SEO

Studi Kasus SEO – Perbandingan CTR Halaman yang Menarget Transactional Intent vs Informational Intent

Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk menanggulangi penurunan CTR ini adalah memperbanyak halaman yang menarget transactional intent. Namun, studi tentang perbandingan CTR antara halaman yang menarget transactional intent dan informational intent masih terbatas.

Karena itu, pemilik blog ini menggunakan data situs yang pernah pemilik blog ini handle (tidak disebutkan) untuk menganalisis apakah ada perbedaan signifikan pada CTR halaman yang menarget transactional intent dengan informational intent.

Metode

Pemilik blog ini melakukan filter lewat URL di GSC untuk mendapatkan data halaman yang menarget transactional dan informational queries. Halaman dengan CTR 0% dibersihkan. Kemudian, akhirnya didapatkan 80 data per grup dengan klik terbanyak untuk dibandingkan CTR-nya.

Untuk perbandingan CTR transactional vs informational intent,u ji beda independent sample t-test dengan software SPSS akan dilakukan.

Hasil

Grup 1 adalah CTR dari halaman transactional intent, grup 2 adalah CTR dari halaman informational intent. Dari nilai p-value (sig.), nilainya di bawah 0,05, sehingga ada perbedaan signifikan antara CTR halaman transactional intent dengan CTR halaman informational intent. CTR halaman transactional intent memiliki rata-rata lebih besar.

Diskusi

Temuan ini memperkuat asumsi bahwa memang ada efek mulut buaya di SEO di mana terjadi penurunan CTR. Yang paling berpengaruh terhadap klik atau CTR adalah halaman informational intent karena user tidak perlu lagi masuk ke situs untuk mengetahui informasi. Berbeda dengan transactional intent di mana user mau tidak mau harus berkunjung ke page-nya untuk melakukan transaksi.

Bagi bisnis yang menjadikan situsnya sebagai tempat untuk mendapatkan revenue, mereka bisa memperbanyak service page berkualitas untuk meningkatkan CTR.

Studi ini juga jadi kabar tidak mengenakkan untuk blogger dan situs yang hanya mengandalkan blog post yang umumnya menarget informational intent. CTR tidak akan terlalu tinggi di halaman dengan jenis tersebut.

Limitasi

Studi ini hanya memakai satu situs saja dan di topik YMYL. Studi selanjutnya bisa dilakukan di situs non YMYL. Selain itu, studi ini mengabaikan posisi rata-rata. Jika CTR di atas 0% atau ada klik, maka bisa masuk ke inklusi data. Data yang dipakai di studi ini juga hanya data 3 bulan terakhir. Studi selanjutnya bisa memakai data lebih lama dari periode tersebut.

Kesimpulan

Kesimpulannya, halaman transactional intent memiliki CTR lebih tinggi dan signifikan perbedaannya dengan halaman informational intent. Jadi, kamu yang mengurus situs untuk konversi/revenue, bisa memperbanyak halaman dengan search intent tersebut, alih-alih menambah produksi blog post jika tujuannya adalah meningkatkan CTR.

Lampiran

Data mentah, kiri: CTR, grup 1 = transactional intent, grup 2= informational intent

1.55 1
3.71 1
.29 1
.76 1
.94 1
.47 1
.33 1
4.59 1
1.13 1
2.77 1
1.46 1
.19 1
3.00 1
3.17 1
1.99 1
3.52 1
1.65 1
2.31 1
5.46 1
1.59 1
.30 1
1.53 1
.16 1
.16 1
2.78 1
1.36 1
1.83 1
3.59 1
1.10 1
1.46 1
2.10 1
.79 1
1.32 1
.70 1
1.19 1
2.11 1
.23 1
1.47 1
1.48 1
1.75 1
.65 1
.78 1
.90 1
2.14 1
2.46 1
3.28 1
.97 1
2.74 1
6.54 1
.65 1
.23 1
.42 1
.15 1
.99 1
2.68 1
1.22 1
.22 1
.24 1
.94 1
2.26 1
2.39 1
3.38 1
8.93 1
.51 1
1.27 1
.14 1
.60 1
.71 1
2.29 1
.31 1
.70 1
1.27 1
.67 1
.71 1
14.29 1
3.48 1
6.13 1
1.16 1
.74 1
4.28 1
1.66 2
1.03 2
.60 2
.70 2
.77 2
1.87 2
.63 2
.93 2
.53 2
.60 2
.20 2
.64 2
.91 2
.33 2
.38 2
1.24 2
.72 2
1.04 2
.53 2
.51 2
.44 2
.35 2
.20 2
.36 2
.58 2
.24 2
.56 2
.38 2
.23 2
.28 2
.21 2
.33 2
1.78 2
.59 2
1.62 2
.56 2
.26 2
.13 2
.52 2
.99 2
.28 2
.56 2
.37 2
.15 2
.23 2
1.15 2
.12 2
.09 2
.54 2
.55 2
.14 2
.30 2
.42 2
.53 2
1.19 2
5.61 2
3.03 2
.54 2
.54 2
.08 2
.09 2
.25 2
.58 2
.66 2
.05 2
.07 2
.10 2
.18 2
.20 2
.79 2
.99 2
2.44 2
.03 2
.04 2
.08 2
.20 2
.21 2
.57 2
.62 2
1.67 2

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *