Di Yoast, mungkin kita pernah melihat saran untuk memberikan outbound link. Memberikan tautan keluar atau outbound link sebenarnya boleh-boleh saja, tetapi tidak boleh dilakukan sembarangan.
Apa itu outbound link? Apakah berpengaruh pada ranking di Google SERP? Apa saja manfaatnya? Bagaimana best practice-nya?
Outbound link adalah tautan yang mengarah ke situs/domain lain dari situs kita sendiri. Berbeda dengan internal link yang tautannya mengarah ke domain sendiri.
Perbedaan external link dan outbound link adalah tempat dan arah tautannya.
External link adalah tautan di situs kita yang mengarah ke situs lain atau tautan di situs lain yang mengarah ke situs kita (backlink).
Jadi, outbound link adalah external link, tetapi external link belum tentu sama dengan outbound link.
Meski tempat tautannya sama (masih satu domain), perbedaan outbound link dan internal link adalah arah tautannya.
Outbound link mengarah ke situs lain, sementara itu internal link arahnya masih ke domain yang sama.
Outbound link, baik itu anchor text yang mengarah ke situs dengan otoritas tinggi bukanlah ranking factor dari Google.
Memasang terlalu banyak outbound link juga membuat laman terlihat seperti melakukan spam.
Meski bukan merupakan ranking factor, outbound link juga memiliki berbagai manfaat, yaitu:
Outbound link ke situs terpercaya dapat meningkatkan kualitas konten kita karena tautan keluar tersebut melambangkan bahwa kita mendapatkan informasi dari referensi yang terpercaya.
Tentu saja hal ini termasuk penerapan salah satu dari E-E-A-T, yaitu expertise. Expertise di sini termasuk googling untuk menemukan referensi yang terpercaya.
Kalau kamu merasa bahwa situs yang kamu jadikan referensi layak diberikan otoritas, jangan memakai nofollow link ya.
Outbound link yang mengarah ke situs yang menjadi referensimu akan meyakinkan pembaca bahwa konten yang kita buat bersifat faktual dan terpercaya.
Bayangkan kalau tulisannya tidak punya referensi yang jelas atau diambil dari situs yang tidak terpercaya? Pasti kita tidak akan percaya dengan informasinya bukan?
Dikutip dari Search Engine Land, menurut John Mueller, search advocate Google, memberikan tautan ke situs lain dapat menambah value untuk user. Jadi, pembaca kita bisa mengeksplorasi lebih jauh tentang konten kita dan bahkan memahami konteksnya secara keseluruhan, hingga akhirnya search intent terpuaskan.
Outbound link hanya cocok diberikan kepada referensi/situs terpercaya.
Kalau pun kita tidak berniat untuk memberikan otoritas, nofollow link bisa disematkan.
Jangan sampai menyematkan outbound link ke situs yang tidak bisa terpercaya, apalagi di luar konteks konten yang kita buat.
Outbound link tidak semuanya pantas diberikan otoritas (dofollow link). Untuk menghindari penalti dari Google, nofollow link, sponsored, atau UGC bisa jadi solusinya.
Jangan sembarangan memberikan otoritas!
Berbeda dengan internal link yang masih mengarah ke domain yang sama. Outbound link mengarah ke luar dari domain.
Kita pastinya tidak punya kontrol atas domain lain (kecuali punya aksesnya). Jadi, outbound link yang kita tanam perlu diperhatikan secara berkala.
Mengapa? Hal ini karena bisa jadi halaman yang kita jadikan referensi telah dihapus atau diubah. Jika dihapus, maka outbound link yang kita buat bisa berubah menjadi broken link. Hal ini berbahaya karena situs kita berpotensi kena penalti dari Google.
Pantau dan audit situs secara rutin agar tidak ada broken link dari outbound link.
Memantau internal link lebih mudah karena kita punya kontrol/akses dari situs kita sendiri.
Tentu saja hal ini tidak masalah, tetapi sangat disayangkan karena outbound link dapat menambah value untuk user dan memperkuat kepercayaan pembaca akan konten yang kita buat.
Pakailah nofollow link jika memungkinkan. Kalau situs yang kita berikan outbound link merupakan situs terpercaya, mengapa kita harus ragu untuk memberikan otoritas? Justru orang-orang akan makin percaya dengan situs kita.
Outbound link dapat memberikan manfaat meski bukan merupakan ranking factor di Google.
Tentunya kita ingin pembaca konten kita bereksplorasi lebih jauh dan paham akan gambaran besar dari konten yang kita buat. Hal ini bisa dilakukan dengan menyematkan outbound link ke situs terpercaya.
Meski demikian, outbound link tetap harus diperhatikan penggunaannya. Jangan sampai outbound link mengarah ke situs yang tidak terpercaya atau laman yang “rusak”.
Mari sematkan outbound link dengan bijak agar pembaca percaya dengan situs kita! Ingat bahwa kepercayaan itu mahal.
Sumber:
https://www.semrush.com/blog/outbound-links/
https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/outbound-links/
https://yoast.com/outbound-links/
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…