Pernahkah kamu mengklik sebuah link berita yang judulnya membuat penasaran (curiosity gap), sehingga rasa mengklik tidak tertahankan, tetapi saat membaca isinya, ternyata tidak seusai judulnya? “Padahal, cara membuat judul artikel yang menarik itu bisa kok tanpa kebohogan” pikir orang yang habis terjebak oleh clickbait.
Untuk penulis, yuk mulai stop membuat judul artikel yang clickbait agar pembaca tidak kecewa dan nama tidak “jelek” karena kerap menulis judul artikel yang tidak sinkron dengan isinya.
Bagaimana cara membuat judul artikel yang menarik? Mari baca blog ini sampai habis!
Jika kita ingin membuat judul artikel listicle, maka pakailah angka yang spesifik. Bukan dengan diksi yang ambigu seperti banyak/lumayan/sedikit.
Contohnya adalah:
Dengan angka yang spesifik, calon pembaca akan tertarik karena ingin mengetahui list yang kita sebutkan di judul artikel. Mereka tidak perlu repot-repot menebak ada berapa jumlah yang kita sebutkan di isi artikel kita.
Diksi rationales adalah diksi yang mendasari mengapa suatu hal harus dilakukan.
Beberapa diksi rationales yang bisa kita selipkan dalam judul agar judul artikel kita menarik adalah:
Berikut beberapa judul yang menggunakan diksi rationales:
Kalau tidak penting kan buat apa juga suatu artikel dibaca. Karena itu, selipkan urgensi mengapa artikel kita harus dibaca. Hal ini bisa dilakukan di judul dan pembuka artikel.
Urgensi yang dimaksud bisa berkaitan dengan kondisi orang-orang yang butuh informasi tersebut secepatnya atau mengapa artikel kita penting untuk dibaca.
Contoh dari judul yang menimbulkan urgensi adalah:
Cara membuat judul yang menarik sebenarnya tidak jauh dari menimbulkan rasa penasaran dan ingin mengklik.
Nah, bagaimana cara merangsang rasa penasaran? Caranya adalah menggunakan tanda tanya pada judul.
Dengan menggunakan tanda tanya pada judul. Secara tidak langsung kita sudah merangsang calon pembaca untuk membayangkan dan mencari jawabannya (yang ada pada artikel kita).
Pastikan kalau pertanyaan yang diselipkan di judul artikel kita dijawab pada isi ya. Jangan membuat pembaca kecewa!
Contoh judul artikel dengan tanda tanya:
Kata sifat akan membuat judul artikel kita semakin menarik, sehingga orang-orang ingin membaca artikel kita (biasanya power words berupa kata sifat).
Contoh kata sifat yang bisa dipakai di judul artikel adalah:
Manusia itu tidak menyukai kesulitan dan akan selalu mencari cara yang paling mudah untuk mendapatkan hasil serta ingin dipuaskan rasa penasarannya. Jadi, pakailah kata sifat yang menggambarkan deskripsi tersebut seperti contoh di atas.
Siapa yang tidak penasaran dengan paling kuat, terbaik, dan kata-kata yang menggunakan imbuhan ter- lainnya yang menggambarkan posisi teratas dalam suatu hal?
Setiap orang pasti senang membanding-bandingkan. Karena itulah, mereka butuh informasi tentang pemegang posisi paling atas dan paling bawah dalam suatu hal.
Nah, cara membuat judul artikel yang menarik salah satunya adalah menggunakan superlatif (posisi teratas/terbawah dalam suatu perbandingan). Bukan si paling seperti ejekan di Twitter ya, “si paling” di judul harus faktual!
Contoh judul artikel menarik yang menggunakan superlatif:
Manusia adalah makhluk emosional, tidak hanya rasional. Jadi, kita sebagai penulis harus membuat judul yang merangsang emosi pembaca.
Gunakan diksi emosional ini dalam judul artikel kita agar judulnya menarik:
Berikut contoh judul yang menggunakan diksi emosional tersebut:
Setiap manusia memiliki kepentingan masing-masing. Karena itulah, cara membuat artikel yang menarik adalah yang memuaskan ego dan kepentingan mereka.
Cara ini berlaku pada artikel prosedural atau tutorial. Misalnya:
Terlihat jelas dari judul di atas bahwa calon pembaca kita ada kepentingan yang spesifik. Mari bantu pembaca kita tidak hanya dari isi, tetapi dengan judul menarik yang layak untuk diklik!
Cara membuat judul artikel yang menarik adalah membuat isi dan judul yang sinkron. Jadi, tidak ada inkonsistensi atau malah judul berlawanan isinya.
Terkadang, kita menemukan artikel dengan judul fakta peristiwa A, tetapi penulisnya sendiri tidak bisa memastikan kalau isi artikelnya faktual atau tidak. Lucu sekali bukan? Judul artikel yang sebenarnya menarik justru jadi “sampah” karena tidak konsisten dengan isinya.
Jadilah penulis yang artikelnya sinkron antara judul dan isinya agar value bertambah dan pembaca senang dengan artikel yang kita buat.
Pernah diberikan spoiler film saat kamu belum menonton filmnya? Pasti rasanya menjengkelkan karena sudah tahu isinya duluan.
Begitu juga dengan judul artikel. Jangan memuat spoiler, sehingga pembaca sudah tahu jawabannya duluan dan enggan mengklik artikel yang kita buat.
Contoh judul yang mengandung spoiler:
Sebenarnya, cara membuat judul artikel yang menarik itu tidak sulit. Yang perlu kita ingat adalah prinsip ini:
Dari prinsip tersebut, judul yang menarik akan tercipta. Meski begitu, ingat bahwa judul harus menjawab isi dari artikelnya.
Jangan lupa untuk mengecek performa klik atau CTR artikel untuk melihat apakah judul artikel yang kita buat bagus atau tidak untuk pembaca artikel kita. Kalau bisa, lakukan A/B testing untuk mengetahui judul terbaik untuk audiens kita.
Mari buat judul yang menarik dan isi artikel yang tidak kalah menarik dari judulnya! 😀
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…
View Comments