SEO

Cloaking – Saat Mengklik URL, tapi Justru yang Muncul Situs Lain

Pernahkah kamu mengklik situs yang ada di SERP, namun justru malah dialihkan ke situs lain? Hal ini dinamakan cloaking dan merupakan salah satu teknik black-hat SEO.

Teknik ini seperti menyusup pada suatu laman dengan potensi ranking bagus, namun sebenarnya praktek ini sangat mengganggu user experience.

Yuk kenalan lebih lanjut dengan cloaking!

Apa Itu Cloaking?

Cloaking adalah sebuah teknik, yaitu memberikan hasil yang berbeda antara user dengan crawler. Jadi, misalnya user melihat konten A ketika mengklik URL, tapi justru crawler melihat B. Karena itu, ketika mengklik situs A, tapi masuknya justru ke situs B, itu adalah praktek cloaking.

Contoh praktek cloaking banyak diterapkan pada shadow domain.

Mengapa Cloaking Berbahaya untuk SEO?

Cloaking merupakan teknik black-hat SEO, sehingga jika kita menggunakan teknik ini, maka siap-siap mendapatkan penalti dari Google.

Lagipula, kita klik A, tapi malah masuk ke situs B, jelas sangat mengganggu user experience, bahkan menghancurkan kepercayaan user.

Tipe dan Cara Cloaking

Bagian ini hanya untuk edukasi saja, bukan untuk dipraktekkan.

Berikut beberapa tipe cloaking:

a. IP Cloaking

Pemilik situs dapat membedakan antara alamat IP user dengan IP crawler, sehingga terjadi cloaking.

b. User-agent Cloaking

Tipe cloaking ini adalah menggunakan user-agent, tipe browser, sistem operasi, atau gawai untuk menunjukkan konten yang berbeda.

c. HTTP accept-language Cloaking

Bisa juga cloaking dengan membedakan lewat HTTP accept-language header, yang mengomunikasikan preferensi dari bahasanya.

d. Hidden Text

Hidden text juga bisa termasuk dari cloaking loh! Jadi, kita menunjukkan teks tidak terlihat untuk user, tetapi tidak terhadap mesin pencari.

e. Javascript Cloaking

Tipe cloaking ini menggunakan javascript untuk menampilkan konten kepada user, namun tidak terhadap mesin pencari.

f. HTTP_REFERRER Cloaking

Tipe cloaking ini basisnya adalah referrer dari pengunjungnya.

Perbedaan Cloaking dan Redirect

Mungkin kalau baca soal cloaking, jadi ingat redirect. Namun, terdapat perbedaan loh, antara lain:

a. SEO

Cloaking termasuk teknik black hat SEO, sementara redirect bukan. Namun, tidak disarankan untuk menggunakan terlalu banyak redirect.

b. Aplikasi

Cloaking banyak dipakai untuk mengakali mesin pencari agar cepat ranking atau “mendorong” tautan affiliate agar cepat banyak yang klik, sementara itu redirect biasanya digunakan untuk mencegah terjadinya broken link jika ada update halaman terbaru.

c. User Experience

Cloaking membuat user bingung karena klik URL dan destinasi mereka berbeda. Redirect memberi tahu user bahwa mereka akan menuju halaman lain karena laman yang mereka klik sudah diberi komando redirect. Jadi, transparan navigasinya.

d. URL di Adress Bar

Cloaking tidak menunjukkan destinasi web, jadi URL di adress bar dengan destinasi berbeda. Sementara itu, URL di adress bar dan destinasi sama pada redirect.

Mengapa Ada Situs yang Melakukan Cloaking?

a. Ingin Cepat Ranking

Salah satu cara cepat di SEO jelas merupakan cloaking, namun tidak sustain secara jangka panjang.

Cloaking ini adalah cara cepat untuk ranking, sehingga pemilik situs menerapkannya. Namun, amblasnya juga cepat 🙂

b. Situsnya Di-Hack

Pemilik situs ini pernah bertemu pemilik situs yang melakukan cloaking, tetapi tidak sadar dan baru menyadari ketika melihat SERP.

Ternyata situsnya di-hack oleh hacker dan hacker tersebut melakukan cloaking pada situsnya.

Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Situs Melakukan Cloaking?

a. Manual

Kamu bisa cek dengan site:namasitus.com, lalu cek apakah ketika URL di SERP tersebut diklik, apakah destinasinya sama atau beda. Jika beda, jelas bahwa ada cloaking.

b. Tools

Kamu juga bisa mengeceknya dengan tools, contohnya adalah lewat tautan ini (smallseotools.com).

Yuk Hindari Praktek Cloaking!

Selain merupakan praktek yang dilarang oleh Google, cloaking juga menimbulkan kebingungan bagi user karena URL yang mereka klik dan destinasinya berbeda.

Jadi, jangan pernah lakukan praktek ini, apalagi hanya demi ranking cepat di Google semata. Toh, cloaking juga menghancurkan user experience.

Mulailah untuk melakukan praktek SEO awet!

Happy optimizing!

Referensi:

https://www.adarsh.work/2023/09/cloaking-vs-redirecting-what-difference.html

https://www.seo.com/basics/glossary/cloaking/

https://www.infidigit.com/blog/cloaking/#What_are_the_different_types_of_cloaking_and_how_is_it_done

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Studi Kasus SEO – Perbandingan CTR Halaman yang Menarget Transactional Intent vs Informational Intent

Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…

3 days ago

Strategi SEO Content yang Masih Efektif di Era AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…

4 days ago

SPIL, Perusahaan Shipping dan Logistic Terbaik di Indonesia – Bukan Tanpa Alasan!

Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…

4 days ago

7 Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…

5 days ago

Pintu: Aplikasi Investasi dan Trading Saham Tertokenisasi

Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…

6 days ago

Website Ada tapi Traffic Nol? Audit Website Gratis via Konsultasi Creativism!

Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…

2 weeks ago