Link exchange terkadang menjadi penawaran saat seseorang melakukan outreach untuk mendapatkan backlink, terutama kalau value situsnya setara. Pilihan lainnya adalah guest posting jika daya tawar lebih rendah.
Pertanyaannya, apakah link exchange ini diperbolehkan oleh Google?
Link exchange adalah kegiatan berupa saling memberikan backlink. Situs A menanam backlink ke situs B, dan situs B memberikan backlink ke situs A.
Bisa dibilang, nama lain dari link exchange adalah barter backlink atau tukeran backlink.
Biasanya, orang-orang melakukan ini sebagai optimasi off-page SEO dan menyukai konten dari suatus situs. Namun, kurang punya value dalam negosiasi.
Jadi, menawarkan link exchange dalam negosiasinya dianggap sebagai ide yang bagus. Terutama, kalau tim konten sedang penuh load-nya dan tidak bisa membuat konten untuk guest posting.
Dalam Google spam policies, tertera secara eksplisit bahwa excessive link exchange atau laman yang hanya digunakan untuk cross-linking (secara berlebihan) termasuk praktek link spam yang dilarang oleh Google.
Seseorang pernah bertanya soal seberapa banyak link exchange yang boleh dilakukan. John Mueller menjawab bahwa algoritma Google akan mencoba memahami mengapa hal ini terjadi dan akan mengabaikan tautan tersebut. Bahkan, kalau hal ini dilakukan secara excessive, maka situs tersebut kemungkinan akan mendapatkan manual action (penalti).
Jawabannya boleh dan masih bisa dilakukan untuk off-page SEO.
Beberapa hal ini boleh dilakukan jika melakukan link exchange:
Menurut spam policies dari Google, nofollow link dan sponsored link tidak melanggar ketentuan mereka dalam exchange link.
Jika kedua atau lebih brand situs pernah saling kolaborasi, contohnya partner/vendor, maka tidak masalah untuk melakukan exchange link. Namun, cukup satu tautan saja, jangan berlebihan!
Selain itu, situs induk perusahaan memberikan backlink ke situs anak perusahaan dan sebaliknya jelas merupakan hal yang alami dan wajar kan?
Lakukan outreach ke pemilik situs untuk melakukan link exchange. Tentu saja sesuaikan dengan aturan dari Google. Yaitu memakai nofollow link.
Atau…. beri tahu bahwa ada konten kita yang layak dijadikan referensi oleh mereka/broken link pada outbound link.
Outbound link ke suatu situs memancing pemilik situs untuk melirik situs kita.
Kalau mereka tertarik, maka ada kemungkinan mereka akan menyematkan backlink ke situs kita secara natural.
Cukup barter satu backlink saja. Tidak perlu banyak-banyak.
Sebenarnya repot sekali ya, tidak boleh exchange link, padahal sebenarnya value to value enak dalam negosiasi.
Namun, dari larangan tersebut, ada implikasi bahwa Google menginginkan situs yang backlink-nya datang secara natural, tidak dibuat-buat.
Jadi, apakah kamu masih menerapkan strategi link exchange? Jangan lupa lakukan dengan “sehat” ya!
Happy optimizing!
Referensi:
https://developers.google.com/search/docs/essentials/spam-policies
https://www.searchenginejournal.com/are-exchanged-or-reciprocal-links-okay-with-google/412000/#search
https://www.searchenginejournal.com/google-policy-link-exchange/413049/#close
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…