Digital Marketing

Index Bloating – “Kembung” dalam Dunia SEO

Laman yang terindeks terlalu sedikit merupakan tanda masalah pada technical SEO situs. Namun, ternyata jika laman yang terindeks terlalu banyak juga merupakan masalah yang harus ditangani. Laman yang terindeks terlalu banyak di mesin pencari ini dinamakan index bloating.

Hah, maksudnya indeksnya kembung gitu? Bukan, tapi mungkin mirip ya, kalau kita minum air terlalu banyak, perut jadi kembung. Nah, begitu pula saat laman kita terlalu banyak yang terindeks di Google.

Berikut penjelasan soal index bloating!

Apa Itu Index Bloating?

Index bloating adalah kondisi di mana laman yang kurang berguna untuk terindeks justru lebih banyak terindeks daripada laman yang harusnya terindeks.

Contohnya, laman money page tidak terindeks, namun thank you page malah terindeks.

Kalau dalam keyword cannibalization ada double listing, di index bloating, laman yang penting malah tidak terindeks sama sekali.

Situs yang rawan terjadi index bloating adalah situs berukuran besar seperti media nasional dan e-commerce.

Tanda Index Bloating

Tanda terjadinya index bloating paling jelas adalah terlalu banyak laman yang terindeks berdasarkan report di GSC, namun saat inspeksi lebih lanjut, laman yang harusnya terindeks malah tidak terindeks.

Bahaya Index Bloating

a. Boros Crawl Budget

Google hanya bisa melakukan crawling beberapa kali saja dalam waktu tertentu. Hal ini dinamakan crawl budget.

Agar crawl budget efektif, cukup laman yang penting saja yang terindeks. Laman yang tidak penting justru jangan sampai terindeks.

b. Memengaruhi Performa SEO

Ketika crawl budget boros, laman yang penting tidak terindeks, maka terjadi penurunan performa dari SEO seperti:

  • potensi traffic turun
  • convertion rate berkurang, hasilnya revenue dari money page juga ikut berkurang

c. Keamanan Situs Terancam

Tidak semua laman harus terindeks di mesin pencari. Salah satu alasannya adalah untuk menjaga keamanan situs. Laman untuk akses seperti wp-admin tidak boleh sampai terindeks Google.

Bagaimana kalau laman tersebut terindeks? Itu sama saja kita mengundang hacker untuk membobol situs kita dengan mudah.

Penyebab Index Bloating

a. Tidak Pernah Melakukan Site Audit

Site audit memang tidak harus sering dilakukan, namun bukan berarti tidak dilakukan sama sekali.

Kalau tidak pernah melakukan site audit, potensi terjadinya index bloating akan membesar.

b. Perubahan pada Noindex Tag atau Robots.txt

Saat melihat terlalu banyak laman yang terindeks, bisa jadi ada perubahan noindex tag atau robots.txt tanpa disadari.

Kalau menemukan indikasi index bloating, langsung verifikasi bagaimana noinedex tag dan robots.txt pada situsmu.

c. Jarang Memantau Report di Google Search Console

Google Search Console memberikan report soal laman yang terindeks dan tidak secara berkala.

Ketika jarang memantau report tersebut, bisa jadi kita lengah dan terjadi index bloating.

Cara Mencegah/Mengatasi Index Bloating

a. Menentukan Laman yang Perlu Terindeks dan Tidak Terindeks

Pada dasarnya, cara mencegah/mengatasi index bloating adalah menentukan mana laman yang harusnya terindeks dan tidak terindeks.

Laman yang kita inginkan untuk tidak terindeks harus dipasangi noindex tag atau kita bisa membuat kodingan robots.txt agar Googlebot tidak diizinkan untuk crawling laman yang kita disallow.

b. Melakukan Pengawasan secara Berkala

Lakukan pengawasan proporsi antara laman yang terindeks dan tidak terindeks lewat report di Google Search Console.

Ketika laman yang terindeks terlalu banyak, kita bisa langsung mendiagnosa apakah ada indikasi index bloating atau tidak.

Indeks Laman yang Penting saja!

Banyak laman yang terindeks sebenarnya merupakan tanda technical SEO yang baik. Namun, kalau laman yang tidak penting lebih banyak terindeks daripada laman yang harus terindeks, itu merupakan tanda bahaya karena laman yang harusnya terindeks, tidak terindeks, tetapi laman yang kita harapkan tidak terindeks, malah terindeks. Contohnya, laman yang merupakan sales page untuk mendatangkan revenue tidak terindeks, namun laman thin content seperti thank you page malah terindeks.

Indeks laman yang penting saja. Jangan semuanya terindeks di mesin pencari!

Happy optimizing!

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *