Salah satu tantangan untuk menulis secara konsisten adalah membangun mood dan mencegah writer’s block. Sebenarnya, hal ini bisa kita antisipasi dengan mengetahui kapan waktu terbaik untuk menulis.
Jadi, waktu terbaik untuk menulis itu di pagi, siang, sore, atau malam hari?
Manusia memiliki ritme sirkadian/jam biologis tubuh. Singkatnya, karena ritme sirkadian/jam biologis tubuh, ada waktu paling optimal untuk melakukan sesuatu seperti makan, tidur, olahraga, dll.
Contohnya, waktu olahraga terbaik adalah sore hari karena suhu tubuh maksimal di waktu tersebut. Sementara, waktu terbaik untuk tidur adalah malam hari karena produksi hormon melatonin (hormon tidur) mencapai puncaknya.
Dikutip dari verywellmind.com, kemampuan berpikir manusia berada di puncaknya ketika di pagi hari, tepatnya setelah bangun tidur. Saat itu, kemampuan kognitif manusia mencapai titik optimum, sehingga tugas yang butuh berpikir panjang seperti menulis sangat cocok dilakukan oleh pagi hari.
Kemampuan kognitif manusia mencapai titik optimum ini bukan tanpa alasan. Prefrontal korteks (bagian otak) paling aktif setelah bangun tidur.
Menulis di sore hari juga bisa jadi waktu terbaik untuk menulis yang kedua karena kita bisa mendapatkan inspirasi dari pagi-siang dan biasanya orang sudah mulai malas untuk melakukan meeting yang membuat distraksi.
Hal yang menarik lainnya, manusia akan semakin kreatif di saat tubuhnya sedang merasa sangat lelah. Alasannya adalah pikiran kita suka berkhayal kemana-mana saat sedang lelah, sehingga pemikiran yang lebih kreatif dan inovatif bisa muncul. Sayangnya, jika kita menulis saat lelah/burnout, peluang terjadinya kesalahan seperti typo akan meningkat.
Sayangnya, diketahui juga bahwa level siaga dan atensi berkurang setelah sarapan, jadi sebaiknya tidak sarapan dulu sebelum menulis atau melakukan penyuntingan. Justru, waktu penyuntingan yang baik adalah pagi menuju siang karena bagian analitik otak justru paling aktif di waktu tersebut.
Menulis di siang hari juga sebaiknya harus hati-hati/di-skip karena level konsentrasi sangat menurun di waktu tersebut.
Bagaimana dengan malam hari? Memang ada orang yang nokturnal, tetapi demi kesehatan, hindari begadang agar bangun di pagi hari yang merupakan waktu optimum untuk berpikir dilalui dengan rasa lelah.
Terakhir, jangan paksa menulis saat kepala sudah pusing, sedang sakit, atau mulai burnout karena akan memperbesar peluang terjadinya kesalahan, baik itu saat menulis atau pun menyunting (ada yang skip).
Tentunya jika kasusnya seperti ini (profesi penulis, baik itu content writer, copywriter, ghost writer, penulis novel, penulis buku, dll.), maka jawabannya adalah maksimalkan waktu berpikir paling optimum (pagi hari), penuhi kebutuhan gizi (makan dan minum) terutama di siang hari, dan terapkan jeda/istirahat seperti power nap atau praktekan teknik pomodoro.
Berikut tips untuk profesi penulis yang menulis di pagi-sore/malam hari:
Pastinya ada kalangan yang lebih senang menulis di malam hari. Namun, dari ritme sirkadian/jam biologis tubuh justru pagi hari merupakan waktu terbaik untuk menulis. Jadi, untuk kamu yang baru pertama menulis dan mencoba untuk konsisten, coba awali bangun pagimu dengan menulis dan lakukan penyuntingan di pagi menuju siang/sore hari.
Untuk yang menjalani profesi penulis, maksimalkan informasi ini untuk perkembangan karirmu. Kamu juga bisa memanfaatkan AI atau perangkat untuk meningkatkan produktivitas seperti laptop AI.
Kalau kamu sendiri, suka menulis pada jam berapa?
Happy writing!
Sumber:
https://www.verywellmind.com/synchronizing-biological-clock-daily-schedule-4174976
https://buffer.com/resources/the-best-time-to-write-and-get-ideas/
https://www.proofreadnow.com/blog/heres-the-best-time-for-you-to-write-according-to-science
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…