Bolehkah kita membuat konten yang mirip atau sama persis? Dalam SEO, hal ini disebut sebagai konten duplikat.
Jawaban atas pertanyaan paragraf pertama: konten duplikat memiliki dampak negatif terhadap performa SEO. Mengapa demikian? Bagaimana solusinya?
Konten duplikat adalah konten yang sama persis/identik atau memiliki kemiripan yang sangat tinggi. Kalau memakai alat pendeteksi plagiarisme seperti Turnitin atau Smallseotools, besar kemungkinan nilai kemiripannya sangat tinggi.
Konten yang tidak 100% sama pun bisa dianggap sebagai konten duplikat jika isinya mirip.
Beberapa ciri-ciri konten duplikat, antara lain:
1. Tidak original. Kalau baca kontennya langsung dejavu
2. Tidak ada tambahan informasi apa pun, hanya sekedar parotting atau mengulang saja
3. Terdapat kata, kalimat, atau paragraf yang overlapping
Karena itu, jangan buat landing page dan blog post yang mirip. Sesuaikan dengan search intent.
Google atau mesin pencari lainnya hanya akan membuang resource dengan menampilkan hasil yang mirip atau bahkan sama persis. Konten duplikat hanya akan membuat ranking lebih buruk… bahkan bagi kedua halaman yang mirip tersebut.
Daripada 2 halaman terbagi, ada yang dapat 50 backlink dan satu lagi dapat 20 backlink. Lebih baik 70 backlink di satu halaman saja. Jauh lebih kuat!
Jika situsmu ada fitur pencarian, maka bisa saja halaman hasil pencarian tersebut di-crawl oleh Google, sehingga menyebabkan konten duplikat. Sebaiknya, atur robots.txt-mu agar Googlebot tidak merayapi hasil pencarian di situsmu.
Ini sebenarnya sebuah keniscayaan untuk situs e-commerce, misalnya jualan sepatu biru dan sepatu merah. Pastinya akan mirip-mirip. Solusinya bisa dengan penerapan canonical tag.
http dan https dipandang berbeda loh oleh Google, jadi hati-hati konten duplikat. Begitu pula www. dengan non www. Selain itu, / juga berpengaruh. farisyudza.com dengan farisyudza.com/ dipandang dua URL berbeda oleh Google. Inilah pentingnya belajar technical SEO. Lalu, perbedaan URL pada HP dan desktop dapat membuat masalah konten duplikat secara tidak sengaja.
Jadi, beberapa hal di URL yang dapat menyebabkan konten duplikat:
Bisa saja kita ternyata tidak sengaja mencantumkan ide konten yang mirip atau ternyata di backlog sudah pernah dibahas, tapi kita menganggap bahwa kontennya belum pernah digarap. Akhirnya, tidak sengaja terjadi konten duplikat.
Terlalu copas mentah-mentah adalah hal yang kurang baik. Sudah jelas kalau perilaku seperti ini dapat menyebabkan konten duplikat. Tidak perlu pakai alat pengecek plagiarisme.
Alat seperti Ahrefs dan Semrush bisa mendeteksi konten duplikat. Namun, jika kamu tidak berlangganan alat tersebut, maka kamu bisa mengecek Google Search Console.
Akan ada keterangan duplicate, Google chose different canonical than user pada URL yang dianggap Google sebagai konten duplikat.
Beberapa solusi untuk konten duplikat adalah:
Implementasikan sesuai dengan kebutuhan situsmu.
Tidak hanya dengan orang lain, bahkan antar konten di website kita, sebaiknya harus unik agar tidak terjadi konten duplikat. Google dan mesin pencari lain juga hanya buang-buang waktu dan tenaga jika menampilkan dua halaman yang mirip dari situs yang sama.
Bagaimana dengan situsmu? Apakah ada konten duplikat?
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…