Saat kita membuka media, ada judul yang bikin kepo. Judulnya adalah “Artis A punya cara mudah untuk menurunkan berat badan. Begini caranya!”. Dari “begini cara mudahnya”, tentu membuat orang-orang jadi penasaran karena diketahui ada tokoh artis punya metode penurunan berat badan, namun kita tidak tahu apa caranya. Hal ini disebut dengan curiosity gap.
Apakah kita harus memanfaatkannya?
Curiosity gap adalah ruang antara informasi yang diketahui dan tidak diketahui. Atau dengan kata lain adalah jarak antara apa yang kita tahu dan apa yang kita ingin ketahui.
Jadi, dengan memanfaatkan curiosity gap, seseorang dipancing untuk mengetahui lebih lanjut.
Hal ini biasanya dimanfaatkan untuk judul atau pembuka dari suatu konten.
Pada dasarnya, manfaat dari curiosity gap adalah meningkatkan jumlah klik dengan memanfaatkan rasa penasaran manusia untuk mencari sesuatu yang tidak mereka tahu. Pada dasarnya, insting bertahan hidup manusia itu adalah takut pada hal yang tidak mereka ketahui (fear of the unknown).
Curiosity gap bisa dimanfaatkan dalam berbagai hal, seperti:
Tidak ada yang suka diberikan spoiler karena langsung tahu apa yang perlu mereka ketahui.
Justru, spoiler tidak akan membangkitkan curiosity gap pada pembaca.
Mulailah dengan fakta dulu. Kalau bisa, gunakan unsur yang menjadi bumbu seperti tokoh agar pembaca semakin tertarik untuk mengklik.
Mungkin kita tidak asing dengan “cara ini”, “metode ini”, “masalah ini”. Sebenarnya, hal itu adalah pemancing curiosity gap. Pembaca dibuat bertanya-tanya dalam pikirannya. “Ini” tuh apa sih? Sehingga pada akhirnya pembaca tertarik untuk membacanya.
Jika berlebihan seperti terlalu clikcbait atau too good to be true. Malah akan jadi senjata makan tuan. Niatnya mau menaikkan jumlah klik, malah yang terjadi adalah sebaliknya.
Berikut beberapa judul yang memancing curiosity gap:
Curiosity gap adalah senajata penting bagi marketer yang lazim digunakan pada berbagai media baik itu blog, e-mail, atau pun video.
Kalau sepakat untuk memakai curiosity gap, maka yang perlu kita lakukan adalah membuat konten berkualitas yang menjawab judul. Jangan sampai judulnya sudah menarik dan memancing rasa penasaran, pembaca kecewa karena rasa penasarannya tidak terjawab.
Sama seperti fear, curiosity gap harus dipakai dengan bijak agar tujuan dari marketing atau penulisan tercapai.
Happy writing!
Referensi:
https://www.enchantingmarketing.com/curiosity-gap/#how
How AI Search Changes Keyword Targeting and Authority for Boardinfinity Audiences Introduction Search has entered…
Dulu, featured snippet atau rank 0 adalah jawaban ringkas dari Google atas suatu kueri penelusuran.…
Apakah SEO specialist harus bisa menulis konten? Terkadang pertanyaan ini muncul, apalagi jika pekerjaan SEO-mu…
Menyusun tesis memang adalah bagian yang merupakan keniscayaan bagi mahasiswa S2. Pemilik blog ini telah…
Salah satu pertanyaan dari pebisnis atau digital marketer yang sudah lama mengoptimasi SEO adalah apakah…
Seminar hasil tesis pasti butuh persiapan. Setelah ambil data, analisis, dan ambil kesimpulan, waktunya menyampaikan…