Setiap situs yang ada di dunia ini pastinya punya suatu tujuan. Tujuan situs bisa berbeda-beda tergantung pemilik situsnya. Misalnya, tujuan dari situs farisyudza.com adalah untuk monetisasi dan personal branding, serta belajar lewat menulis.
Berikut beberapa tujuan situs!
Biasanya, tujuan situs yang satu ini berlaku pada situs perusahaan. Jadi, tujuan situsnya adalah mendapatkan traffic, prospek, bahkan hingga penjualan.
Untuk mencapai tujuan ini tidak hanya bisa diraih oleh satu orang saja, tetapi tim, mulai dari konten, desainer/UX, developer, produk, SEO, sales, dan customer support.
Bisa juga kamu membuat customer journey, lead magnet, desain, dan perintilan situs lainnya, namun tentu bebannya berat dan memakan waktu lebih banyak.
Situs juga bertujuan untuk meningkatkan reputasimu. Apalagi kalau kamu adalah seorang penulis. Menurut opini penulis, wajib punya blog pribadi.
Tulisan/kontenmu beserat situs secara keseluruhan akan meningkatkan reputasimu. Sebaliknya, jika tidak terurus dengan baik, malah reputasi akan hancur.
Membangun citra juga bisa lewat situs loh. Contohnya, kalau kita ingin dipandang sebagai traveler, kita bisa membuat blog khusus yang membahas perjalanan ke berbagai tempat.
Ingin dikenal sebagai apa pun, kamu bisa membangun persepsinya lewat situs.
Contohnya, situs ini memang niche-nya sekitaran blogging, jadi penulis ingin membangun persepsi bahwa blog ini adalah tempat sempurna/direkomendasikan untuk belajar blogging.
Khusus tujuan ini, cocok sekali diterapkan untuk blogger yang menjadikan situs mereka sebagai buku harian online seperti apa yang dirasakan hari ini, kisah percintaan yang tidak mau diungkapkan ke publik, masalah keluarga, dll.
Jika tujuan situsnya adalah hal ini, maka jangan lupa untuk memasang noindex tag atau set robots.txt agar tidak Googlebot tidak crawling situsmu beserta set tulisanmu agar mode privat (tidak bisa dibaca oleh publik).
Situsmu adalah aset penting untuk kepercayaan publik. Bayangkan kalau kita cari nama perusahaan di Google, tetapi tidak ada situs perusahaannya. Pastinya orang-orang akan berasumsi bahwa perusahaannya penipu bukan?
Jadi, tujuan situs itu juga termasuk menjaga kepercayaan. Brand tidak harus invest banyak, minimal ada homepage dan laman about us yang jelas agar situsnya terpercaya.
Tujuan situs juga bisa saja mengetes hipotesa loh.
Contohnya, untuk A/B testing SEO, situs A seluruh kontennya buatan AI dan tanpa penyuntingan, sementara itu, situs B seluruh kontennya dibuat oleh ahli di bidangnya. Hipotesa yang diuji adalah konten buatan AI tanpa penyuntingan akan punya performa lebih buruk.
Hasilnya? Bisa benar, bisa salah. Karena itu, ada situs yang tujuannya hanya sebagai kelinci percobaan atau studi kasus saja.
Ada juga yang tujuan situsnya memang dedicated untuk mengikuti lomba saja, seperti lomba blog.
Tujuan ini sebenarnya kurang direkomendasikan karena niche situsnya jadi tidak jelas karena lomba bisa datang dari berbagai niche.
Ini mungkin jadi tujuan banyak orang dalam memiliki situs, yaitu menjadikannya sebagai PBN. Terutama orang-orang yang beternak link (link farming).
Penulis kurang merekomendasikan tujuan ini karena PBN itu bertujuan hanya untuk mengoper otoritas kepada situs lain meski PBN adalah salah satu cara monetisasi blog.
Terakhir, tujuan situs yang penulis alami adalah untuk belajar, terutama untuk mengoptimasi, mengoprek situs, atau membuat konten di blog.
Jika kamu adalah orang yang ingin terjun ke dunia SEO, sangat disarankan untuk praktek mandiri dulu dengan situs/blog pribadi.
SEO tidak bisa hanya teori saja. Harus praktek!
Bisa saja ada proses kerja yang lebih efektif/efisien jika menggunakan situs daripada cara-cara tradisional.
Contohnya, dulu kita capek-capek bikin CV offline, lalu antri ke kantor tempat yang mau kita lamar kerja.
Di zaman ini, dengan situs loker, proses tersebut jadi jauh lebih efektif dan efisien. HR juga tidak perlu capek-capek stand by panas-panasan.
Dalam PR atau humas, tujuan website adalah sebagai kanal informasi resmi.
Jadi, setiap informasi dari suatu brand dianggap jadi rujukan utama kalau berasal dari situs resminya.
Contoh penerapan ini ada pada situs milik pemerintah atau perusahaan yang mau rilis produk.
Setiap situs harus punya tujuan yang jelas agar strategi untuk mengoptimasi dan apa yang harus dilakukan pada situsnya harus jelas. Jadi, tidak ada strategi yang asal-asalan, apalagi keluar jalur.
Contohnya, kalau tujuan situsnya adalah untuk menggaet prospek, maka kita harus membuat konten yang menarget MOFU/BOFU pada marketing funnel dan menambah laman yang dedicated sebagai lead magnet dan sales page dalam navigasinya.
Kalau kita ingin menjadikan situs sebagai buku pribadi, maka seluruh kontennya harus diprivat atau jangan sampai di-crawl oleh Google.
Selain itu, kecil-besar tujuan situs juga jadi patokan apakah kita perlu merekrut orang lain atau tidak dalam mengurus situsnya.
Tidak ada cara yang umum atau spesial karena setiap situs punya tujuan berbeda. Yang jelas, setiap tujuan punya pakem yang berbeda. Cara mencapai tujuan situs A akan berbeda dengan situs B.
Contohnya, kalau tujuan situs adalah untuk menang lomba blog, maka kita harus rajin hunting lomba blog dan membuat konten berkualitas sesuai dengan brief penyelenggara.
Sebenarnya masih banyak lagi tujuan situs. Bahkan ada tujuan jahat seperti phising, penipuan, dll, tetapi tujuan yang tidak baik, pasti tidak akan berkah. Tujuan situs haruslah bermanfaat untuk banyak orang.
Dari banyaknya tujuan situs yang ditulis di atas, mana yang merupakan tujuan situsmu? Semoga tujuan situsmu tercapai ya!
Kalau kamu belum memiliki situs dan punya tujuan untuk membangun situs, yuk punya situs berkualitas dengan mengklik tautan ini!
Referensi:
https://www.intechnic.com/blog/best-examples-of-website-goals-and-objectives/
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…