SEO

Blog Sepi Pengunjung? Ini Penyebab dan Solusinya!

Blog sepi pengunjung itu bak bencana bagi blogger. Bagaimana tidak? Pemasukan mayoritas adalah lewat Adsense, sehingga jika tidak ada pengunjung, berarti tidak ada cuan yang masuk.

Nah, apa penyebab blog bisa sepi pengunjungnya? Apa yang harus kita lakukan sebagai blogger?

Berapa Patokan Traffic Blog yang bisa Dikatakan Sepi?

Blog dapat dikatakan sepi jika hanya mendapatkan sedikit traffic saja, dari apa pun jenis traffic-nya.

Jumlah traffic yang dikatakan sepi ini relatif tergantung berapa laman/konten yang ada di blognya.

Ada yang bisa bilang 100 traffic per hari sepi karena kontennya banyak, jadi traffic tidak harus 1 digit untuk dapat dikatakan sepi.

Bahaya Blog Sepi Pengunjung

a. Berkurangnya Penghasilan dari Adsense

Pemasukan dari Adsense? Berarti traffic sangat vital untuk menambah banyak penghasilan dari Adsense tersebut.

Kalau traffic sepi, sedikit juga pemasukan dari Adsense-nya.

b. Minat Content Placement dari Calon Klien Menurun

Salah satu hal yang menarik minat brand atau bisnis untuk melakukan content placement di blog adalah traffic atau pengunjung.

Kalau sepi, tentunya makin menipis minat calon klien untuk melakukan content placement.

c. Motivasi untuk Ngeblog Terjun Bebas

Sudah ngeblog lama, tapi masih sepi pengunjung. Motivasi jadi terjun bebas bukan?

Namun, ada juga yang justru motivasinya malah meningkat.

d. Tidak Ada yang Mau Membeli Blognya

Kalau kamu ingin menjual blogmu, salah satu yang bikin orang minat adalah traffic.

Siapa yang mau membeli blog sepi? Apalagi kalau faktornya ada di traffic dan Adsense.

Kecuali ada pembeli yang memang tipenya ingin mengembangkan blog sepi atau dari nol.

Penyebab Blog Sepi Pengunjung

Penyebab blog sepi pengunjung paling holistik adalah tidak menerapkan SEO sama sekali atau salah dalam penerapannya. Contohnya:

Namun, ada juga penyebab non teknis seperti persaingan ketat di niche-nya.

Jadi, solusinya apa?

Solusi untuk Blog Sepi Pengunjung

Solusi untuk blog sepi pengunjung adalah:

a. Perbanyak Konten dengan Niche Spesifik

Blog itu hidup dari konten, jadi perbanyaklah konten, terutama pada niche spesifik agar branding lebih mudah dilakukan, membentuk topical authority, serta menerapkan Google E-E-A-T.

Bagaimana dengan blog gado-gado? Yah, bisa jadi menyumbang traffic, tapi sulit bersaing dengan blog microniche.

b. Perkenalkan Blogmu di Media Sosial

Yah, sebelum inbound, kita harus menyampaikan konten kita dan media yang gratis untuk hal ini adalah media sosial.

Setelah posting konten, jangan lupa untuk meng-update-nya di media sosial agar makin banyak yang aware dengan blogmu.

c. Mengaudit Technical SEO

Fondasi dari SEO adalah technical, bahkan konten terbaik tidak akan muncul di Google kalau technical SEO-nya bapuk.

Lakukan SEO audit dan perbaiki sisi technical terlebih dahulu sebelum lanjut ke perbanyak konten dan melakukan 0ff-page SEO.

d. Mengincar Niche yang Tidak Banyak Kompetitornya

Terakhir, jika kamu merasa persaingan terlalu ketat, coba eksplor niche yang jarang sekali kompetitornya.

Kamu berpeluang untuk jadi penguasa di niche tersebut selama tidak ada brand besar atau pemilik situs dengan banyak modal masuk ke niche tersebut.

e. Tinggalkan Teknik Black Hat SEO

Teknik black hat SEO dapat meningkatkan traffic dalam jangka pendek saja.

Namun, untuk jangka panjang, blognya akan jadi sepi karena mendapatkan penalti dari Google.

Blog Sepi Itu bukanlah Akhir bagi Blogger!

Pasti frustasi rasanya bagi blogger ketika blognya sepi, padahal sudah buat konten secara konsisten.

Sayangnya, memang mendapatkan traffic itu bukanlah hal yang mudah. Perlu banyak optimasi yang dilakukan.

Lagipula, jika memang punya traffic tinggi itu mudah dan menghasilkan banyak uang, semua orang pasti sudah jadi blogger bukan? Konsistenlah dengan jalan yang kamu pilih.

Happy blogging!

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Studi Kasus SEO – Perbandingan CTR Halaman yang Menarget Transactional Intent vs Informational Intent

Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…

11 hours ago

Strategi SEO Content yang Masih Efektif di Era AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…

1 day ago

SPIL, Perusahaan Shipping dan Logistic Terbaik di Indonesia – Bukan Tanpa Alasan!

Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…

2 days ago

7 Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…

3 days ago

Pintu: Aplikasi Investasi dan Trading Saham Tertokenisasi

Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…

3 days ago

Website Ada tapi Traffic Nol? Audit Website Gratis via Konsultasi Creativism!

Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…

1 week ago