Untuk memudahkan pemetaan tema atau niche konten serta pengimplementasian E-E-A-T, kategori pada blog bisa menjadi kunci vital. Rasanya juga agak aneh kalau blog post tidak ada klasifikasinya bukan?
Yuk kita telusuri tentang kategori pada blog!
Kategori pada blog adalah semacam pembagian tema untuk tiap blog post.
Jika blog post-nya masih sedikit, kategori ini tidak wajib ada. Namun, sebaiknya tetap pasang, terutama jika kamu sudah punya content plan dan memetakannya.
Kalau blog post-nya banyak, memasang kategori itu adalah kewajiban.
Contohnya, di blog ini, terdapat kategori utama seperti kepenulisan, digital marketing, karir, promosi, dan lomba. Sebenarnya masih ada lagi, namun pemilik blog ini hanya mencantumkan tidak sampai 10 kategori utama karena keterbatasan ruang serta untuk membuat prioritas crawling oleh Google.
Tidak ada jawaban khusus, atau dengan kata lain tergantung. Kalau situs berita, pasti kategorinya ada banyak. Blog yang gado-gado juga punya banyak kategori. Sementara itu, blog niche atau tematik hanya memiliki sedikit kategori.
Jawabannya kembali tergantung. Jika halaman kategori berpotensi untuk menimbulkan index bloating, konten duplikat, dan kanibalisasi. Halaman kategori sebaiknya dipasangi noindex tag agar tidak terindeks, sehingga tidak muncul di mesin pencari.
Simpelnya, kategori blog bermanfaat untuk user serta pengelola blog. User bisa dengan mudah menavigasi situs dan membaca sesuai dengan topik yang dia mau. Sementara itu, pengelola blog bisa memetakan pemerataan tema konten yang akan membantu dalam optimasi mesin pencari serta pembuatan content plan.
Fungsi dari kategori dan tag mirip. Namun, tag lebih mengarah ke topik yang lebih spesifik. Contohnya, post ini masuk ke kategori website dan SEO, namun bisa masuk ke tag blogging.
Jika blogmu memakai CMS berupa WordPress, maka kamu bisa memakai cara berikut untuk membuat kategori:
1. Klik Add New Category
2. Ketik kategori yang kamu inginkan di kolom (di atas parent category), kemudian klik add new category. Kamu juga bisa memilih parent category-nya.
3. Kategori berhasil ditambahkan
1. Klik categories
2. Klik delete pada kategori yang ingin kamu hapus
3. Klik ok
4. Kategori berhasil dihapus
Setelah menghapus kategori dan ternyata halaman sudah diindeks, jangan lupa untuk melakukan pemblokiran URL di Google Search Console.
Kategori pada blog meski terlihat sepele dan simpel pembuatan dan penghapusannya, ternyata memiliki peran yang penting, baik itu bagi pengunjung situs mau pun pemilik blognya.
Kalau kamu, punya berapa kategori di blog?
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…