Realita Dunia Blogging: Harapan vs Kenyataan
Apakah kamu baru mau mulai terjun ke dunia blog? Berharap dapat penghasilan pasif dari adsense? Jika iya, mungkin artikel ini cocok untukmu.
Kenyataannya, dunia blogging ada manis dan pahitnya. Ekspektasi tidak sesuai realita. Berikut realita dunia blogging, dari pemilik blog ini yang sudah bertahun-tahun di dunia blogging.
1. Ekspektasi Cuan Besar dari Adsense, Realita Cuan Kecil Banget
Orang awam akan mengira cuan adsense itu besar, padahal di Indonesia cuannya kecil, tidak seperti di luar negeri (itu pun bergantung pada niche lagi). Cuan bahkan dari Google Adsense itu kecil sekali, apalagi Google adsense fokus ke RPM, sudah tidak pakai CPC lagi.
2. Ekspektasi Langsung Banyak Pembaca, Realita Sepi Pengunjung
Blog sepi pengunjung di awal? Tentu itu realita pahit. Jika kamu mau banyak pembaca, harus banyak effort-nya seperti optimasi SEO dengan benar, memperkenalkan blogmu ke masyarakat, dsb.
Sayangnya sepenglihatan pemilik blog ini, banyak blogger pakai black hat SEO biar cepat. Yah, kemungkinan mereka tidak peduli isi informasi di blognya, cuma peduli cuan dari adsense-nya.
3. Ekspektasi Mudah Bikin Konten, Realita Bingung Mau Bikin Konten Apa
AI generatif memudahkan dalam blogging, tetapi pada kenyataannya, ternyata tidak luput dari writer’s block. Rasanya sayang aja gitu kalau pakai AI generatif murni untuk buat blog post.
4. Ekspektasi Banyak yang Pesan Content Placement/Guest Posting, Realita Tidak Banyak karena Berbagai Faktor
Untuk yang berharap banyak pesanan kerja sama dengan brand pasti akan kaget karena bisa saja tidak ada pesanan. Hal ini karena:
1. Blognya sepi atau terlalu gado-gado
2. Praktek predatory pricing di marketplace backlink
3. Brand lebih senang memakai KOL dari media sosial
5. Ekspektasi Mau Blogging Setiap Hari, Realita Terbentur Kesibukan Lain
Semangat untuk blogging konsisten itu luar biasa, seperti konsistensi lari/olahraga lainnya. Namun, terkadang realita membuat tidak bisa blogging setiap hari karena terbentur urusan lain seperti akademik, keluarga, atau pekerjaan.
Jangan Patah Semangat dalam Blogging
Blog post ini dibuat untuk menunjukkan realita yang bisa saja terjadi pada kamu yang sedang berproses dalam blogging. Yang terpenting, jangan patah semangat. Nasib blogger pasti akan berbeda-beda.
Mau itu blogging untuk pribadi atau monetisasi, semoga sukses!