SEO

Content Pruning – Menghapus Konten demi Kebaikan SEO?

Pernahkah kamu kepikiran untuk menghapus konten blog post atau landing page? Seperti karena kontennya tidak perform atau sudah tidak relevan, misalnya laman reservasi dokter, tetapi dokternya sudah pindah ke rumah sakit lain? Wajar saja jika kamu berpikir untuk menghapus konten tersebut. Penghapusan konten ini dinamakan content pruning.

Apakah content pruning ini wajib? Kapan waktu yang tepat? Bagaimana cara melakukannya?

Apa itu Content Pruning?

Content pruning adalah sebuah tindakan berupa menghapus konten yang tidak relevan atau sudah usang dengan tujuan untuk memperbaiki performa situs, terutama SEO.

Umumnya, content pruning dilakukan pada situs berukuran besar (punya banyak sekali halaman).

Kapan Momen yang Tepat untuk Melakukan Content Pruning?

Berikut ini adalah beberapa momen yang pas untuk tindakan content pruning:

  1. Halaman yang tidak ranking dengan baik, visibilitas rendah, dan minim kunjungan
  2. Banyak view, tapi engagement jelek
  3. Keluar jalur dari otoritas topik/niche
  4. Kontennya sudah usang, tidak relevan lagi, misalnya UU lama yang diamandemen atau laman profil karyawan yang sudah resign
  5. Terlihat ada kanibalisasi di SERP
  6. Konten duplikat yang dapat mengganggu performa

Apakah Content Pruning Itu Wajib?

Content pruning itu tidak wajib. Namun, akan sangat disarankan untuk situs dengan ukuran yang besar agar melakukan content pruning jika mengalami enam hal yang dijelaskan pada sesi momen yang tepat untuk melakukan content pruning.

Situs kecil tidak perlu melakukan content pruning, kecuali mendapatkan kondisi seperti konten yang usang.

Pertimbangan sebelum Melakukan Content Pruning

Berikut adalah pertimbangan yang perlu didiskusikan sebelum content pruning:

  1. Jumlah konten yang dihapus
  2. Kesiapan dan kapasitas web developer untuk melakukan redirect
  3. Prediksi dampaknya terhadap SEO seperti otoritas topik
  4. Jumlah backlink dan internal link yang mengarah ke kontennya karena ada potensi broken link
  5. Relevansi halaman

Jika pertimbangan ini sudah didiskusikan seperti risiko dan kesiapan tim untuk menanggulanginya, maka content pruning bisa dilakukan.

Manfaat Content Pruning yang Tepat

Jika content pruning yang tepat dilakukan, maka bisa memiliki banyak manfaat seperti:

1. Konten yang lebih fresh

2. Otoritas topik situs lebih kuat

3. Crawl budget lebih efisien

4. Organic traffic lebih banyak dalam jangka panjang

Bagaimana Cara Melakukan Content Pruning dengan Tepat?

Berikut ini adalah cara melakukan content pruning:

1. Tentukan konten mana yang mau dihapus dan pastikan pertimbangan dan mengapa kontennya harus dihapus telah dijustifikasi dan dianalisa secara mendalam

2. Petakan arah redirect dari konten yang akan dihapus dan lakukan redirect 301 (permanen)

3. Hapus kontennya

4. Perbaiki internal link dan backlink yang mengarah ke konten yang dihapus

5. Pantau performa SEO setelah content pruning, terutama dalam 1-6 bulan selanjutnya

Pikirkan secara Matang sebelum Melakukan Content Pruning

Menghapus konten sebenarnya ada rasa bersalahnya, apalagi jika kita sudah mengeluarkan uang untuk membuat konten tersebut. Namun, terkadang pengorbanan harus dilakukan agar performa bisa lebih baik.

Mau melakukan content pruning? Jangan lupa untuk dipikirkan baik-baik ya.

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Sewa Sepatu Gunung Merbabu: Solusi Aman & Hemat untuk Pendakian Anda di Merbabu!

Mendaki Gunung Merbabu melalui jalur mana pun menawarkan pengalaman yang memorable. Namun, medan tanah yang…

4 hours ago

Kelebihan SEO – Yakin Bisnis Tidak Mau Pakai?

SEO adalah kanal yang bermanfaat untuk jangka panjang, terutama jika bisnismu butuh kanal digital marketing…

2 days ago

Sleeping Bag sebelum Mendaki Gunung Ungaran – Pentingnya Kualitas, Sewa vs Beli, dan Pertimbangannya

Gunung Ungaran yang terletak di Semarang menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Jawa Tengah,…

6 days ago

Blogging di Era AI Overview dan LLM – Masihkah Relevan dan Apa Tipsnya?

Pemilik blog ini yakin, frustasi akan traffic yang tergerus karena hadirnya AI overview dan LLM…

1 week ago

Traffic Website Tinggi/Besar, tetapi Leads Sedikit? Ini Potensi Penyebab dan Hal yang harus Dilakukan!

Salah satu KPI atau target dari SEO adalah traffic website atau pengunjung, terutama dari organic…

2 weeks ago

Berapa Jumlah Maksimal Website yang Ditangani Praktisi SEO? Berikut Insight dari Praktisi!

SEO umumnya tidak hanya menangani satu website saja, terutama praktisi yang bekerja di agensi, sebagai…

2 weeks ago