“Hmmmmm, berapa ya laman yang sudah terindex dari website-ku?” atau “bagaimana ya cara mengetahui apakah website sudah terindex Google atau belum?”. Pertanyaan ini suka ditanyakan oleh blogger atau praktisi SEO, terutama kalau laman pada website-nya tidak kunjung terindex.
Jadi, ada beberapa cara untuk mengetahui apakah website kita sudah terindex di Google atau belum. Berikut caranya:
Ketik site:”nama situsmu” di Google penelusuran. Contoh untuk blog ini adalah site:farisyudza.com, berikut hasilnya pada gambar di bawah:
Terlihat bahwa ada 612 laman dari farisyudza.com yang terindex di Google. Hal ini cukup baik mengingat per 15 Juli 2024, konten di farisyudza.com hampir menyentuh 500.
Klik “halaman” pada Google Search Console, kemudian akan diperlihatkan berapa laman yang terindex dan tidak terindex beserta alasannya. Berikut contohnya pada gambar di bawah:
Bar hijau adalah jumlah laman yang diindex oleh Google. Ingat bahwa terindex bukan berarti ranking.
Gunakan URL inspection tools pada kotak dengan gambar di atas.
Ketik URL yang ingin kamu telsuri pada URL inspection tools. Jika lamannya terindex di Google maka akan ada output berupa “URL tersedia di Google”. Jika tidak, maka output-nya adalah “URL tidak ada di Google”.
Terdapat tools alternatif untuk mengecek apakah website sudah terindex di Google atau belum. Contohnya adalah smallseotools.com dengan Google Index Checker-nya. Namun, hanya dibatasi hingga 5 URL saja.
Mengetahui berapa laman yang terindex di Google adalah bagian dari SEO audit yang esensial, terutama di bagian technical SEO. Justru, cara sepraktis ini tidak boleh sampai terlewat.
Kalau kamu suka update konten atau menambah laman baru, mengetahui apakah website sudah terindex di Google atau belum juga jadi cara untuk mengecek progres.
Jika belum banyak laman yang terindex atau mengalami deindex, bisa jadi ada masalah pada technical atau kontennya.
Mengetahui berapa laman yang terindex di Google juga merupakan basis dari pembuatan strategi SEO.
Contohnya, jika laman yang terindex masih sedikit sekali dibanding total halaman, maka perlu fokus ke strategi untuk memprioritaskan pembetulan technical SEO dulu baru pindah ke strategi off-page SEO.
Kalau jumlah laman di site: atau bar hijau di Google Search Console berkurang, berarti terjadi deindex.
Jika laman website-mu hanya sedikit saja yang terindex, maka ada beberapa kemungkinan, yaitu:
Sederhananya, inti dari yang harus kamu lakukan jika laman website yang terindex di Google masih adalah:
Mengecek/mengetahui apakah website sudah terindex di Google atau belum adalah hal yang esensial untuk seorang praktisi SEO dan blogger. Bahkan caranya terbilang sangat mudah, modal Google saja cukup kok.
Namun, tidak perlu mengeceknya sering-sering ya, terutama kalau content velocity situsmu rendah. Kecuali kalau rutin menambah laman baru. Menurut pemilik blog ini, seminggu sekali hingga sebulan sekali cukup untuk mengecek status index suatu situs.
Kalau situsmu? Sudah berapa laman yang terindex di Google, apakah perbandingannya aman dengan yang tidak diindex?
Happy optimizing!
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…