Pernahkah kamu merasa jengkel karena nama domain yang sedang kamu inginkan ternyata telah dipakai oleh pihak lain? Salah satu cara untuk mengamankan nama domain adalah “memarkirnya”. Atau dengan kata lain, membuat parked domain.
Apa itu parked domain dan apa saja manfaatnya?
Parked domain adalah domain yang sedang “diparkir”. Jadi, domain tersebut telah teregistrasi, namun tidak terhubung dengan servis domain seperti e-mail dan juga website. Sederhananya, parked domain adalah domain yang telah teregistrasi, namun belum digunakan oleh pemiliknya.
Parked domain juga punya nama lain, yaitu alias domain dari domain utama/primer.
Tujuan paling bermanfaat dari parked domain adalah mengamankan nama domain agar tidak dipakai orang lain. Hal ini jadi cukup vital, terutama untuk website bisnis dan pemerintah. Bayangkan kalau nama domain bisnis atau instansi pemerintahan dipakai orang lain atau individu yang licik? Bisa terjadi penipuan dalam jumlah besar.
Saat membangun situs, parked domain membangun peran penting sebagai placeholder.
Cybersquatting adalah sebuah tindakan berupa mendaftarkan, menjual, atau menggunakan nama domain orang lain untuk keuntungan. Hal ini termasuk kejahatan dan perilaku yang tidak etis.
Parked domain bisa digunakan untuk mencegah terjadinya tindakan tidak terpuji ini.
Taktik ini biasanya dilakukan dengan membeli TLD, namun semua SLD-nya sama semua. Misalnya product.com, product.co, product.id, sehingga brand awareness bisa meningkat.
Sama seperti saham atau kripto, domain juga merupakan komoditas yang bisa naik harganya. Parked domain bisa digunakan untuk mengamankan nama domain yang potensial, lalu dijual.
Namun, hati-hati, jangan sampai melakukan cybersquatting.
Kalau kamu memutuskan untuk menonaktifkan website, maka agar namanya tidak pakai hingga kadaluarsa. Kamu bisa memarkirnya dulu.
Caranya sama seperti membeli domain biasa. Pertama, pastikan kalau namanya tersedia atau belum terpakai. Cara paling simpel untuk memastikannya adalah mengetiknya di browser bar. Jika belum dipakai, maka tidak akan ada halaman website yang tampil.
Jika tersedia, beli domainnya. Namun, jangan isi apa-apa ke dalam website-nya.
Ciri-ciri paling umum pada parked domain adalah mengecek isi konten website-nya. Jika tidak ada, kemungkinan besar domain tersebut adalah parked domain. Tanda parked juga adalah ciri-ciri yang jelas dari parked domain. Selain itu, parked domain tidak atau hanya memiliki pengunjung yang sedikit.
Jika kamu yakin nama brand atau calon nama situsmu terlalu umum. Maka, itu adalah momen yang tepat untuk menggunakan parked domain.
Selain itu, jika namamu cukup terkenal, ada baiknya gunakan parked domain untuk mencegah cybersquatting atau scammer yang memakai namamu untuk melakukan kejahatan.
Terdapat banyak manfaat bagi parked domain. Mulai dari keamanan hingga investasi.
Kalau kamu? Apakah punya parked domain?
Referensi:
https://blog.hubspot.com/website/what-is-parked-domain
https://www.godaddy.com/resources/ae/skills/parked-domain#h-how-can-i-tell-if-a-domain-is-parked
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…