410 Gone: Pengertian, Penyebab, Dampak SEO, dan Cara Mengatasinya
Dalam pengelolaan website, kode status HTTP menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi halaman ketika diakses oleh pengguna maupun mesin pencari. Salah satu kode status yang perlu dipahami oleh pemilik website dan praktisi SEO adalah 410 Gone.
HTTP 410 Gone menunjukkan bahwa suatu halaman atau sumber daya sudah tidak tersedia di server dan kondisi tersebut diperkirakan bersifat permanen. Berbeda dengan error 404 Not Found yang tidak secara eksplisit menyatakan apakah halaman akan kembali tersedia, kode 410 memberikan sinyal bahwa sumber daya tersebut memang sudah dihapus.
Dalam konteks SEO, penggunaan kode status ini perlu dipertimbangkan dengan cermat. Kesalahan dalam mengatur respons HTTP dapat memengaruhi pengalaman pengguna, proses crawling mesin pencari, serta visibilitas halaman di hasil pencarian.
Lantas, apa itu 410 Gone, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut pembahasan lengkapnya.
Apa Itu 410 Gone?
410 Gone adalah kode status HTTP dalam kategori 4xx yang menunjukkan bahwa sumber daya yang diminta sudah tidak tersedia di server dan kemungkinan besar tidak akan tersedia kembali. Yah, jadi gone for good!
Kode status ini dikirimkan oleh server ketika browser atau klien lain meminta halaman yang telah dihapus secara permanen.
Sebagai contoh, sebuah website memiliki halaman berikut:
https://contoh.com/promo-ramadan-2024/
Setelah program promosi berakhir, pemilik website memutuskan untuk menghapus halaman tersebut secara permanen dan tidak menyediakan penggantinya. Server kemudian dapat dikonfigurasi untuk memberikan respons HTTP 410 ketika URL tersebut diakses.
Halaman yang umumnya diberikan status ini adalah halaman produk di e-commerce yang tidak akan dijual lagi dan sudah habis juga.
Dengan respons ini, server memberi tahu klien bahwa halaman tersebut sengaja dihapus dan tidak lagi tersedia.
Kode 410 tidak selalu berarti seluruh URL harus dihapus dari Google seketika. Mesin pencari tetap perlu melakukan crawling dan memproses respons tersebut sebelum memperbarui indeksnya.
Perbedaan 410 Gone dan 404 Not Found
410 Gone dan 404 Not Found sama-sama menunjukkan bahwa sumber daya tidak tersedia. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam makna yang disampaikan kepada klien.
Berikut perbandingannya.
| Aspek | HTTP 410 Gone | HTTP 404 Not Found |
|---|---|---|
| Makna | Sumber daya sudah tidak tersedia dan dianggap telah dihapus secara permanen | Server tidak menemukan sumber daya yang diminta |
| Status penghapusan | Secara eksplisit menunjukkan penghapusan permanen | Tidak secara eksplisit menyatakan apakah halaman akan kembali |
| Penggunaan umum | Halaman yang sengaja dihapus dan tidak akan diganti | URL yang tidak ditemukan atau halaman yang tidak tersedia |
| Dampak terhadap SEO | Memberikan sinyal bahwa URL tidak lagi tersedia secara permanen | Memberikan sinyal bahwa URL tidak ditemukan |
| Penanganan oleh mesin pencari | Dapat diproses sebagai sinyal untuk menghapus URL dari indeks | Dapat diproses sebagai sinyal untuk menghapus URL dari indeks jika tetap mengembalikan 404 |
Google umumnya memperlakukan kode 404 dan 410 dengan cara yang serupa dalam proses pengindeksan. Keduanya dapat menyebabkan URL dikeluarkan dari indeks ketika Googlebot melakukan crawling dan mengonfirmasi bahwa halaman memang tidak tersedia.
Oleh karena itu, penggunaan 410 tidak otomatis membuat halaman keluar dari indeks jauh lebih cepat dibandingkan 404 dalam semua kondisi.
Perbedaan utamanya terletak pada makna respons yang diberikan oleh server: 410 secara eksplisit menyatakan bahwa sumber daya sudah dihapus, sedangkan 404 menyatakan bahwa sumber daya tidak ditemukan.
Penyebab HTTP 410 Gone
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sebuah website mengembalikan kode status 410 Gone. Sebagian merupakan hasil keputusan pengelolaan website, sementara sebagian lainnya dapat terjadi akibat kesalahan konfigurasi.
