Senang karena traffic situs rame? Sebentar, kalau tujuan website-nya adalah untuk konversi seperti beli barang, hati-hati justru malah terjebak ilusi ketika traffic-nya tinggi. Traffic tinggi, tetapi tidak ada yang berubah menjadi prospek adalah contoh kualitas traffic yang rendah.
Wah, kalau begitu, apa saja parameter dari kualitas traffic? Berikut jawabannya!
Rasio atau perbandingan antara leads dan traffic pada website bisa masuk ke dalam parameter kualitas traffic. Semakin besar jumlah traffic yang convert menjadi leads, maka semakin bagus juga kualitas traffic-nya. Namun, perlu dilihat lebih jauh lagi apakah leads tersebut melakukan transaksi atau tidak.
Bagaimana sifat dari traffic atau pengujung situsmu? Apakah langsung pergi saja tanpa melakukan hal yang berarti?
Untuk halaman seperti blog, wajar saja kalau bounce rate tinggi. Namun, kalau di situs e-commerce, maka perlu ada investigasi karena situs e-commerce punya flow agar menghasilkan customer journey dan navigasi yang seamless dan smooth di website-nya.
Average engagement time adalah rata-rata dari waktu yang dihabiskan oleh pengunjung situs ketika masuk ke suatu halaman.
Ada fitur estimated reading time, namun sebenarnya kurang menggambarkan kondisi real. Setiap pengunjung pasti punya waktu membaca yang berbeda-beda, tergantung kebutuhan, teknik, dan skill membaca mereka.
Menurut opini pemilik blog ini, pada halaman seperti blog post, average engagement time 1 menit atau lebih sudah sangat bagus, terutama pada blog post berjumlah kata 1000-2000 kata.
Kualitas traffic juga bisa dilihat dari channel-nya. Semakin banyak traffic yang datang secara organic seperti lewat mesin pencari dan direct channel, semakin bagus kualitasnya karena tidak memakan biaya secara langsung.
Bagian ini sama seperti nomor 1, hanya saja yang dilihat adalah berapa banyak traffic yang menjadi subscriber dari newsletter situsmu (termasuk prospek juga loh).
Semakin bagus kualitas traffic-nya, semakin rendah traffic yang berasal dari bot. Jangan senang dulu kalau mendadak traffic naik, cek dulu apakah ada potensi jingling atau tidak.
Jika website-mu memakai Adsense untuk monetisasi, maka kualitas traffic bisa dilihat dari berapa jumlah klik Adsense. Namun, terlalu tinggi juga tidak baik karena mengindikasikan adanya bom klik.
Website dengan non-branded traffic yang jauh lebih besar daripada branded traffic menandakan bahwa brand-nya tidak memiliki kekuatan yang besar, sehingga perlu adanya brand building di luar SEO.
Sementara itu, jika branded traffic “menggendong” traffic website, berarti perlu adanya investigasi pada proses riset keyword dan topik, serta iklim kompetisi di SERP-nya.
Untuk hal ini, semua bergantung konteks. Kalau tujuan website-mu konversi, jelas traffic yang berkualitas adalah yang berubah menjadi prospek atau bahkan melakukan transaksi. Jika monetisasinya lewat Adsense, maka semakin tinggi iklan dan ideal CTR-nya, semakin bagus kualitas traffic-nya.
Jadi, definisi dari traffic berkualitas tinggi itu berbeda dari perspektif situsnya.
Teorinya sebenarnya mudah, yaitu menarget user persona yang tepat atau bisa juga jangan membuat situs dengan niche gado-gado. Namun, masih ada hal yang perlu dilakukan seperti membuat website dengan navigasi yang bagus, sehingga customer journey-nya smooth dan hindari adanya broken link yang mengganggu user experience.
Promosi di luar website alias off-page SEO juga harus dilakukan agar paling tidak orang-orang aware dulu dengan website-mu.
Jika kualitas traffic website-nya rendah, perlu pengkajian ulang pada strategi optimasi website-nya.
Apa pun kanal traffic-nya, yang penting adalah bagaimana cara agar traffic atau kunjungan ini menghasilkan apa yang kita mau sebagai pemilik website, misalnya melakukan pembelian, mengisi lead magnet, mengklik Adsense, membaca konten sampai habis, atau tujuan lainnya.
Jadi, apakah traffic website-mu sudah berkualitas?
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…