SEO

Nofollow Link – Tidak Berharga dalam Link Building?

Terdapat beberapa jenis tautan yang biasa dipakai untuk SEO seperti nofollow, dofollow, UGC, dan sponsoredNofollow link sendiri banyak ditemukan pada situs di internet.

Meski demikian, nofollow link katanya kurang/tidak berharga karena tidak memberikan otoritas ke situs. Benarkah demikian? Apakah ada manfaat dari tautan tersebut? Bagaimana cara membuat nofollow link?

Apa Itu Nofollow Link?

Nofollow link adalah jenis tautan yang memberi tahu mesin pencari untuk mengabaikan tautan tersebut, sehingga pengaruhnya terhadap ranking bisa dibilang sedikit atau tidak ada. Cara ini bisa menghemat crawl budget (tapi tergantung lagi, kalau ada link lain yang mengarah ke sana selain nofollow, tetap akan memakan budget-nya).

Tautan jenis ini memiliki HTML tag berupa rel=”nofollow”.

Apakah Nofollow Link Berpengaruh pada Rank di Google SERP?

Per 1 Maret 2020, nofollow link dijadikan petunjuk bagi Google saat proses crawling. Meski demikian, nofollow link tidak memengaruhi rank di Google SERP.

Bagaimana Cara Mengecek Suatu Tautan Itu Nofollow atau Dofollow?

Inspect element bisa membantu dalam mengecek tautan

Kita bisa melakukan inspect element suatu anchor text, lalu mengecek apakah ada rel=”nofollow” atau tidak. Jika ada rel=”nofollow”, maka tautannya bersifat nofollow, sementara itu kalau tidak ada HTML tag tersebut, berarti dofollow. Mudah bukan?

Mengapa Perlu Ada Nofollow Link?

Pada dasarnya, nofollow link diciptakan untuk melawan spam. Contohnya adalah orang yang blogwalking dengan komentar tidak senonoh atau “nyampah” hanya untuk menanam external link (backlink) di suatu situs.

Kita tentunya tidak mau memberikan link ke situs yang tidak jelas asal-usul atau otoritasnya bukan?

Apa saja Contoh Nofollow Link?

Kita bisa membuat nofollow link secara manual dengan text editor di wordpress sebagai contohnya. Namun, ada juga beberapa situs yang langsung auto nofollow link ketika kita menanamkan outbound link.

Contohnya adalah:

  • Media sosial seperti Facebook dan Twitter
  • Komentar di blog
  • Komentar di situs berita
  • Tautan dari widget
  • Tautan pada press release
  • Tautan pada forum online (meski ada juga yang dofollow seperti Kaskus)

Contoh situs terkenal yang auto menerapkan nofollow link pada outbound link di situs mereka adalah:

  • Medium
  • Quora
  • Wikipedia
  • Reddit (diblokir di Indonesia)
  • Twitch
  • YouTube

Manfaat Nofollow Link

a. Mendatangkan Traffic

Meski tidak memberikan otoritas, nofollow link masih memberikan manfaat seperti menjadi kanal digital marketing untuk meningkatkan traffic, yaitu referral.

Orang yang mengklik tautan tersebut baik dalam bentuk anchor text atau tautan langsung berpeluang untuk membeli produk/jasa kita. Hal ini bisa jadi gerbang menuju brand awareness hingga convertion.

Namun, jangan terlalu mengandalkan kanal referral untuk mendatangkan traffic karena pada dasarnya backlink ditujukan agar otoritas situs naik dan mesin pencari bisa mengindeks laman/situs dengan lebih cepat.

b. Mendapatkan Backlink Berkualitas

Jika blog/situs kita berkualitas tinggi, bisa jadi kita akan mendapatkan backlink berkualitas dari orang yang mengklik nofollow link yang kita tanam.

c. Terhindar dari Penalti Google

Kata Google dalam spam policies-nya

Menurut Google spam policies, dianjurkan untuk menggunakan nofollow link agar tidak melanggar aturan dari mereka.

Bagaimana Cara Membuat Nofollow Link?

Kita bisa membuat nofollow link dengan cara manual. Jika menggunakan wordpress, ganti dari visual menjadi text, lalu tambahkan rel=nofollow. Contoh: <a rel=”nofollow”href=”aku,com”>apa ya</a>.

Bahkan di CMS seperti wordpress ada plugin agar outbound link secara otomatis bersifat nofollow.

Nofollow Link Masih Berharga!

Meski tidak memberikan otoritas, nofollow link masih berharga dalam link building karena bisa menjadi kanal untuk mendatangkan traffic, mendapatkan backlink berkualitas, dan menghindarkan kita dari penalti oleh Google.

Jangan lupa terapkan rel=”nofollow” pada outbound link/anchor text kalau tidak ingin memberikan otoritas ke suatu situs ya!

Sumber:

https://backlinko.com/nofollow-link

https://www.searchenginejournal.com/ranking-factors/nofollow-links/

https://developers.google.com/search/docs/essentials/spam-policies#link-spam

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Tulisan Dituduh AI-Generated/Dibuat oleh AI? Ini yang harus Dilakukan

Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…

3 days ago

Mendapatkan Backlink dari Jurnal Ilmiah – Pengalaman dan Insight

Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…

5 days ago

Siapa saja Pakar SEO di Indonesia?

Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…

3 weeks ago

Rekomendasi VPS Terbaik untuk MVP SaaS (Dilengkapi Estimasi Cost)

Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…

3 weeks ago

JRPG sebagai Novel Interaktif: Genre Game Penuh Cerita untuk Pembaca

Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…

4 weeks ago

Traffic Website Turun? Berikut Potensi Penyebab dan yang harus Dilakukan!

Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…

1 month ago