KepenulisanPengalaman

10 Cara Menulis Artikel SEO Friendly – Penulis Wajib Masuk!

Kalau saya lihat lowongan penulis, rasanya kebanyakan memerlukan pemahaman tentang SEO (Search Engine Optimization), sehingga artikel tersebut bisa dengan mudah dicari oleh mesin pencari. Sayangnya, karena terlalu fokus untuk “memuaskan” mesin pencari, penulis terkadang lupa untuk “memuaskan” user. Justru, cara menulis artikel SEO friendly sebenarnya harus “memuaskan” mesin pencari dan user (keduanya). Sayang kan kalau di peringkat paling atas hasil mesin pencari (SERP), tetapi tulisanmu tidak dibaca sampai habis?

Setelah 1,5-2 tahun menulis dan menjadi editor untuk keperluan SEO klien dan pekerjaan di kantor, berikut insight yang saya dapatkan dalam cara menulis artikel SEO friendly.

Menulis artikel SEO friendly termasuk bentuk on-page SEO.

1. Gunakan Heading (Sub Judul)

Gunakan heading (sub judul) pada artikel agar tulisanmu lebih terstruktur dan lebih enak dibaca.

Heading yang dimaksud adalah heading 1, 2, dan seterusnya.

Penyusunan heading bisa menggunakan content outline (kerangka konten).

Saya pernah menulis artikel hingga menggunakan heading 4 karena bahasannya sangat dalam.

2. Jangan Paksakan untuk Menempatkan Kata Kunci

Penempatan kata kunci dalam artikel SEO friendly ada seninya tersendiri. Kamu harus bisa menempatkan kata kunci senatural mungkin. Jangan dipaksa, apalagi sampai-sampai tidak enak dibaca dan terkesan “maksa” (readability yang buruk), apalagi tidak memenuhi kaidah Bahasa Indonesia yang benar.

Seorang penulis artikel SEO friendly yang baik dapat menempatkan kata kunci dengan natural. Justru, hal ini adalah skill yang harus dikuasai jika kamu benar-benar serius untuk bekerja di kepenulisan yang berkaitan dengan SEO.

Penempatan kata kunci yang tidak natural dan keyword density yang tinggi akan membuat dirimu terkesan melakukan keyword stuffing yang merupakan teknik black hat SEO.

3. Jawab Search Intent dari User

Fungsi dari mesin pencari pada hakikatnya adalah mencari jawaban. Setiap kata kunci memiliki intensi dibaliknya. Semakin panjang kata kuncinya, biasanya akan semakin jelas apa intensinya

Dari kata kunci yang diberikan, cobalah untuk menulis dengan pertanyaan seperti ini di pikiran: “Kalau orang ini mengetik kata kunci ini, ia sedang mencari apa ya?”

Jawaban dari pertanyaan di atas akan menjadi outline/kerangka tulisanmu.

4. Menulislah Tanpa Memikirkan SEO

Trik ini adalah cara menulis artikel SEO yang mungkin bisa membuatmu bertanya-tanya. Jadi, kamu tidak perlu pusing memikirkan kaidah SEO dalam menulis. Cukup pikirkan dari kata kunci yang diberikan, apa yang diharapkan dari userContent is king hanya berlaku jika kontenmu benar-benar untuk user, bukan untuk search engine semata.

Lihat lagi penempatan kata kunci setelah artikelnya beres. Kalau sudah natural, itu sudah cukup. Untuk jumlah? Sebaiknya jangan lakukan keyword stuffing atau penumpukan kata kunci.

Prinsip yang bisa kamu gunakan dalam hal ini adalah user first, search engine later.

5. Gunakan Plugin yang bisa Membantu

Kalau kamu tidak ada content brief dari klien soal jumlah dan penempatan kata kunci, kamu bisa menggunakan plugin seperti Yoast untuk melihat apakah artikel yang kamu buat sudah SEO friendly atau belum.

Meski demikian, jangan telan mentah-mentah masukan dari Yoast. Lampu hijau bukan jaminan ranking 1 atau halaman 1 SERP dan lampu merah bukan berarti artikelnya “jelek” secara SEO.

Saya pernah menulis artikel yang lampu Yoast-nya merah, tetapi masuk halaman pertama Google dan artikel yang lampu Yoast-nya hijau tidak ranking. Tentunya banyak hal yang memengaruhi rank di Google. Kita hanya bisa berusaha dengan memenuhi SEO best practice yang sudah diberikan panduannya oleh Google.

6. Jangan Lupakan Internal Link

Internal link adalah link yang jika diklik di suatu situs, arah dari link tersebut masih mengarah ke dalam situs yang sama. Bisa dibilang, internal link adalah bentuk dari mereferensikan diri sendiri.