1. Halaman Dihapus Secara Permanen
Penyebab paling umum adalah penghapusan halaman yang memang akan dihapus permanen.
Misalnya, sebuah website memiliki halaman pengumuman acara yang sudah selesai dan tidak lagi relevan. Jika halaman tersebut dihapus secara permanen tanpa pengganti, pemilik website dapat menggunakan respons 410.
Namun, jika halaman masih memiliki nilai historis atau organic traffic yang relevan, mempertahankannya sebagai arsip mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.
Ini perlu jadi pertimbangan untuk website berita.
2. Produk Sudah Tidak Dijual
Website e-commerce dapat menggunakan 410 untuk halaman produk yang sudah dihentikan secara permanen dan tidak memiliki pengganti yang relevan.
Contohnya, sebuah toko online menghapus halaman produk lama karena produk tersebut tidak lagi diproduksi.
Meski demikian, keputusan ini perlu mempertimbangkan nilai SEO halaman.
Jika produk hanya habis sementara atau akan tersedia kembali, penggunaan 410 bukan pilihan yang tepat. Lebih tepat menggunakan redirect 302.
3. Konten Dihapus karena Sudah Tidak Relevan
Konten lama yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan website terkadang dihapus sebagai bagian dari proses pemeliharaan konten.
Misalnya, sebuah website menghapus halaman pengumuman promosi yang sudah kedaluwarsa dan tidak memiliki manfaat sebagai arsip.
Jika halaman benar-benar tidak lagi diperlukan dan tidak mempunyai pengganti yang sesuai, kode 410 dapat digunakan untuk menandai penghapusan permanen.
4. Kesalahan Konfigurasi Server
HTTP 410 juga dapat muncul akibat konfigurasi server yang tidak tepat.
Sebagai contoh, aturan pada file .htaccess, konfigurasi Nginx, atau kode aplikasi dapat menyebabkan URL tertentu mengembalikan respons 410 meskipun halaman sebenarnya masih tersedia.
Dalam situasi ini, 410 merupakan kesalahan teknis yang perlu diperbaiki, bukan sinyal penghapusan yang disengaja.
5. URL Dihapus dalam Proses Migrasi Website
Saat melakukan migrasi website, restrukturisasi URL, atau penghapusan direktori, beberapa halaman dapat dihapus dari sistem.
Jika URL lama tidak lagi memiliki pengganti yang relevan, server dapat mengembalikan 410. Sebaliknya, apabila konten dipindahkan ke URL baru yang setara, pengalihan permanen menggunakan HTTP 301 biasanya lebih tepat.
Pemilihan respons yang benar membantu menghindari hilangnya akses terhadap konten yang masih bermanfaat bagi pengguna.
Karena itu, proses migrasi harus dilakukan secara hati-hati.
Dampak 410 Gone terhadap SEO
Kode status 410 memiliki hubungan langsung dengan proses crawling dan pengindeksan mesin pencari. Karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan tujuan pengelolaan konten.
1. URL Dapat Dikeluarkan dari Indeks Google
Ketika Googlebot menemukan URL yang mengembalikan respons 410, Google memperoleh sinyal bahwa halaman tersebut telah dihapus secara permanen.
Setelah memproses respons tersebut, Google dapat mengeluarkan URL dari indeks pencarian. Namun, prosesnya tidak selalu terjadi secara langsung karena bergantung pada crawling dan pemrosesan oleh Google.
Jika halaman memang sengaja dihapus, respons 410 membantu menyampaikan kondisi tersebut secara eksplisit.
2. Mengurangi Crawling pada URL yang Sudah Dihapus
URL yang sudah tidak diperlukan tidak perlu terus diperlakukan sebagai halaman aktif.
Respons 410 membantu mesin pencari memahami bahwa sumber daya tersebut tidak tersedia lagi. Seiring waktu, Google dapat mengurangi frekuensi crawling terhadap URL yang telah dihapus. Hal ini penting untuk website e-commerce yang mana perlu perhitungan crawl budget yang matang.
Namun, penggunaan 410 bukan jaminan bahwa seluruh aktivitas crawling terhadap URL tersebut akan langsung berhenti.
