Di suatu pagi, A mendapati bahwa klosetnya mampet. Karena ia tidak bisa memperbaikinya, ia menelpon plumber agar masalahnya terselesaikan. Nah, “kloset mampet” adalah pain point dari A yang solusinya adalah plumber atau tukang yang bisa memperbaiki klosetnya.
Dalam dunia marketing, mengetahui pain point dari calon klien/pelanggan kita adalah hal yang krusial karena kita bertindak sebagai solusi atas masalah yang dialami oleh mereka.
Apa itu pain point? Apa saja contohnya? Mengapa kita perlu tahu pain point? Bagaimana cara mengidentifikasinya?
Pain point atau titik sakit adalah sebuah kebutuhan/keinginan orang-orang yang belum terselesaikan atau masalah spesifik yang harus dipecahkan.
Dalam dunia marketing, kita harus mengetahui pain point agar bisa memasarkan produk/jasa untuk menyelesaikan masalah calon pelanggan/klien. Dengan kata lain, menawarkan brand menjadi solusi dari suatu masalah.
Pain point sendiri termasuk bagian dari buyer persona.
Berikut beberapa contoh pain point:
Lima hal di atas adalah contoh dari pain point. Sebenarnya masih ada banyak lagi contohnya. Setiap industri atau jenis bisnisnya (b2b, b2c, b2g, dll.) pasti punya pain point yang khas.
Sebagai pebisnis, marketer, atau sales, kita wajib mengetahui pain point dari calon klien/customer karena produk/jasa yang kita jual harus menyelesaikan masalah mereka. Bisa dibilang, produk/jasa brand bisa menempatkan diri dengan baik sebagai solusi atas masalah klien/customer-nya.
Kalau produk/jasa kita tidak dapat mengatasi atau tidak nyambung dengan pain point, pasti produk/jasanya akan sulit untuk mendapatkan leads, bahkan closing.
Mengetahui pain point juga bisa jadi basis dalam pembuatan content pillar. Jangan membuat blog yang tidak sesuai dengan brand guideline atau pain point calon klien/customer kecuali untuk membangun otoritas topik.
Selain itu, dalam pembuatan blog, pain point dapat memunculkan ide menarik untuk judul dan pembukanya.
Jika produk/jasa kita berhasil menyelesaikan masalah klien, apalagi muncul testimoni positif, kepercayaan terhadap brand akan terbangun secara perlahan.
Jika kita adalah marketer, tidak ada salahnya (bahkan wajib) untuk berbicara dengan tim sales atau customer service tentang calon klien, baik itu yang akhirnya closing, ghosting, atau malah marah-marah.
Dari diskusi dengan tim sales atau customer service, kita bisa mengetahui pain point seperti:
Nah, kita bisa lihat pain point apa yang jadi mayoritas dari klien/calon customer kita.
Dengan data dari diskusi tersebut, kita bisa:
Cara paling mudah untuk mengetahui pain point jelas adalah bertanya langsung kepada (calon) klien/customer tanpa perantara sales atau customer service.
Hal ini bisa dilakukan dengan kuisioner feedback atau interview. Contohnya adalah adanya exit call. Analoginya mirip exit interview saat pegawai resign.
Buat kuisioner dan sesi interview yang menyenangkan agar kita mendapatkan informasi berupa pain point dari klien.
Kalau bisnis kita ada aplikasinya di Playstore/Appstore, menerapkan local SEO (ada di Google maps), atau ada di media sosial, cobalah lihat berbagai review atau komentar yang ada di sana.
Contohnya, kita bisa lihat komentar tentang keluhan orang-orang di media sosial kita atau bahkan di akun lainnya yang masalahnya bisa diselesaikan dengan produk/jasa kita.
Komentar orang di media sosial biasanya lebih jujur daripada exit call/interiview, apalagi kalau akunnya alter (tetap jangan lupa crosscheck).
Pada dasarnya, sebuah produk/jasa itu hadir untuk menyelesaikan masalah orang-orang. Contohnya, kalau orang butuh banyak blog, maka solusinya adalah penulis lepas/full time. Kita bisa menawarkan jasa menulis ke orang yang tadi punya masalah butuh banyak blog.
Kalau kita tidak tahu pain point dari klien/customer, jangan harap bisa menjual satu pun produk/jasanya. Jika ingin menyelesaikan masalah, maka ketahui dan pahami dulu inti dari masalahnya.
Referensi:
https://blog.hubspot.com/sales/uncover-business-pain#f
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…