Earned media merupakan salah satu pilar utama dalam strategi digital marketing modern dan termasuk bagian dari model PESO.
Di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap iklan berbayar (paid media), earned media hadir sebagai media promosi paling ampuh karena didasari oleh validasi pihak ketiga secara organik.
Apa Itu Earned Media?
Earned media adalah publisitas atau promosi yang didapatkan secara gratis melalui hubungan masyarakat (public relations), rekomendasi mulut ke mulut (word-of-mouth), atau pembicaraan organik publik (user-generated content).
Berbeda dengan
paid media (seperti iklan Google atau Facebook Ads) atau
owned media (seperti website),
earned media tidak dibeli untuk mendapatkannya.
Bentuk-Bentuk Utama Earned Media
a. Ulasan dan Rating
Review pelanggan di Google Business Profile, Tokopedia, atau TripAdvisor. Baik itu yang sentimennya positif atau negatif
b. Liputan Berita (PR Coverage)
Artikel atau wawancara yang terbit di media massa nasional tanpa pembayaran iklan/advertorial.
c. Sebutan Organik di Media Sosial
Cuitan, konten TikTok, atau unggahan Instagram, post dari Threads dari pengguna yang puas.
d. Backlink dan Brand Mention Organik di Website
Situs web lain yang memasang tautan ke website/owned mediamu serta brand mention secara natural karena dianggap kuat sebagai referensi.
Mengapa Earned Media Sangat Penting bagi Strategi Marketing?
Dalam lanskap pemasaran digital, earned media memegang peranan krusial untuk membangun reputasi jangka panjang dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
1. Meningkatkan Kepercayaan dan Kredibilitas (Trust & Credibility)
Konsumen saat ini semakin kritis terhadap pesan pemasaran langsung dari sebuah brand.
Rekomendasi dari pelanggan lain, social proof/testimoni atau liputan media independen dinilai jauh lebih jujur, sah, dan dapat dipercaya ketimbang iklan berbayar.
Contohnya, google review dapat membentuk persepsi kredibilitas serta membantu dalam local SEO.
2. Mendukung Performa SEO dan GEO
Percaya atau tidak, earned media dapat membantu baik itu dalam SEO dan GEO. Contohnya, pembicaraan di Reddit dapat membantu dalam GEO. Begitu pula brand mention dan sentimennya.
SEO sendiri sangat terbantu dengan adanya backlink natural yang mengarah ke website.
3. Menghasilkan ROI Tinggi dan Efisiensi Biaya
Meskipun membutuhkan investasi waktu, hubungan, dan pembuatan konten berkualitas tinggi, serta waktu yang tidak sedikit, earned media memberikan nilai jangka panjang.
Setiap kali ulasan positif atau liputan berita terbit, dampak publisitasnya terus berjalan tanpa biaya berulang per klik.
Kekurangan Shared Media
Kekurangan shared media adalah kita tidak punya kontrol penuh atas media ini.
Bagus kalau sentimen dari shared medianya positif. Kalau negatif, entah itu serangan dari kompetitor atau organik, maka perlu effort untuk crisis management-nya.
Karena tidak punya kontrol penuh juga, shared media juga tidak bisa terlalu diharapkan untuk muncul, terutama jika brand-nya belum punya “nama”.
Cara Mendapatkan Earned Media Secara Efektif
Mendapatkan publisitas organik memerlukan strategi terencana yang berfokus pada nilai dan hubungan baik, serta pelayanan yang berkualitas top.
1. Buat Konten yang Layak untuk Diberitakan (News-Worthy Content)
Media berita hanya akan membagikan konten memang layak untuk diberitakan. Contohnya, kamu bisa merilis riset industri, laporan data primer, infografis menarik, atau studi kasus mendalam untuk menarik perhatian jurnalis dan blogger.
Contohnya pada bulan Oktober 2026 ini adalah SSB khusus bapak-bapak yang menarget inner child bapak-bapak yang dulu gak SSB. Akhirnya, dapat banyak earned media, terutama dari homeless media.
2. Bangun Hubungan Baik dengan Jurnalis dan Influencer
Jalin komunikasi profesional secara konsisten dengan media di industrimu.
Sediakan informasi atau pendapat ahli ketika mereka membutuhkan narasumber untuk isu tertentu.
Pada intinya, maksimalkan media relation/PR~
3. Dorong Pengguna Menghasilkan Konten (User-Generated Content)
Ajak pelanggan yang puas untuk membagikan pengalaman mereka atau memberi Google review di Google Business Profile bisnismu.
4. Maksimalkan Layanan Pelanggan
Pengalaman pelanggan yang luar biasa adalah pemicu word-of-mouth terbaik. Saat layanan melampaui ekspektasi, pelanggan secara sukarela akan merekomendasikan produkmu ke lingkaran mereka.
Metode Pengukuran Keberhasilan Earned Media
Untuk memastikan efektivitas strategi ini, kamu perlu memantau Key Performance Indicators (KPI) yang tepat secara berkala. Berikut beberapa KPI yang bisa dilihat:
1. Social Share dan Share of Voice (SoV)
Ukur seberapa sering brand dibicarakan di media sosial dibandingkan kompetitor. Gunakan alat pemantauan media (social listening tools) untuk melacak volume sebutan dan tingkat keterlibatan (engagement).
Contohnya adalah brand24 atau tools listening lain. Tools SEO biasanya ada share of traffic.
2. Tracking Backlink dan Traffic Rujukan (Referral Traffic)
Gunakan alat seperti Google Analytics dan Ahrefs untuk memantau jumlah
backlink baru yang masuk serta volume traffic pengunjung yang datang dari situs lain (
referral traffic).
3. Analisis Sentimen Publik
Tidak semua publisitas berdampak positif. Evaluasi nada pembicaraan audiens, apakah sebutan yang didapat bersifat positif, netral, atau negatif. Hal ini berguna menjaga reputasi brand.
Kamu juga bisa audit GEO sederhana untuk menilai bagaimana LLM/AI menilai brand-mu.
4. Kenaikan Branded Search Volume
Seharusnya, semakin besar atau banyak earned media yang didapat, semakin tinggi branded search volume.
Earned Media itu Penting
Jadi, earned media itu penting dalam marketing, meski umumnya hal ini sulit untuk kita kontrol.
Perbaiki layanan, lakukan semacam PR stunt/artikel yang newsworthy, dsb.
Semoga bisa dapat earned media yang banyak!
Author
Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)