruhi bagian selanjutnya, karena itu, tentukanlah hal ini terlebih dahulu sebelum lompat ke hal lain.
Setelah jelas apa bentuk kontennya, kita harus menyiapkan pesan atau value yang ingin disampaikan pada branded content. Bentuk juga memengaruhi loh. Walau inti pesannya sama, cara penyampaian dari kontennya akan memengaruhi persepsi audiens terhadap brand-mu
Penyampaian pesan pada branded content sebaiknya menggunakan storytelling dengan membawa audiensmu sebagai tokoh utama atau protagonis.
Selain tokoh utama, perlu juga hook yang menarik, terdapat konflik dan resolusi, serta penutup yang membuat orang mendapatkan suatu pesan, yaitu pesan dari brand-mu.
Karena biasanya branded content adalah bentuk kolaborasi, maka carilah orang yang bisa diajak untuk berkolaborasi. Namun, bukan sekedar bisa diajak ya. Lihat juga beberapa parameter seperti:
Terdapat don’t dalam branded content, antara lain:
Untuk mengukur performa branded content, ada cukup banyak metrik, tergantung dari media yang digunakan. Contohnya:
Branded content adalah salah satu usaha dalam marketing untuk menyampaikan pesan berupa value dari brand.
Pakailah strategi ini agar orang-orang lebih mengenal brand-mu, tidak hanya langsung berharap datangnya revenue.
Blog ini juga menerima branded content loh! Hubungi faris.yudza@gmail.com untuk info lebih lanjut 🙂
Referensi:
https://www.semrush.com/blog/branded-content/#how-to-create-engaging-branded-content
https://www.indeed.com/career-advice/career-development/branded-content
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…