Memahami perbedaan antara content writer dan script writer sangat penting bagi pemilik bisnis, pemasar digital, maupun calon penulis profesional.
Meskipun sama-sama mengolah kata dan menulis, kedua profesi ini memiliki fokus media, gaya penulisan, dan output yang berbeda.
1. Tugas dan Tanggung Jawab
Content writer umumnya bertugas untuk membuat artikel blog post atau apa pun media tulisan yang panjang. Sementara itu, script writer fokus menulis naskah dan storytelling untuk berbagai skrip video seperti YouTube, iklan, atau short.
2. Media dan Format Output
Content writer menghasilkan teks akhir yang dibaca langsung oleh audiens seperti artikel, e-book, dan newsletter. Di sisi lain script writerm enghasilkan cetak biru (blueprint) yang akan diubah menjadi suara atau gambar bergerak oleh tim produksi.
Jadi, output content writer terlihat langsung dalam bentuk teks, sementara script writer output-nya terlihat dalam bentuk video
3. Gaya Penulisan dan Bahasa
Content writer menggunakan gaya bahasa deskriptif, terstruktur, serta memperhatikan tata bahasa tertulis yang sistematis, meski terkadang tidak terlalu diperhatikan jika gaya menulisnya kasual atau target untuk bisnis B2C. Nah, script writer lebih sering menggunakan bahasa percakapan sehari-hari (conversational style), bahkan sampai memperhitungkan jeda napas, ritme bicara, dan emosi audiens, serta durasi video jika penulisan mereka ini diimplementasikan untuk aksi.
4. Implementasi On-Page SEO
Content writer setidaknya mengimplementasikan
on-page SEO seperti kualitas konten yang memenuhi search intent. Lalu, script writer tidak terlalu mementingkan SEO karena yang penting adalah implementasi dari script yang dia buat untuk output-nya.
5. Indikator Keberhasilan (KPI)
Content writer punya KPI umum tulisan minim revisi dan engagement time atau engagement di website. Keberhasilan script writer juga termasuk script minim revisi, tetapi juga diukur dari watch time, audience retention, serta respon penonton.
6. Alur Kerja dan Kolaborasi/Direct Report
Content writer biasanya bekerja mandiri bersama editor atau SEO. Script writer bisa bekerja dengan sutradara, videografer, pemegang akun meta ads (performance marketer), hingga talent video.
Kapan Kamu Membutuhkan Content Writer atau Script Writer?
Pilih Content Writer jika kamu ingin membangun topical authority di situs untuk kepentingan optimasi mesin pencari Selain itu, pilih Script Writer jika kamu sedang merancang kampanye iklan video, mengembangkan kanal YouTube perusahaan, atau memproduksi konten edukasi berbasis audio-visual.
Kedua profesi ini saling melengkapi dalam strategi omnichannel marketing. Penggabungan artikel yang mendalam dari content writer serta video penjelas dari script writer akan memaksimalkan awareness dari brand-mu di berbagai media.
Punya Perbedaan, tetapi Sama-Sama Menulis
Content writer dan script writer memang sama-sama menulis, tetapi ada perbedaan dan yang paling mencolok adalah output-nya. Content writer punya output lebih visible dalam bentuk teks, sementara script writer punya output dalam bentuk video yang skripnya berasal dari mereka.
Kalau kamu, lebih suka jadi content writer atau script writer? Kalau pemilik blog ini lebih suka jadi content writer đŸ™‚