Meski sama-sama ada kata blog-nya, ternyata ada loh perbedaan blog dan microblog. Sekilas sepertinya perbedaannya hanya dari “ukuran” saja. Apakah benar demikian?
Yuk ketahui perbedaan blog dan microblog dengan membaca sampai habis! Berikut perbedaannya.
Perbedaan utama dari blog dan microblog adalah panjang katanya.
Microblog punya panjang kata yang lebih pendek karena ada batasan karakternya. Contohnya, di Twitter ada batasan karakter, kecuali untuk user yang berlangganan premium. Sementara itu, di blog, tulisannya bisa panjang-panjang.
Saat belajar menulis di fase awal, kamu bisa menulis di microblog dulu sebelum ke yang panjang tulisannya seperti blog.
Platform yang digunakan pada microblog adalah media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Threads. Sementara itu, blog ada pada sebuah website.
Pemilik blog bisa jadi adalah seseorang atau atas nama pribadi. Sementara itu, platform microblog dimiliki oleh orang lain. Contohnya, pemilik Twitter atau X adalah Elon Musk.
Interaksi atau engagement di microblog lebih banyak daripada blog, sekalipun kolom komentarnya dibuka. Apalagi kalau konten di microblog-nya viral.
Kalau diurus sendirian, jelas frekuensi update konten di microblog akan jauh lebih banyak dari blog. Hal ini karena jumlah kata di microblog jauh lebih sedikit daripada blog.
Membuat konten di blog jauh lebih sulit daripada di microblog karena selain panjang kata yang lebih panjang, kita perlu memperhatikan HTML tag/meta tag untuk on-page SEO.
Untuk microblog, selama tidak melanggar ketentuan dari platform-nya, tidak ada masalah.
Karena panjang kata yang lebih pendek, waktu pembuatan konten di microblog lebih sedikit daripada membuat blog post.
Menulis di microblog bisa makan 1 menit saja. Sementara itu, membuat blog post bisa sekitaran 20 menit-2 jam dan itu sudah termasuk dari riset hingga kurasi/penyuntingan.
Blog lebih punya elemen visual lebih banyak seperti gambar dan video, sementara itu microblog lebih text-based dan minim elemen visual.
Blog sangat bergantung pada SEO secara holistik untuk mendapatkan traffic. Sementara itu, microblog tidak perlu terlalu memikirkan SEO, apalagi media sosial adalah situs yang mature dan terkenal. Penulis beberapa kali melihat tulisan di Twitter, Facebook, atau Instagram mendapatkan rank yang lumayan bagus di Google.
Di microblog kamu tidak perlu repot soal SEO secara holistik. Sementara itu, di blog, kamu harus memikirkan tidak hanya on-page, tetapi technical SEO agar blognya mudah di-crawl dan diindeks oleh Google, serta mempromosikan blognya (off-page SEO).
Monetisasi blog lebih banyak caranya daripada microblog. Contohnya, microblog tidak bisa menggunakan Google Adsense sebagai cara monetisasinya.
Struktur dari blog juga memungkinkan monetisasi yang lebih banyak dari microblog.
Kalau kamu ingin menulis dengan kuasa penuh tanpa aturan dari pihak luar, jelas blog adalah pilihan yang lebih baik dari microblog.
Lalu, kalau kamu lebih suka menulis tulisan yang pendek-pendek saja, microblog merupakan pilihan yang lebih baik dari blog.
Jika kamu ingin mendaftar dan diterima Google Adsense, ya jelas blog adalah pilihan yang lebih baik dari microblog.
Belum ada uang untuk membeli hosting untuk blog pribadi? Bisa menulis dulu di microblog.
Jadi….. mana yang lebih baik? Semua kembali ke tujuanmu.
Menurut penulis, baik itu blog atau pun microblog merupakan media menulis yang harus dimanfaatkan.
Blogger bisa memanfaatkan microblog untuk off-page SEO-nya dan microblogger bisa membuat blog post berdasarkan tulisan di microblog-nya, namun tentunya dengan pembawaan berbeda untuk menghindari konten duplikat. Pemilik situs ini pun suka microblogging di LinkedIn dan Twitter loh!
Jadi, ayo manfaatkan blog dan microblog secara bersamaan!
Kalau kamu ingin menulis di blog, maka harus punya hosting dulu. Klik tautan ini jika kamu ingin memulai blog!
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…