SEO

Apakah AI Search/LLM akan Menggantikan Mesin Pencari Sepenuhnya?

Dengan hadirnya AI search dan LLM, industri SEO jadi ramai, dengan banyak sekali opini bertebaran dari internet, terutama praktisi. Banyak yang mulai menyatakan “SEO is dead”. Klise yang selalu muncul. Meski kedua teknologi ini sama-sama bertujuan untuk membantu user dalam mencari informasi yang mereka inginkan.

Memangnya AI search/LLM akan menggantikan mesin pencari sepenuhnya? Oke, ini opini dari pemilik blog ini sebagai praktisi SEO dan media digital.

Berapa Lama suatu Teknologi bisa Diadopsi secara Penuh?

Dalam memandang adopsi teknologi, terdapat beberapa model dan teori yang bisa menjawab, seperti teori difusi inovasi dari Everett M. Rogers, model UTAUT dari Venkatesh (khusus teknologi IT), dan TAM (technology acceptance model) dari Davies. Teori difusi inovasi menjelaskan secara rinci bagaimana suatu teknologi awalnya diperkenalkan hingga diadopsi secara massal.

Menurut Everett M. Rogers, adopsi dari teknologi bisa bertahun-tahun, karena bergantung pada kompatibilitas:

1. Nilai

2. Kepercayaan

3. Pengalaman masa lalu dari sistem sosial

Terdapat beberapa tahapan pengadopsi: inovator-early adopter-early majority-late majority-laggard, sehingga kecepatan adopsi akan bervariasi. Empat elemen yang memengaruhi proses adopsi: inovasi, saluran komunikasi, waktu, dan sistem sosial.

Menurut konsep digital divide, terdapat kesenjangan akses teknologi, sehingga terjadi perbedaan skill dalam menggunaka teknologi yang dipengaruhi ekonomi, lokasi, pendidikan, usia, dan kemudahan akses pada teknologi.

Menurut TAM, adopsi teknologi dipengaruhi oleh seberapa berguna teknologi dalam membantu untuk mencapai tujuan serta seberapa mudah teknologinya dipakai. Kemudian ada model UTAUT (1 dan 2) yang menurut model tersebut, terdapat faktor seperti ekspektasi performa, ekspektasi usaha (seberapa mudah teknologinya dipakai), pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, harga, motivasi hedonis, dan pengalaman dalam memakai teknologinya.

Dari berbagai teori dan model adopsi teknologi, kesimpulannya butuh waktu bertahun-tahun agar AI search bisa sepenuhnya menggantikan Google. Tentunya hal ini kembali lagi ke banyak hal seperti yang dijelaskan di atas:

1. Kompatibilitas nilai dan sistem sosial

2. Persepsi tentang apakah teknologinya bisa mencapai tujuan

3. Persepsi tentang seberapa mudah teknologinya dipakai

4. Lingkungan (ekonomi, geografi, pendidikan, sistem sosial, dll.)

5. Motivasi hedonis

6. Harga

7. Pengalaman dalam memakai teknologi

Bagaimana dengan di Indonesia? Apakah AI Search/LLM akan Menggantikan Google?

Jika berbicara konteks Indonesia. Menurut pemilik blog ini, AI search/LLM masih sangat lama. Menurut penelitian, digital divide di Indonesia masih sangat nyata antar provinsi, sehingga akses ke LLM seperti ChatGPT, bahkan mesin pencari seperti Google sekalipun bisa terbatas karena butuh internet.

Dari penelitian, nilai indeks digital divide terbesar (akses teknologi paling rendah) dimiliki provinsi Papua, NTT, dan Sulawesi Tengah, sementara nilai indeks digital divide terendah adalah provinsi DKI Jakarta dan Yogyakarta, sehingga jika ada perpindahan adopsi teknologi dari Google ke AI search, kemungkinan provinsi DKI Jakarta dan Yogyakarta duluan yang mengalami. Sementara itu, provinsi lain akan jauh lebih lama tingkat adopsinya.

Google saat ini menguasai market share 90-an% di Indonesia. Untuk menurunkan hingga 20-30% apalagi 0% pemilik blog ini yakin akan butuh banyak dekade hingga berabad-abad. Dari model yang sudah ada, Google cukup menang di segi price karena gratis (LLM ada versi berbayar).

Menurut pemilik blog ini, AI search/LLM cukup lebih baik dari segi ekspektasi kemudahan, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi (pemilk blog ini tinggal di daerah urban). Namun, ini kan pemilik blog sendiri saja opininya, perlu ada studi kuantitatif dengan jumlah sampel yang besar untuk mengonfirmasi faktor-faktor dalam adopsi LLM. Namun, harusnya kembali ke tujuan memakai teknologi. Contohnya, menurut meta analisis, adopsi AI di pendidikan, ekspektasi performa (persepsi teknologi bisa membantu dalam mencapai tujuan) menjadi faktor dengan relasi yang kuat.

AI Search Masih Sangat Lama untuk Menggantikan Google/Mesin Pencari Sepenuhnya, Terutama di Indonesia

Jadi, untuk yang bilang AI search akan menggantikan mesin pencari seperti Google, sebaiknya kalian belajar dan banyak membaca dulu daripada clickbait hanya untuk dapat impresi dan klik 🙂

Terlalu banyak faktor yang memengaruhi adopsi teknologi. Dorongan adopsi juga bisa terjadi karena regulasi, lingkungan, dsb. Contoh, jika pemerintah melarang penggunaan LLM, maka tingkat adopsi bisa menurun jauh, boro-boro menggantikan Google. Begitu pula sebaliknya.

Referensi:

https://teddykw2.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/07/everett-m-rogers-diffusion-of-innovations.pdf

https://bpostel.komdigi.go.id/index.php/bpostel/article/view/27

https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/02666669241257206?casa_token=ztVSCSmkfGMAAAAA%3AFFC1k-Hgl-3Xzwa4FmmU15uAnf8iVkJBc2-qSEhFUIlIH7z8Q-LgMbUlAhQ_knBlnmrLjSewWxWsSg

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *