SEO

Subdomain – Cara Praktis untuk Memfokuskan suatu Kategori?

Saat membuka media sosial seperti Facebook lewat HP. Mungkin kamu menyadari bahwa ada m. di paling depan nama domain. Jadi URL-nya adalah m.facebook.com. Nah, m.facebook.com tersebut adalah subdomain dari domain facebook.com.

Selain khusus untuk mobile, ada juga penggunaan subdomain lainnya loh. Bahkan ada beberapa kelebihan dari subdomain. Yuk baca lebih lanjut!

Apa Itu Subdomain?

Subdomain adalah bagian tambahan/prefiks pada nama domain untuk menavigasi/mengorganisir bagian lain dari situs. Contohnya adalah https://blog.situsmu.com.

Pada https://blog.situsmu.com, blog adalah subdomain, situsmu adalah second-level domain, dan .com adalah top-level domain-nya.

Teks pada subdomain itu bebas apa saja, tetapi lebih baik mendeskripsikan isi subdomainnya.

Aplikasi/Penggunaan Subdomain

Beberapa aplikasi/penggunaan subdomain adalah:

a. E-Commerce

Karena ecommerce banyak sekali barang dan gambar yang harus dioptimasi, serta kompleksitas lainnya dalam toko online, maka e-commerce biasanya dibuatkan subdomain untuk memudahkan transaksi. Jadi, jangan heran jenis website yang satu ini suka ada subdomainnya.

Contoh dari subdomain e-commerce adalah store.playstation.com.

b. Mobile

Subdomain mobile biasanya banyak dipakai oleh media sosial. Yang paling terkenal jelas m.facebook.com.

c. Lokasi

Mirip dengan local SEO dan TLD, lokasi juga jadi penentu dalam hal ini. Contohnya adalah uk.yahoo.com.

d. Audiens

Bisa dibilang subdomain satu ini mengarah ke buyer persona/audience persona tertentu. Contohnya adalah ride.lyft.com.

e. Blog

Mungkin kamu tidak asing lagi kalau ada beberapa pihak yang memisahkan blog dan root domain-nya. Jadi setelan subdomainnya adalah blog.blablabla.com.

Hal ini cocok jika blog yang dibuat berjumlah sangat banyak, bisa ribuan hingga jutaan.

Biasanya media besar/nasional membuat subdomain berdasarkan kategori beritanya.

f. Support

Subdomain ini berguna untuk klien yang kesulitan dan butuh akses langsung ke customer service. Terutama jika FAQ saja tidak cukup untuk menjawab semua pertanyaan.

Contoh dari subdomain ini adalah support.apple.com

Kelebihan Subdomain

a. Mengorganir

Brand bisa mengorganisir berbagai tipe konten dalam subdomain. Contohnya adalah:

  • Blog
  • E-commerce
  • Customer support
  • Forum

Dengan kata lain, dengan subdomain, akan lebih mudah untuk mengorganisir isi situs daripada mengandalkan kategori/subdirektori saja.

b. Memperkuat Branding

Fokus dari sini adalah subdomain memperkuat brand atau dengan kata lain domain utama. Aplikasi yang satu ini banyak ditemukan di situs berita. Contohnya adalah bola.kompas.com.

c. Keamanan yang lebih Baik

Subdomain dapat membuat domain utama (root domain) lebih aman karena punya akses ke subdomain tidak sama dengan punya akses ke domain utama (root domain).

Kekurangan Subdomain

Kekurangan subdomain adalah Google memandang subdomain dan root domain itu berbeda. Jadi, search engine yang melakukan crawl terhadap subdomain tidak akan melakukan crawl ke root domain (kecuali ada tautan yang mengarah ke root domain).

Performa dari subdomain dan root domain juga jadi harus dilihat secara terpisah, sehingga agak memakan waktu jika kita membuat report-nya. Data yang tergabung ini juga menjadi alasan mengapa subdirektori bisa jadi pilihan lebih baik untuk laman yang jumlahnya masih sedikit.

Selain itu, optimasi dua domain terpisah pastinya seperti mengerjakan suatu hal dua kali.

Bagaimana Cara Membuat Subdomain?

Kita bisa membuat subdomain sendiri lewat domain registrar atau akun hosting kita.

Setiap hosting atau domain registrar punya prosedur masing-masing dalam membuat subdomain, jadi baca cara membuat subdomain di blog/panduan mereka ya!

Jadi, Kamu lebih Suka Subdomain atau Subdirektori?

Baik itu subdomain atau pun subdirektori sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika kamu ingin membuat sesi khusus yang lamannya ramai seperti e-commerce, maka subdomain merupakan pilihan yang lebih baik.

Apa pun pilihan yang kamu buat (memilih subdomain/subdirektori), selalu pikirkan baik-baik ya!

Sumber:

https://www.wpbeginner.com/glossary/subdomain/

https://www.shopify.com/id/blog/what-is-a-subdomain

https://www.wix.com/blog/what-is-a-subdomain

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Contextual Backlink – Backlink dengan Konteks!

Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…

16 hours ago

Studi Kasus SEO – Perbandingan CTR Halaman yang Menarget Transactional Intent vs Informational Intent

Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…

1 week ago

Strategi SEO Content yang Masih Efektif di Era AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…

1 week ago

SPIL, Perusahaan Shipping dan Logistic Terbaik di Indonesia – Bukan Tanpa Alasan!

Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…

1 week ago

7 Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…

2 weeks ago

Pintu: Aplikasi Investasi dan Trading Saham Tertokenisasi

Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…

2 weeks ago