SEO

Konten Duplikat – Konten yang Mirip itu Tidak Baik!

Bolehkah kita membuat konten yang mirip atau sama persis? Dalam SEO, hal ini disebut sebagai konten duplikat.

Jawaban atas pertanyaan paragraf pertama: konten duplikat memiliki dampak negatif terhadap performa SEO. Mengapa demikian? Bagaimana solusinya?

Apa itu Konten Duplikat?

Konten duplikat adalah konten yang sama persis/identik atau memiliki kemiripan yang sangat tinggi. Kalau memakai alat pendeteksi plagiarisme seperti Turnitin atau Smallseotools, besar kemungkinan nilai kemiripannya sangat tinggi.

Konten yang tidak 100% sama pun bisa dianggap sebagai konten duplikat jika isinya mirip.

Ciri-Ciri Konten Duplikat

Beberapa ciri-ciri konten duplikat, antara lain:

1. Tidak original. Kalau baca kontennya langsung dejavu

2. Tidak ada tambahan informasi apa pun, hanya sekedar parotting atau mengulang saja

3. Terdapat kata, kalimat, atau paragraf yang overlapping

Karena itu, jangan buat landing page dan blog post yang mirip. Sesuaikan dengan search intent.

Dampak Negatif Konten Duplikat Terhadap Performa SEO

a. Ranking yang Kurang Baik

Google atau mesin pencari lainnya hanya akan membuang resource dengan menampilkan hasil yang mirip atau bahkan sama persis. Konten duplikat hanya akan membuat ranking lebih buruk… bahkan bagi kedua halaman yang mirip tersebut.

b. Distribusi Backlink Tidak Merata

Daripada 2 halaman terbagi, ada yang dapat 50 backlink dan satu lagi dapat 20 backlink. Lebih baik 70 backlink di satu halaman saja. Jauh lebih kuat!

Penyebab Konten Duplikat

a. Search Bar

Jika situsmu ada fitur pencarian, maka bisa saja halaman hasil pencarian tersebut di-crawl oleh Google, sehingga menyebabkan konten duplikat. Sebaiknya, atur robots.txt-mu agar Googlebot tidak merayapi hasil pencarian di situsmu.

b. Laman Produk yang Mirip

Ini sebenarnya sebuah keniscayaan untuk situs e-commerce, misalnya jualan sepatu biru dan sepatu merah. Pastinya akan mirip-mirip. Solusinya bisa dengan penerapan canonical tag.

c. URL

http dan https dipandang berbeda loh oleh Google, jadi hati-hati konten duplikat. Begitu pula www. dengan non www. Selain itu, / juga berpengaruh. farisyudza.com dengan farisyudza.com/ dipandang dua URL berbeda oleh Google. Inilah pentingnya belajar technical SEO. Lalu, perbedaan URL pada HP dan desktop dapat membuat masalah konten duplikat secara tidak sengaja.

Jadi, beberapa hal di URL yang dapat menyebabkan konten duplikat:

  1. slash (/)
  2. www.
  3. http/https
  4. Pagination
  5. search

d. Kesalahan dalam Pembuatan Content Plan atau Backlog

Bisa saja kita ternyata tidak sengaja mencantumkan ide konten yang mirip atau ternyata di backlog sudah pernah dibahas, tapi kita menganggap bahwa kontennya belum pernah digarap. Akhirnya, tidak sengaja terjadi konten duplikat.

e. Copas Mentah-Mentah

Terlalu copas mentah-mentah adalah hal yang kurang baik. Sudah jelas kalau perilaku seperti ini dapat menyebabkan konten duplikat. Tidak perlu pakai alat pengecek plagiarisme.

Bagaimana Cara Mengecek Adanya Konten Duplikat di Situs?

Alat seperti Ahrefs dan Semrush bisa mendeteksi konten duplikat. Namun, jika kamu tidak berlangganan alat tersebut, maka kamu bisa mengecek Google Search Console.

Akan ada keterangan duplicate, Google chose different canonical than user pada URL yang dianggap Google sebagai konten duplikat.

Solusi untuk Konten Duplikat (Cara Mengatasinya)

Beberapa solusi untuk konten duplikat adalah:

  1. Redirect 301(untuk halaman yang thin ke halaman original)
  2. Penggabungan konten, terutama yang thin
  3. Canonical tag (terutama untuk website e-commerce dengan produk yang mirip)

Implementasikan sesuai dengan kebutuhan situsmu.

Keunikan adalah Kuncinya

Tidak hanya dengan orang lain, bahkan antar konten di website kita, sebaiknya harus unik agar tidak terjadi konten duplikat. Google dan mesin pencari lain juga hanya buang-buang waktu dan tenaga jika menampilkan dua halaman yang mirip dari situs yang sama.

Bagaimana dengan situsmu? Apakah ada konten duplikat?

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si., M.I.Kom (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Perbedaan Writer dan Author – Sesama Penulis? Ada Bedanya!

Istilah writer (penulis) dan author (pengarang/pencipta) sering kali dianggap memiliki makna yang persis sama. Padahal,…

4 hours ago

Perbedaan Content Writer dan Script Writer – Mulai dari Tugas hingga Output Pekerjaan

Memahami perbedaan antara content writer dan script writer sangat penting bagi pemilik bisnis, pemasar digital,…

7 hours ago

Blog vs Media Sosial – Ada Perbedaan, tetapi Integrasi lebih Baik!

Di era digital yang bergerak cepat, pertanyaan mengenai efektivitas antara blog dan media sosial sering…

13 hours ago

Mengenal Dunia Trading Saham: Antara Peluang Keuntungan dan Manajemen Emosi

Aktivitas perdagangan aktif di bursa efek menawarkan dinamika yang sangat menarik bagi mereka yang memiliki…

15 hours ago

Potensi dan Masa Depan Penerapan Sistem Solar Panel Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang terletak tepat di garis khatulistiwa, Indonesia dianugerahi intensitas radiasi sinar matahari…

16 hours ago

Membalas Google Review dengan Template Pesan? Apakah Boleh?

Membalas Google review adalah cara optimasi local SEO yang mudah, tetapi repetitif. Meski demikian, hal…

1 day ago