3. Berpotensi Menghilangkan Organic Traffic
Apabila URL yang mengembalikan 410 sebelumnya mendapatkan traffic dari Google, pengguna tidak lagi dapat mengakses halaman tersebut melalui hasil pencarian setelah URL dikeluarkan dari indeks.
Dampaknya dapat berupa kehilangan organic traffic, konversi, atau akses terhadap informasi yang sebelumnya tersedia.
Karena itu, sebelum menghapus halaman, pemilik website perlu mengevaluasi organic traffic, backlink, konversi, dan relevansi kontennya.
4. Memengaruhi Nilai Backlink
Halaman yang dihapus secara permanen tidak lagi menyediakan konten yang sebelumnya menjadi tujuan backlink.
Jika halaman tersebut memiliki backlink berkualitas, penghapusannya dapat menghilangkan kesempatan untuk memanfaatkan nilai SEO yang berkaitan dengan halaman tersebut.
Apabila terdapat halaman pengganti yang benar-benar relevan, pengalihan 301 dapat dipertimbangkan. Namun, mengalihkan semua URL yang dihapus ke homepage tanpa relevansi yang jelas bukan praktik yang disarankan.
5. Membantu Pengelolaan Website yang Lebih Terstruktur
Penggunaan 410 secara tepat dapat membantu pengelola website membedakan halaman yang sengaja dihapus dari halaman yang masih aktif atau mengalami masalah teknis.
Dengan demikian, pengelolaan URL menjadi lebih terstruktur dan mesin pencari memperoleh informasi yang sesuai mengenai kondisi halaman.
Perlu diingat bahwa kode 410 bukan strategi untuk meningkatkan peringkat secara langsung. Manfaatnya terutama berkaitan dengan pengelolaan URL (crawl budget) yang memang tidak lagi dibutuhkan.
Kapan Sebaiknya Menggunakan 410 Gone?
Tidak semua halaman yang dihapus harus mengembalikan kode 410. Pemilihan kode status perlu mempertimbangkan apakah halaman akan kembali tersedia, mempunyai pengganti, atau masih memberikan manfaat bagi pengguna.
Berikut beberapa panduan penggunaannya.
Gunakan 410 jika:
- Halaman dihapus secara sengaja dan permanen.
- Konten tidak lagi relevan dan tidak memiliki halaman pengganti yang setara.
- Produk atau layanan sudah dihentikan secara permanen dan halaman tidak perlu dipertahankan.
- Pemilik website ingin menyampaikan secara eksplisit bahwa produk/servis tidak akan tersedia kembali.
Pengalaman pemilik blog ini, pernah mengimplementasikan 410 gone di website klien pada e-commerce-nya di mana barang yang tidak dijual lagi diputuskan untuk 410 gone pada halamannya.
Cara Mengecek HTTP 410 Gone
Untuk mengetahui apakah sebuah URL mengembalikan kode status 410, Anda dapat menggunakan beberapa metode berikut.
1. Menggunakan HTTP Status Checker
HTTP status checker merupakan alat yang dapat digunakan untuk memeriksa respons server terhadap URL tertentu.
Cara menggunakannya:
- Buka alat pemeriksa HTTP status.
- Masukkan URL halaman yang ingin diperiksa.
- Jalankan pemeriksaan.
- Perhatikan kode status HTTP yang ditampilkan.
Jika hasilnya menunjukkan 410 Gone, server menyatakan bahwa halaman tersebut sudah tidak tersedia secara permanen.
Pastikan Anda memeriksa URL yang tepat, termasuk protokol HTTP atau HTTPS dan variasi URL yang digunakan website.
2. Menggunakan Browser Developer Tools
Anda juga dapat memeriksa respons HTTP melalui Developer Tools di browser.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka halaman yang ingin diperiksa.
- Tekan
F12atau buka Developer Tools melalui menu browser. - Pilih tab Network.
- Muat ulang halaman.
- Pilih permintaan dokumen utama dan periksa bagian Status Code.
Jika halaman mengembalikan kode 410, status tersebut akan terlihat pada detail permintaan dokumen.
Perhatikan bahwa browser dapat menampilkan halaman error khusus yang dirancang oleh website. Tampilan halaman tersebut tidak selalu menunjukkan kode HTTP yang sebenarnya, sehingga pemeriksaan status respons tetap diperlukan.
3. Menggunakan Command Line
Bagi pengelola website atau praktisi teknis, perintah curl dapat digunakan untuk memeriksa status HTTP.
