Tips Karir

Kelebihan dan Kekurangan Kerja di Rumah (WFH) – Berdasarkan Pengalaman Sendiri!

Halo semua, meski sepertinya loker WFH makin sedikit, tetapi opsi remote atau WFH masih terus berlanjut hingga sekarang, terutama untuk freelancer hingga pekerjaan yang tidak perlu datang ke kantor seperti yang berbau digital, yaitu digital marketer, software engineer, web developer, SEO, digital ads specialist, dan pekerjaan lainnya yang umumnya tidak perlu kehadiran fisik di kantor, tapi masih bisa dikerjakan.

Berbicara soal WFH, pemilik blog ini memiliki pengalaman lebih dari 3 tahun kerja di rumah alias WFH karena berprofesi sebagai content writer dan juga SEO specialist. Apa kelebihan dan kekurangan dari sistem WFH? Ini dia jawabannya, sesuai dengan pengalaman pemilik blog ini.

Kelebihan Kerja di Rumah (WFH)

a. Bisa Melihat Pertumbuhan Anak Sendiri

Ini mungkin kelebihan yang jadi paling penting buat pemilik blog ini. Bisa melihat pertumbuhan anak sendiri merupakan kelebihan WFH yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Terlebih lagi, pemilik blog ini punya pengalaman di mana pernah mengalamai tidak melihat ayah ketika bangun dan tidak melihatnya juga ketika pulang sekolah/malam karena pekerjaan.

Bisa melihat pertumbuhan anak sendiri secara lengkap dan jelas. Ini adalah benefit bagi pria berkeluarga yang paling besar.

b. Lebih Dekat dengan Keluarga

Selain bisa melihat pertumbuhan anak sendiri, bisa dekat dengan keluarga sendiri juga jadi benefit. Kebetulan istri pemilik blog ini juga WFH, jadi kami bisa berduaan dan bercengkrama lebih sering, termasuk bekerja bersama.

Bisa bersama 24/7, itu keuntungan WFH yang enak sekali untuk pasutri, dengan catatan pasangan juga WFH.

c. Tidak “Tua di Jalan”

Karena WFH, maka tidak perlu bepergian dengan kendaraan, terbebas juga dari macet. Tidak ada namanya “tua di jalan” karena menghabiskan 2-6 jam hanya untuk commuting. Pergi ke luar itu hanya untuk makan saja ketika WFH.

d. Bisa Berolahraga lebih Banyak di Pagi/Malam Hari

Karena jam masuk kantor jam 9 atau 10, apalagi WFH, pemilik blog ini bisa berolahraga pagi dulu seperti jalan, jogging, hingga drilling sepak bola pagi. Di malam hari juga bisa olahraga fisik atau strength training di rumah karena ada energi tidak terpakai untuk commuting.

Pemilik blog ini bisa latihan pagi untuk menghadapi Kahf IA-ITB Cup 2025 juga tidak lepas dari sistem kerja WFH/Hybrid.

Kekurangan Kerja di Rumah (WFH)

a. Terkadang Tidak Fokus dengan Pekerjaan

Karena rumah = tempat kerja, terkadang tidak fokus dengan kerjaan seperti karena kerjaan rumah tangga, tetangga yang (meski jarang) berisik karena renovasi, dan suara-suara bising lainnya, serta suruhan tidak terduga karena pemilik blog ini kerja di rumah.

b. Rekan Kerja yang Tidak Responsif bisa Menghambat Pekerjaan

Media komunikasi kerja untuk karyawan WFH jelas daring. Nah, kalau rekan kerja tidak responsif, maka hal ini akan menghambat pekerjaan. Pemilik blog ini pernah mengalami chat tidak dibalas seminggu, padahal butuh dalam waktu 3 hari. Meski ini kembali ke profesionalitas pegawai ya.

c. Tidak bisa Membedakan Jam Kerja dan Jam Istirahat

Lagi-lagi karena rumah = tempat kerja, terkadang jadi tidak bisa memisahkan kapan jam kerja dan kapan jam istirahat. Terkadang waktu Dzuhur masih kerja atau waktu malam juga bekerja, apalagi jika target belum achieve.

d. Kasur jadi Tempat Kerja, bukan Buat Tidur

Ini juga sebaiknya jangan dicontoh. Pemilik blog ini suka kerja di kasur karena nyaman, ketimbang duduk di kursi dan meletakkan laptop di meja kerja.

e. Mati Listrik/Internet Lemot = Petaka

Kalau mati listrik atau internet lemot/gangguan, maka ini akan jadi petaka. Solusinya entah pergi ke tempat yang ada wifi-nya atau pakai tethering dari HP.

f. Terkadang jadi Meeting yang Tidak Perlu

Terkadang, pemilik blog ini terpaksa bikin meeting yang tidak perlu karena pesan teks saja kurang jelas (ada distorsi pesan), sehingga perlu pengucapan secara dikte/lisan agar pesan/brief-nya jelas.

Jadi, Kamu Tim WFH, WFO, atau Hybrid?

Kalau pemilik blog ini tim Hybrid agar tidak terus-terusan ke kantor, tetapi juga masih bisa bertemu kolega kantor untuk berkoneksi. Terutama untuk pekerjaan yang butuh cepat.

Jika kerja di rumah, maka kamu perlu tempat tinggal dengan internet yang cepat dan minim kebisingan. Jika kamu cari kost, maka ngekost D’Paragon dan Djurkam bisa jadi solusi atau ke kontrakan yang tetangganya tidak banyak mengganggu, terutama dalam perihal suara atau bikin wifi lemot. Beli rumah sendiri bisa saja kalau punya uang karena harganya yang mahal sekali.

Semangat untuk semua tenaga kerja! Baik itu, yang WFH, WFO, atau pun Hybrid. Yang jelas, pemilik blog ini bersyukur bisa merasakan WFH dan ini jadi opsi yang bagus, terutama untuk pihak yang sudah berkeluarga.

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *