Cara Menyunting Tulisan dengan ChatGPT/AI Generatif
Menulis dengan ChatGPT atau AI generatif lainnya? Sepertinya sudah banyak orang yang melakukannya. Kalau menyunting atau mengedit? Sepertinya jarang yang mengakuinya.
ChatGPT atau AI generatif padahal alat yang bagus untuk menyunting tulisan loh, baik itu untuk buku, blog post, dsb.
Berikut cara menyunting tulisan dengan ChatGPT/AI generatif:
1. Tempel Draft Pertama di AI-nya atau Beri File-nya
Pertama, tempel draft pertamamu di AI-nya atau upload saja file yang berisi draft pertamamu (biasanya dalam docs atau pdf).
2. Tulis Prompt untuk Menyunting
Tulis prompt untuk menyunting seperti “tolong sunting tulisan ini ….” kamu bisa custom prompt-nya dengan menambahkan:
1. Target pembaca atau buyer persona
2. Kamu sedang berperan sebagai apa (sebagai sumber), misalnya lagi seperti insinyur senior
3. Apa yang mau disunting? Tone of voice? Typo? Tata bahasa?
3. Minta ChatGPT/Generatif Mengkritik Tulisannya
AI memang tidak sempurna karena potensi halusinasinya, tetapi tidak ada salahnya untuk meminta AI untuk mengkritik tulisan. Menurut pemilik blog ini, AI cukup objektif dalam menyampaikan kritik, maklum karena mesin, bukan manusia (pemilik blog ini punya machine heuristic yang tinggi).
4. Jangan Sekali saja Menyuntingnya
Mirip dengan prosedur menyunting artikel secara manual. Kalau bisa mengedit dengan AI juga jangan sekali saja. Coba setelah penyuntingan dilakukan, sunting lagi jika ada kesalahan.
5. Cek dan Finalisasi sebelum Tulisannya Disebarkan
Setelah penyuntingan dengan ChatGPT/AI generatif dirasa sempurna, cek lagi untuk finalisasi. Meski bersih typo, siapa tahu tulisannya belum pas secara kontekstual atau tulisannya justru jadi kaku.
Kekurangan AI dalam Menyunting Tulisan
Pemilik blog ini cukup sering meminta AI mengkritik tulisan pemilik blog ini sendiri. Meski masukannya cukup objektif dan menarik, terdapat beberapa kelemahan:
1. AI tidak sanggup mempertahankan argumen ketika kita defensif atas karya kita (sukanya jadi yes man)
2. Terkadang kalau diminta referensi ide suntingan, suka halusinasi, kasih sumber tidak jelas atau mengada-ngada
3. Hasil kritik/penyuntignan AI hari ini, bisa saja berbeda dengan besok pada teks yang sama. Bahkan bisa cenderung kontradiktif hari ini dan besoknya
Untuk itu, meski AI bisa membantu dalam penyuntingan, kita harus tetap kritis sebagai penulis.
Justru hal ini menjadi penelitian yang menarik bagi akademisi, terutama di media digital/IT.
Pakai AI sebagai Asisten dengan Kritis
AI generatif seperti ChatGPT bisa membantu dalam berbagai pekerjaan seperti menyunting tulisan. Namun, kita tetap harus kritis karena AI berpotensi halusinasi.
Kalau kamu, apakah pakai AI untuk menyunting tulisan?