Mungkin kamu baru mendengar istilah bernama “kalimat definisi”, namun, pastinya kamu telah terbiasa memakai kalimat ini, terutama jika kamu sering mengajar, menulis, atau suka presentasi dengan klien.
Kalimat definisi ini sebenarnya simpel dan secara tidak kita sadari, selalu kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Apa saja contohnya? Mengapa penting?
Kalimat definisi adalah kalimat yang menjelaskan makna, pengertian, atau penjelasan dari suatu objek atau benda.
Simpel bukan? Kalau kamu menjelaskan suatu hal, sudah pasti kamu akan akan memakai kalimat definisi.
Pada intinya, kalimat definisi penting untuk menjelaskan suatu objek apa pun. Tanpa adanya penjelasan, target pembaca tidak akan mengerti apa yang sedang kita utarakan.
Dalam SEO sendiri, kalimat definisi digunakan untuk masuk ke featured snippet, people also ask, atau AI generatif. Kalimat untuk menjelaskan penting sekali karena orang memakai mesin pencari untuk mengetahui jawaban atau penjelasan dari suatu masalah/objek.
Berikut ini beberapa ciri-ciri kalimat definisi:
Terdapat 5 jenis kalimat definisi, yaitu:
Jenis kalimat ini paling singkat di antara kalimat lainnya. Bisa jadi penjelasannya berupa sinonim dari objeknya.
Contoh:
Kalimat jenis ini berdasarkan logika dan diterima oleh banyak masyarakat.
Kalimat definisi formal juga biasanya punya definisi terminologis, gabungan dari dua makna atau pun frasa.
Contoh:
Seperti namanya (operasional), kalimat ini biasanya dijadikan rujukan untuk melakukan operasional suatu kegiatan.
Contoh:
Untuk jenis yang satu ini, erat kaitannya dengan budaya atau kepercayaan tertentu, sehingga rawan adanya bias kognitif seperti confirmation bias atau pun jadi opini (bukan fakta). Contohnya:
Yap luas, kalimat definisi jenis ini biasanya berisikan penjelasan atas suatu hal dengan singkat, jelas, dan padat, namun tidak sependek jenis nominal.
Contohnya:
Karena fokus kalimat definisi adalah menjelaskan, maka riset adalah nomor satu. Jangan sampai kalimat definisi yang kita buat justru malah misleading, sehingga kita malah menyebarkan hoax.
Tentu saja, semua kembali ke target pembaca atau audiens. Saat membuat kalimat definisi, pastikan kamu memakai diksi yang dimengerti oleh audiensmu.
Setelah draft kalimat definisi selesai, coba cek apakah kalimat definisi yang kita buat telah sesuai dengan struktur kalimat seperti SPOK atau faktual/tidak (jika tulisan non fiksi). Kalau ada kesalahan = sunting kalimatnya.
Berikut beberapa contoh kalimat definisi:
Kalimat definisi bisa berupa kalimat fakta atau pun opini. Karena itu, tidak hanya soal cara membuatnya, tetapi kita sebagai penulis juga harus mempertimbangkan pertanggung jawaban atas pembuatan kalimatnya. Jangan sampai kita salah menyebarkan informasi lewat kalimat definisi yang kita buat.
SEO specialist bisa memakai kalimat definisi sebagai trik untuk mendapatkan traffic loh. Jadi, pakailah kalimat ini untuk memenuhi search intent dari user.
Happy writing!
How AI Search Changes Keyword Targeting and Authority for Boardinfinity Audiences Introduction Search has entered…
Dulu, featured snippet atau rank 0 adalah jawaban ringkas dari Google atas suatu kueri penelusuran.…
Apakah SEO specialist harus bisa menulis konten? Terkadang pertanyaan ini muncul, apalagi jika pekerjaan SEO-mu…
Menyusun tesis memang adalah bagian yang merupakan keniscayaan bagi mahasiswa S2. Pemilik blog ini telah…
Salah satu pertanyaan dari pebisnis atau digital marketer yang sudah lama mengoptimasi SEO adalah apakah…
Seminar hasil tesis pasti butuh persiapan. Setelah ambil data, analisis, dan ambil kesimpulan, waktunya menyampaikan…