7 Hal yang Harus Dilakukan sebelum Vakum atau Berhenti Blogging
Mungkin di antara kamu, ada yang memilih untuk vakum blogging. Contohnya pemilik blog ini, vakum blogging karena sedang fokus menggarap tesis (saat blog post ini ditulis). Kamu pasti punya alasan sendiri juga seperti pekerjaan, sedang writer’s block, dsb.
Sebelum vakum, ada beberapa hal yang harus dilakukan loh. Jangan sembarangan vakum hehe. Berikut apa yang harus kamu lakukan sebelum vakum blogging.
1. Catat Password dan Username untuk Masuk ke Blog
Kalau vakumnya lama, bisa saja kita lupa password dan username. Jangan lupa dicatat. Bisa dengan notepad atau reminder lain.
2. Aktifkan Mode Libur pada Marketplace Backlink
Jika kamu menjual content placement atau guest posting di marketplace backlink, aktifkan mode libur agar calon klien tidak memesan dan vakum blogging tidak terganggu.
3. Kabari Klien Langganan
Punya klien langganan? Jangan lupa kabari mereka kalau kamu sedang vakum blogging.
4. Update Plugin
Plugin bisa outdated jika ditinggal lama. Update plugin sebelum kamu vakum dari dunia blogging.
5. Buat Ide untuk Masa Depan
Kalau kamu tidak vakum permanen, tidak ada salahnya untuk menyetok ide blogging di masa depan.
6. Catat Tanggal Domain Expired
Domain bisa kadaluarsa. Kalau mau vakum lama, jangan lupa untuk catat tanggal domain expired-nya, atau langsung perpanjang lebih dari 2 tahun. Bisa juga pakai fitur auto-renew jika disediakan.
Jangan sampai domainmu diklaim orang lain dan digunakan untuk kejahatan.
7. Kirim Notifikasi ke Pembaca Setia
Blogmu punya pembaca setia atau pelanggan newsletter? Kirim notifikasi ke mereka ya kalau sedang vakum. Siapa tahu mereka menunggu blog post-mu!
Siap Vakum Blogging dengan Tenang
Vakum blogging itu hak, tapi semestinya tetap dipersiapkan dengan baik karena ada beberapa risiko yang bisa terjadi jika tidak ada persiapan.
Kalau kamu, apakah sedang vakum blogging?