Content Writing

6 Cara Membuat Kesimpulan – Penulis/Blogger Wajib Baca!

Dalam membuat kesimpulan, baik itu dari media tulisan atau visual, perlu skill dan tata cara berpikir yang bagus. Alasannya adalah karena kesimpulan merupakan apa yang kita interpretasi dari keseluruhan penjelasan. Cara membuat kesimpulan yang baik dan benar diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman, ambiguitas, dan misinterpretasi.

Setelah membuat pembuka dan isi, waktunya membuat penutup yang biasanya merupakan kesimpulan.

Berikut cara membuat kesimpulan dengan benar!

1. Pertegas Ulang Ide Pokok

Agar pembaca bisa menangkap ide pokok tulisan kita. Pertegas ulang gagasan pokok dalam kesimpulan agar mereka fokus dan pikirannya tidak lari kemana-mana.

Penegasan ide pokok ini bisa menggunakan parafrase yang jelas.

2. Ulangi Poin Pendukung

Setiap paragraf pasti ada ide pokok dan poin pendukung. Nah, ulangi lagi poin pendukung yang mendukung ide pokok dari tulisan kita agar pembaca mengetahui pentingnya ide pokok.

Poin penjelas ini bahkan tidak hanya sekedar membantu membuat kesimpulan saja, tetapi juga memberi the bigger picture dari suatu artikel.

3. Bertanya

Beberapa pertanyaan seperti “lalu apa?” atau “apa selanjutnya” dapat membantu dalam membuat kesimpulan.

Pertanyaan tersebut dapat membantu kita untuk mempertegas kesimpulan yang kita buat. Kalau masih ada pertanyaan itu, berarti kesimpulan yang dibuat belum kuat untuk mengokohkan suatu argumen.

4. Tambah Pandangan Pribadimu

Ini adalah perbedaan antara penulis AI dan manusia, yaitu perspektif dan pengalaman.

Dalam membuat kesimpulan, sertakan juga perspektif pribadi, sesuai dengan pengalaman dan pengetahuanmu. Kalau menulis untuk brand, maka gunakan brand voice dan guideline dari mereka.

Mungkin bisa dibilang cara membuat kesimpulan ini mirip dengan final thoughts.

5. Tutup dengan Menjawab Semua Pertanyaan agar Pembaca Tidak Merasa Kurang

Bagaimana perasaan pembaca ketika membaca kesimpulannya ya? Apakah masih ada yang belum terjawab? Jika iya, maka kesimpulannya masih kurang bagus.

Kesimpulan yang baik adalah yang membuat pembaca merasa puas dan tidak timbul pertanyaan setelah membaca tulisan. Bahkan mereka merasa senang karena dapat pengetahuan baru dari tulisan kita.

Kesimpulan itu berbeda dengan tulisan bentuk fiksi/cerita yang penutup pada tiap chapter/bab/sub bab-nya justru harus cliffhanger untuk membuat penasaran.

6. Tidak Memasukkan Beberapa Hal

Jangan masukkan hal ini dalam kesimpulan karena akan melemahkan argumen dan seperti kalimat tidak efektif:

  • Hindari frasa seperti “kesimpulannya”, “dapat disimpulkan bahwa”. Pembaca harusnya tahu kalau sudah sampai penutup tulisan
  • Jangan copy paste paragraf sebelumnya secara eksplisit
  • Tidak memperkenalkan ide atau bukti baru karena bukannya bikin puas, justru membuat pembaca kebingungan

7. Proses Penyuntingan Dilakukan dengan Benar

Jangan lupa untuk tidak melewakan proses penyuntingan, bahkan ketika membuat kesimpulan, kita bisa saja salah dalam menyimpulkan sesuatu karena adanya perubahan supporting point.

Berdiksusilah dengan editor untuk mengetahui kesimpulan yang lebih jelas atau benar.

Kesimpulan adalah Patokan Apakah Kita Mengerti suatu Tulisan atau Tidak

Setiap orang hampir mustahil untuk menginterpretasikan suatu hal secara sama persis. Karena itulah, cara membuat kesimpulan diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau miskomunikasi antara penulis dan pembaca.

Jika pembaca menginterpretasikan A dan itu melenceng dari ide pokok penulis, maka kesimpulan bisa jadi pembantu agar pembaca tidak keluar jalur dan mendapatkan interpretasi yang benar.

Yuk buat kesimpulan dengan benar dan jelas agar pembaca puas!

Happy writing!

Referensi:

https://www.grammarly.com/blog/how-to-write-a-conclusion/

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Share
Published by
Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Recent Posts

Studi Kasus SEO – Perbandingan CTR Halaman yang Menarget Transactional Intent vs Informational Intent

Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…

3 days ago

Strategi SEO Content yang Masih Efektif di Era AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…

4 days ago

SPIL, Perusahaan Shipping dan Logistic Terbaik di Indonesia – Bukan Tanpa Alasan!

Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…

5 days ago

7 Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…

6 days ago

Pintu: Aplikasi Investasi dan Trading Saham Tertokenisasi

Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…

6 days ago

Website Ada tapi Traffic Nol? Audit Website Gratis via Konsultasi Creativism!

Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…

2 weeks ago