Saat melakukan keyword research dengan tools SEO, kita bisa saja menemukan keyword tanpa search volume sama sekali alias nol. Pastinya ini menjadi diskusi menarik, apakah kita harus menarget keyword tanpa search volume tersebut atau tidak.
Penasaran? Berikut jawabannya!
Keyword dengan search volume nol atau zero-volume keyword adalah keyword yang tidak memiliki volume pencarian sama sekali alias nol.
Loh darimana tahunya kalau search volume-nya nol? Data tersebut didapatkan dari tools SEO seperti Ahrefs, Ubersuggest, dan Semrush.
Zero-volume keyword terjadi karena minimnya pencarian yang dilakukan pada keyword tertentu berdasarkan tools SEO.
Beberapa penyebabnya antara lain:
Jika suatu topik/keyword bersifat musiman, maka akan sangat wajar jika search volume-nya nol di bulan tertentu atau hanya ada di periode tertentu saja.
Manusia berubah. Hal ini bisa jadi penyebab search volume suatu keyword menjadi nol.
Bisa jadi malah keyword yang awalnya nol search volume-nya menjadi ribuan jika suatu saat menjadi hal yang ngetren.
Jika suatu topik sudah tidak lagi relevan, bisa saja search volume-nya menjadi nol. Tidak ada lagi yang mencarinya di Google.
Keyword yang terlalu panjang (super long tail) sangat mungkin kalau search volume-nya nol.
Keyword di niche tertentu seperti rokok biasanya punya search volume nol di tools SEO seperti Ubersuggest.
Namun, bukan berarti tidak ada yang mencarinya, apalagi di Indonesia itu banyak sekali perokok.
Jawabannya adalah belum tentu karena search volume saat riset keyword adalah data search volume bulanan di masa lalu.
Jadi, bisa saja suatu keyword yang search volume-nya nol masih ada yang mencarinya, terutama pada topik yang berkaitan.
Keyword dengan search volume nol juga bisa jadi unicorn keyword di masa depan. Biasanya yang berkaitan dengan perkembangan teknologi.
Jawabannya adalah relatif. Kita bisa menarget keyword dengan search volume nol, asalkan:
Sebaiknya, kita tidak menargetkan keyword dengan search volume nol jika:
Penulis artikel ini terkadang juga menarget keyword dengan search volume nol, selama keyword tersebut masih satu niche dengan situs yang sedang penulis kembangkan. Namun, menurut hemat penulis sebaiknya prioritaskan untuk menarget keyword yang punya search demand terlebih dahulu.
Laman yang penulis targetkan keyword-nya, ada yang sepi klik dan impresi namun impresinya tidak pernah nol. Ada juga yang justru mendatangkan klik organik/traffic. Jadi, menurut opini penulis, menarget keyword dengan search volume nol tanpa perhitungan yang matang mirip dengan gambling. Namun, jika kamu ingin bereksperimen atau A/B testing, silahkan saja.
Jawaban yang kamu temukan sendiri, pasti tidak akan pernah terlupakan atau lepas dari kepala. Karena itulah SEO itu perlu namanya praktek, tidak sekedar teori saja.
Menargetkan keyword dengan search volume nol diperbolehkan, namun menurut penulis, coba prioritaskan keyword atau topik yang jelas ada search demand-nya terlebih dahulu.
Kalau sedang membangun otoritas topik/topical authority, maka jangan ragu untuk menarget keyword dengan search volume nol.
Coba tes sendiri, bagaimana hasil dari keyword dengan search volume nol tersebut. Sejauh pengalaman penulis sih, artikel yang menargetkan keyword dengan search volume nol sekalipun masih ada yang mencarinya (search impression tidak nol).
Happy optimizing!
Referensi:
https://ahrefs.com/blog/zero-volume-keywords/
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…