Dalam membuat kesimpulan, baik itu dari media tulisan atau visual, perlu skill dan tata cara berpikir yang bagus. Alasannya adalah karena kesimpulan merupakan apa yang kita interpretasi dari keseluruhan penjelasan. Cara membuat kesimpulan yang baik dan benar diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman, ambiguitas, dan misinterpretasi.
Setelah membuat pembuka dan isi, waktunya membuat penutup yang biasanya merupakan kesimpulan.
Berikut cara membuat kesimpulan dengan benar!
Agar pembaca bisa menangkap ide pokok tulisan kita. Pertegas ulang gagasan pokok dalam kesimpulan agar mereka fokus dan pikirannya tidak lari kemana-mana.
Penegasan ide pokok ini bisa menggunakan parafrase yang jelas.
Setiap paragraf pasti ada ide pokok dan poin pendukung. Nah, ulangi lagi poin pendukung yang mendukung ide pokok dari tulisan kita agar pembaca mengetahui pentingnya ide pokok.
Poin penjelas ini bahkan tidak hanya sekedar membantu membuat kesimpulan saja, tetapi juga memberi the bigger picture dari suatu artikel.
Beberapa pertanyaan seperti “lalu apa?” atau “apa selanjutnya” dapat membantu dalam membuat kesimpulan.
Pertanyaan tersebut dapat membantu kita untuk mempertegas kesimpulan yang kita buat. Kalau masih ada pertanyaan itu, berarti kesimpulan yang dibuat belum kuat untuk mengokohkan suatu argumen.
Ini adalah perbedaan antara penulis AI dan manusia, yaitu perspektif dan pengalaman.
Dalam membuat kesimpulan, sertakan juga perspektif pribadi, sesuai dengan pengalaman dan pengetahuanmu. Kalau menulis untuk brand, maka gunakan brand voice dan guideline dari mereka.
Mungkin bisa dibilang cara membuat kesimpulan ini mirip dengan final thoughts.
Bagaimana perasaan pembaca ketika membaca kesimpulannya ya? Apakah masih ada yang belum terjawab? Jika iya, maka kesimpulannya masih kurang bagus.
Kesimpulan yang baik adalah yang membuat pembaca merasa puas dan tidak timbul pertanyaan setelah membaca tulisan. Bahkan mereka merasa senang karena dapat pengetahuan baru dari tulisan kita.
Kesimpulan itu berbeda dengan tulisan bentuk fiksi/cerita yang penutup pada tiap chapter/bab/sub bab-nya justru harus cliffhanger untuk membuat penasaran.
Jangan masukkan hal ini dalam kesimpulan karena akan melemahkan argumen dan seperti kalimat tidak efektif:
Jangan lupa untuk tidak melewakan proses penyuntingan, bahkan ketika membuat kesimpulan, kita bisa saja salah dalam menyimpulkan sesuatu karena adanya perubahan supporting point.
Berdiksusilah dengan editor untuk mengetahui kesimpulan yang lebih jelas atau benar.
Setiap orang hampir mustahil untuk menginterpretasikan suatu hal secara sama persis. Karena itulah, cara membuat kesimpulan diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau miskomunikasi antara penulis dan pembaca.
Jika pembaca menginterpretasikan A dan itu melenceng dari ide pokok penulis, maka kesimpulan bisa jadi pembantu agar pembaca tidak keluar jalur dan mendapatkan interpretasi yang benar.
Yuk buat kesimpulan dengan benar dan jelas agar pembaca puas!
Happy writing!
Referensi:
https://www.grammarly.com/blog/how-to-write-a-conclusion/
Mendaki Gunung Merbabu melalui jalur mana pun menawarkan pengalaman yang memorable. Namun, medan tanah yang…
SEO adalah kanal yang bermanfaat untuk jangka panjang, terutama jika bisnismu butuh kanal digital marketing…
Gunung Ungaran yang terletak di Semarang menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Jawa Tengah,…
Pemilik blog ini yakin, frustasi akan traffic yang tergerus karena hadirnya AI overview dan LLM…
Salah satu KPI atau target dari SEO adalah traffic website atau pengunjung, terutama dari organic…
SEO umumnya tidak hanya menangani satu website saja, terutama praktisi yang bekerja di agensi, sebagai…