Ketika sedang membuka header tag di content management system atau aplikasi pengolah kata, terdapat H1 tag sampai dengan H6. Biasanya, H1 digunakan sebagai judul, namun bisa juga suatu laman tidak memakai H1 sama sekali karena title tag biasanya akan sekalian menjadi H1.
Bagaimana best practice dari H1 tag ini?
H1 tag adalah HTML yang merupakan hierarki teratas dalam header tag, sehingga header tag yang satu ini biasanya dipakai sebagai judul.
H1 tag adalah salah satu dari ranking factor dan telah dikonfirmasi oleh John Mueller selaku Google Search Advocate. Namun, ia menyarankan bahwa tetap fokus untuk membangun struktur artikel/konten agar Google bisa memahami konteks dan bahasan dari konten/artikelnya.
Title tag muncul di SERP, sementara it, H1 tag muncul di artikel/laman situs.
Title tag hanya bisa ada 1 saja, sementara itu H1 tag bisa ada banyak. Namun, disarankan hanya memakai satu H1 tag saja per artikel/kontennya.
Google menggunakan H1 tag sebagai sinyal dan memahami suatu konten.
Jadi, agar Google bisa lebih mudah dalam memahami situsmu, jangan lupa untuk memakai H1 tag.
Karena H1 tag berperan sebagai judul pada situs, HTML tag tersebut harus memberikan gambaran dari keseluruhan kontennya.
Bisa dibilang, H1 tag adalah first impression bagi pembaca, bersama dengan pembuka dari artikel.
Header tag dimaksudkan untuk meningkatkan user experience, tidak hanya agar struktur dari artikel terlihat rapih. Karena itu, H1 tag juga berfungsi untuk meningkatkan user experience, terutama terhadap pembaca yang suka membaca dengan cara skimming.
Sebenarnya tidak masalah kalau menggunakan lebih dari H1 tag per lamannya, tetapi demi user experience dan struktur yang lebih baik. Alangkah baiknya kita cukup memakai satu H1 tag saja per lamannya.
Biasanya, secara default, title tag akan menjadi H1 tag juga. Kita bisa mengeceknya dengan inspect element.
Kalau H1 tag tidak default bersamaan dengan title tag, maka baru kita perlu memakai H1 tag.
Meski terlihat old school, kita bisa memasukkan keyword yang kita target ke H1 tag untuk memudahkan mesin pencari.
Terakhir, H1 tag sangat membantu mesin pencari dan merupakan ranking factor. Jadi, jangan sampai ada laman yang tidak mengandung H1 tag.
Pada CMS WordPress atau CMS lain, biasanya ada kotak khusus berisi header tag yang terletak di bawah “add media”
Kalau tidak ingin menekan kotak berisi header tag, kamu bisa mengklik shift+alt+1 secara bersamaan untuk membuat H1 tag.
Pada Microsoft Office 2019, header tag terletak di paling kanan bar.
Kamu tinggal memencet H1 tag tersebut saja.
Baik itu untuk memudahkan pekerjaan mesin pencari dan meningkatkan user experience, H1 tag itu penting untuk diimplementasikan.
Meski penting, jangan berlebihan dalam menerapkan H1 tag seperti mencantumkannya lebih dari satu dalam suatu laman.
Semuanya kembali lagi ke user experience.
Happy optimizing!
Referensi:
https://ahrefs.com/seo/glossary/h1-tag
https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/h1-tags-onpage/
https://www.semrush.com/blog/h1-tag/
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…