Contoh:
curl -s -o /dev/null -w "%{http_code}\n" https://contoh.com/halaman-lama/
Perintah tersebut menampilkan kode status HTTP yang diterima dari URL yang diperiksa. Jika server mengembalikan status 410, hasilnya akan menunjukkan 410.
Untuk mendiagnosis masalah lebih lanjut, Anda dapat menggunakan opsi verbose curl guna memeriksa detail permintaan dan respons server.
Cara Mengatasi HTTP 410 Gone
Penanganan HTTP 410 bergantung pada apakah penghapusan halaman memang disengaja dan sudah direncanakan, atau malah karena ada kesalahan teknis.
1. Periksa Apakah Halaman Memang Dihapus
Langkah pertama adalah memastikan apakah URL tersebut seharusnya masih aktif.
Jika halaman memang sengaja dihapus secara permanen, respons 410 dapat dipertahankan. Namun, jika halaman masih dibutuhkan, periksa konfigurasi server, sistem manajemen konten (CMS), dan aturan pengalihan yang mungkin menyebabkan masalah.
2. Perbaiki Konfigurasi Server
Jika halaman masih tersedia tetapi server mengembalikan 410, periksa konfigurasi yang berkaitan dengan URL tersebut.
Beberapa bagian yang dapat ditinjau meliputi:
- Aturan pada file
.htaccessuntuk server Apache. - Konfigurasi lokasi dan respons pada Nginx.
- Aturan routing pada aplikasi atau CMS.
- Plugin pengalihan dan plugin SEO.
- Kode aplikasi yang menentukan respons HTTP.
Setelah melakukan perbaikan, periksa kembali respons server untuk memastikan URL memberikan status yang sesuai.
3. Pulihkan Halaman yang Masih Dibutuhkan
Jika halaman terhapus secara tidak sengaja, pulihkan konten melalui sistem pencadangan, riwayat revisi CMS, atau salinan konten yang tersedia.
Pastikan URL tersebut kembali mengembalikan respons yang sesuai, umumnya HTTP 200 jika halaman tersedia dan dapat diakses secara normal.
4. Perbarui/Update Internal Link
Jika sebuah halaman sengaja dihapus, periksa tautan internal yang masih mengarah ke URL tersebut.
Pembaruan ini bisa dengan mengganti internal link atau internal link-nya dicopot.
5. Perbarui XML Sitemap
XML sitemap sebaiknya berisi URL yang memang ingin dipertahankan dan diindeks oleh mesin pencari.
Jika sebuah halaman sudah dihapus secara permanen dan mengembalikan 410, keluarkan URL tersebut dari sitemap. Mempertahankan URL yang dihapus di dalam sitemap dapat memberikan sinyal yang tidak konsisten kepada mesin pencari.
6. Evaluasi Backlink dan Organic Traffic
Sebelum mempertahankan atau mengubah respons 410, periksa apakah halaman memiliki backlink berkualitas, organic traffic, atau kontribusi terhadap konversi.
Jika ada pengurangan signifikan, pertimbangkan untuk buat halaman lagi jika memungkinkan. Kalau aman, berarti tidak perlu ada apa pun yang dilakukan.
HTTP 410 bisa Bermanfaat
HTTP 410 Gone adalah kode status yang menunjukkan bahwa suatu halaman atau sumber daya sudah tidak tersedia dan dianggap telah dihapus secara permanen.
Status kode ini dapat bermanfaat bagi SEO, terutama untuk website e-commerce yang butuh perhitungan crawl budget, sehingga produk yang sudah tidak dijual lagi, bisa ditandai 410 agar Googlebot tidak membuang waktu untuk capek-capek ke halaman tersebut.
Dalam SEO, respons ini membantu mesin pencari memahami bahwa URL tidak lagi aktif dan dapat dikeluarkan dari indeks setelah diproses. Namun, penggunaan 410 perlu dilakukan secara hati-hati karena penghapusan halaman dapat berdampak pada organic traffic, backlink, dan pengalaman pengguna.
Jika halaman memang dihapus secara permanen dan tidak memiliki pengganti yang relevan, kode 410 dapat menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, jika halaman masih dibutuhkan atau telah dipindahkan, pemulihan halaman maupun pengalihan 301/302 mungkin lebih sesuai.
Jadi, implementasikan 410 dengan benar!