Internal link penting dalam SEO karena link tersebut memberitahukan Google bagaimana struktur situsmu dan hierarkinya serta mempermudah proses crawling dan indexing. Selain itu, experience situs juga akan lebih bagus dengan adanya internal link karena user akan lebih lama di dalam situs akibat dari banyaknya blog yang sambung-menyambung/berkaitan dengan blog lainnya. User akan semakin paham tentang situsmu.

Sebagai catatan, backlinkexternal/outbound link, dan internal link itu adalah tiga hal yang  berbeda ya!

7. Minta Bantuan Orang Lain untuk Mengedit/Review, Lebih Bagus jika Ahli di Bidangnya

Sejago apa pun orang menulis, pasti akan melakukan kesalahan di draft pertamanya. Tulisan yang bagus, mau itu SEO friendly atau tidak adalah hasil revisi dan masukan dari editor atau penulisnya sendiri yang melakukan self editing.

Untuk menerapkan Google E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritiveness, dan Trustworthiness) dan author authority, usahakan artikelmu mendapatkan review dari ahlinya. Contohnya, kalau kamu menulis seputar kesehatan dan pergizian, sebaiknya artikel di-review oleh ahli gizi.

Jangan lupa untuk minta izin jika ingin mencantumkan nama dan gelarnya dalam rangka menerapkan Google E-E-A-T.

Review dari ahli di bidangnya tidak hanya sekedar menerapkan Google E-E-A-T, tetapi juga meminimalkan peluang terjadinya misinformasi dan pembaca lebih percaya pada artikelmu.

8. Optimasi Judul dan Meta Description

Gunakan serpsim.com untuk mengoptimasi judul dan meta description yang kamu buat.

Untuk judul, tidak boleh lebih dari 60 karakter dan memuat kata kunci. Sementara untuk meta description (rangkuman isi blog), tidak lebih dari 155 karakter dan memuat kata kunci.

Untuk title tag, usahakan untuk mencantumkan nama brand untuk brand awareness.

Dalam menulis judul, cobalah untuk menerapkan hal ini:

  • Gunakan diksi yang berkaitan dengan psikologi manusia seperti rasa penasaran, ketakutan, dan keinginan untuk sukses (pain point)
  • Berikan angka pada judul, terutama artikel dengan tipe listicle
  • Jangan terlalu clickbait. Isi artikel harus menjawab judul
  • Pakai tanda tanya

9. Optimasi Gambar

Selain mengoptimasi tulisan, mengoptimasi gambar juga termasuk bagian dari cara menulis artikel SEO friendly.

Optimasi gambar yang bisa kamu lakukan adalah mengompres gambarnya dan dikonversi menjadi ekstensi webp serta menulis alt text pada gambarnya (memuat kata kunci).

Perlu diingat, pakailah gambar yang bebas hak cipta. Bisa dengan mengambil gambar dengan kamera, mendesain gambar sendiri, atau mengunduh gambar dari situs penyedia gambar gratisan.

10. Cek Level Plagiarisme

Terakhir, jangan lupa untuk mengecek level plagiarisme. Biasanya, tanpa sadar kita akan menulis hal yang sama dengan orang lain. Terkadang ada juga kasus yang memang kata/kalimatnya tidak boleh diubah seperti pribahasa dan isi Undang-Undang, sehingga level plagiarisme akan naik.

Jangan coba-coba untuk menggunakan spinner untuk mengakali plagiarisme. Penulis yang “beneran” penulis bisa melakukan parafrase tanpa alat seperti itu.

Apakah Kamu sudah Menerapkan Cara Menulis Artikel SEO Friendly?

Mungkin ada beberapa orang, termasuk penulis yang merasa kalau kaidah SEO membatasi kreativitas dan ribet banget.

Sebagai penulis, saya menjadikan kaidah SEO untuk menambah kreativitas saya, contohnya adalah bagaimana saya bisa menjawab intensi user dan menempatkan kata kunci secara natural.

Biasanya, klien akan memberikan content brief dan outline agar memudahkan penulis dalam melakukan pekerjaannya, sehingga tidak perlu pusing soal berapa kata kunci yang muncul, gaya bahasa, harus menulis tentang apa, dll. Jika tujuan artikel adalah untuk jualan, biasanya akan diberikan CTA (Call to Action) yang mengarah ke link tertentu.

Dari 10 cara menulis artikel SEO friendly di atas, mana yang sudah kamu terapkan? 

Terakhir, jangan lupa untuk audit SEO untuk evaluasi kinerja dan hal yang kita lakukan. Situs yang SEO friendly juga dibutuhkan agar artikel bisa cepat ranking.

Author

15 thoughts on “10 Cara Menulis Artikel SEO Friendly – Penulis Wajib Masuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *