Pelajaran di sekolah yang terpakai hingga saat ini, contohnya adalah paragraf deduktif. Kalau kita ingin mencari apa sih inti dari suatu paragraf, biasanya kita cukup lihat kalimat pertama pada suatu paragraf jika tidak ada diksi “dengan demikian” atau “dapat disimpulkan”.
Apa itu paragraf deduktif dan apa yang perlu kamu ketahui tentang paragraf ini?
Sederhananya, paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan pokoknya ada di kalimat pertama pada paragrafnya. Biasanya paragraf deduktif diawali dengan hal yang umum, lalu diteruskan dengan kalimat penjelas.
Jenis paragraf ini sangat sering ditemukan di berbagai teks atau wacana seperti reading comprehension TOEFL.
Dosen pemilik blog ini juga menyarankan untuk memakai paragraf deduktif dalam menulis artikel jurnal ilmiah.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terdapat ciri-ciri (yang cukup jelas) dari paragraf deduktif, yaitu:
“Blog adalah sarana yang bagus untuk menarik pengunjung ke situs kita. Dengan adanya blog, tidak hanya pengunjung saja yang datang, tetapi juga kepercayaan serta pemahaman audiens tentang brand kita. Namun, tidak semua website harus memiliki blog karena bisa saja ada hambatan seperti tidak adanya uang untuk merekrut content writer atau orang SEO. Apalagi, blog itu perlu maintenance juga dari website developer.”
Dari contoh di atas, pernyataan umum adalah kalimat tentang blog yang merupakan sarana yang bagus untuk menarik pengunjung ke situs dan diikuti dengan penjelasan.
Meski membuat pembaca lebih mudah untuk menemukan gagasan pokok, kita sebagai penulis tidak harus selalu memakai paragraf deduktif dalam tulisan kita.
Bagian penutup artikel sebaiknya memakai paragraf induktif (paragraf yang gagasan pokoknya ada di akhir paragraf) karena merupakan kesimpulan dari artikelnya. Pembuka artikel dengan paragraf deduktif dan penutup dengan paragraf induktif.
Sejauh pengetahuan pemilik blog ini, momen yang tepat untuk menulis paragraf deduktif adalah ketika menulis pembuka artikel dan academic writing seperti menulis artikel jurnal ilmiah. Artikel yang berbentuk eksplanasi seperti tutorial juga sebaiknya menggunakan paragraf deduktif.
Menurut opini pemilik blog ini, paragraf deduktif lebih mudah untuk dibuat daripada paragraf induktif. Mengapa? Karena menyimpulkan sesuatu itu perlu analisa yang memakan waktu dan tenaga.
Mari buat paragraf deduktif yang tepat agar pembaca bisa mengerti apa yang kita maksud dari tulisan kita!
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…