Ketika membuat blog post, memakai subheading adalah hal yang esensial. Tidak hanya memberikan sinyal ke mesin pencari, namun hal ini juga mempermudah pembaca untuk skimming ketika membaca, sehingga meningkatkan user experience.
Apa itu subheading? Mengapa penting dan bagaimana cara mengoptimasinya?
Subheading adalah heading yang diberikan kepada subseksi pada tulisan. Dalam konteks website dan SEO, subheading adalah heading yang berfungsi untuk menunjukkan berbagai area dalam suatu halaman.
Contohnya, tulisan ini punya beberapa bagian, yaitu “apa itu subheading?”, “mengapa subheading penting?”, “bagaimana cara mengoptimasi subheading?”, “apakah subheading wajib ada di tulisan?”, dan “yuk pakai subheading untuk optimasi tulisan kita!”
Berikut adalah manfaat dari subheading. Hal ini menjadi sebuah importance atau kepentingan. Sayang sekali jika tidak ada subheading pada tulisan.
Subheading adalah bagian penting dari on-page SEO. Hal ini karena subheading atau header tag memperjelas konteks dari konten untuk mesin pencari serta meningkatkan user experience.
Contoh optimasi subheading adalah H1 tag hanya ada satu saja pada setiap halaman dan subjudul H2 berada di atas H3.
Tidak semua pembaca tipenya ingin membaca seluruh tulisan seperti pembaca novel. Untuk orang yang ingin mencari informasi secara cepat, mereka membaca dengan cara skimming, mencari informasi yang hanya mereka inginkan, sisanya di-skip.
Subheading akan membantu mereka, sehingga user experience meningkat.
Subheading dapat membantu penulis untuk mengorganisir idenya dengan lebih baik, sehingga tulisan bisa bersifat koheren.
Mulai dari A ke B ke C secara berurutan, bukan dari A ke S, lalu ke H, lalu berakhir di C.
Jadikan subheading sebagai kerangka atau outline. Tujuannya adalah untuk mempermudah pembaca untuk mengerti apa isi dari tulisanmu dan skimming.
Tidak hanya memasukkan keyword atau kata kunci saja. Subheading sebaiknya harus menjadi garis besar dari isinya. Contohnya, subheading “mengapa menjaga kesehatan itu penting?”, maka isinya adalah berbagai alasan seperti “sakit itu tidak enak”.
Berikut ini beberapa contoh dari implementasi best practice dari subheading:
Jika tulisannya bersifat esai atau tulisan biasa seperti diary, sebenarnya subheading tidaklah wajib. Begitupula untuk blog post yang pendek atau laman yang isinya sedikit (bukan thin content ya). Namun, jika blog post atau tulisannya panjang, maka sangat disayangkan jika tidak ada subheading.
Menurut opini pemilik blog ini, subheading bersifat wajib, terutama untuk optimasi SEO dan tulisannya panjang.
Mengoptimasi subheading adalah keharusan dan dasar bagi seoarang content writer dan SEO, terutama SEO content.
Sangat disayangkan manfaat yang tidak kita dapatkan jika tidak menerapkan subheading.
Kalau kamu, biasanya memakai berapa subheading?
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…