Saat kita memilih nama domain, bukan sekedar www.(namadomain).com saja yang ditentukan (second level domain), tetapi juga top-level domain-nya. Bahkan ada beberapa syarat lomba blog tertentu yang mewajibkan domain yang TLD atau punya top-level domain.
Top-level domain itu bukan berarti domain level atas loh. Yuk simak artikel ini lalu tentukan pilihan TLD mana yang paling cocok untukmu!
Top-level domain atau biasa disingkat TLD adalah bagian terakhir dari sebuah nama domain. Terkadang, TLD disebut juga sebagai ekstensi dari sebuah domain.
Contohnya pada domain https://farisyudza.com, .com adalah top-level domain-nya.
Dari struktur di atas:
Terkadang ada juga subdomain pada struktur URL tersebut, contohnya adalah blog.blabla,com.
Top-level domain tidak hanya .com saja loh, ada juga beberapa tipe lainnya seperti:
Generic TLD bisa dimiliki oleh semua orang dan merupakan ekstensi paling umum di dunia internet.
Dikutip dari Semrush, generic TLD paling populer adalah:
Biasanya, .com digunakan untuk bisnis atau situs secara umum, .org untuk organisasi, dan .net untuk networking.
Per tahun 2011, perusahaan bisa membuat generic TLD-nya sendiri, contohnya:
Pada tahun 2014, geoTLD diperkenalkan untuk situs yang punya karakteristik khusus seperti geografis, geopolitik, bahasa, budaya, dan komunitas. Kalau dilihat, sangat mirip dengan local SEO.
GeoTLD termasuk bagian dari generic TLD karena registrasinya tidak dibatasi.
Contoh dari geoTLD adalah:
grTLDs mirip dengan gTLDs, bedanya aksesnya lebih terbatas untuk kegunaan tertentu.
Contoh ekstensi dari grTLDs adalah:
Biasaya .biz dipakai oleh perusahaan bonafid. Laman untuk affiliate marketing tidak bisa memakai top-level domain ini.
sTLD biasanya dipakai oleh organisasi privat atau pemerintah.
Contoh ekstensinya:
Kelebihan dari sTLD adalah user bisa langsung paham gambaran situs dan kredibilitas cepat terbangun. Contohnya, kalau .gov, orang pasti tahu kalau situs tersebut dikelola oleh pemerintah.
Mungkin mirip dengan geoTLD, tetapi ccTLD spesifik khusus ke negara tertentu.
Jadi, domain yang menggunakan ekstensi ini langsung ketahuan berasal dari negara mana.
Contohnya:
Fun fact, TLD .io biasanya dipakai oleh perusahaan teknologi dan ekstensi seperti .es (Spanyol) dan .ly (Libya) digunakan juga oleh perusahaan, sehingga Google memperlakukan ccTLDs sebagai gTLDs.
tTLDs biasanya dipakai untuk testing dan development saja.
TLD tipe ini tidak bisa didaftarkan, sehingga tidak perlu khawatir ada nama domain yang duplikat.
Contoh tTLDs adalah:
TLD jenis ini memiliki ekstensi .arpa dan merupakan top-level domain pertama sepanjang sejarah. Biasanya, tipe TLD ini dipakai dengan tujuan untuk infrastruktur.
Top-level domain sebenarnya bukan merupakan Google ranking factor, bahkan meletakkan keyword di TLD juga tidak berpengaruh pada ranking di SERP, tetapi, ingat bahwa ada geoTLDs dan ccTLDs yang merujuk pada lokasi, kota, atau negara tertentu.
Jika menargetkan pencarian lokal, akan lebih baik untuk menggunakan top-level domain yang sesuai seperti kalau menarget orang Australia, maka pakai top-level domain .au.
Sebenarnya TLD juga berhubungan dengan kepercayaan. Menurut studi pada tahun 2022, .com dan .org adalah top-level domain yang paling dipercaya di dunia internet.
Ada juga beberapa TLD yang kurang bisa dipercaya. Menurut Syementac (perusahaan perangkat lunak komputer), berikut beberapa TLD yang kurang terpercaya:
Jadi, pilihlah TLD dengan bijak!
Sebenarnya, top-level domain itu penting bukan agar ranking lebih mudah di SERP, tetapi untuk memberikan user tentang gambaran situs kita dan meningkatkan kepercayaan mereka.
Jika untuk bisnis atau blogging, TLD .com bisa jadi pilihan yang bagus. Sementara kalau ingin membuat situs organisasi, maka pakailah TLD .org.
Bagaimana dengan penargetan geografis seperti local SEO? Kita bisa memakai TLD yang berhubungan dengan negara. Contohnya, kalau menarget user di Indonesia, maka pakailah TLD .id.
Tergantung tujuan kita, menentukan top-level domain bisa jadi langkah krusial untuk mencapai goal kita.
Contohnya, kalau hanya menarget audiens persona dengan demografi Indonesia, maka TLD .id bisa jadi pilihan yang bagus. Sementara, kalau untuk develop, maka tTLDS meruapakan opsi terbaik.
Penulis sendiri paling senang dengan top-level domain .com karena generic dan bisa menarget audiens yang jauh lebih luas. Bagaimana denganmu? Apa TLD yang menjadi pilihanmu?
Sumber:
https://www.semrush.com/blog/top-level-domains/
https://www.cloudflare.com/learning/dns/top-level-domain/
https://www.techopedia.com/definition/1348/top-level-domain-tld
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
View Comments
Sama sih, dr awal bikin, pake nya juga .com mas.krn merasa itu udah familier aja . Tapi setelah baca ini aku jadi tahu ada banyak jenisnya yaaa, malah sampe ada yg kurang dipercaya juga. Tapi kalo lihat pilihan tld yg kurang dipercaya, memang langsung curiga gitu bacanya . Kayak link spam yg banyak dipake