Content Writing

Kalimat Saran – Yuk Berikan Saran yang Tepat!

Saat melihat seseorang melakukan kesalahan atau bisa dilakukan dengan lebih baik, kita pastinya gatal untuk memberikan saran. Kalimat saran sendiri punya ciri-cirinya loh. Mungkin bisa dibilang beririsan dengan kalimat persuasif agar orang mau mendengar saran kita.

Apa saja ciri-ciri kalimat saran, contohnya, dan bagaimana cara membuatnya?

Apa Itu Kalimat Saran?

Menurut KBBI, saran adalah pendapat (usul, anjuran, cita-cita) yang dikemukakan untuk dipertimbangkan.

Jadi, kalimat saran itu berisikan opini (bukan fakta), namun meski subjektif, sebuah saran harus diberikan seobjektif mungkin agar orang yang mendapatkan saran mau mendengarkan dan mengikuti saran yang kita berikan.

Terkadang, saran disamakan dengan masukan.

Ciri-Ciri Kalimat Saran

Dari definisi, ciri-ciri kalimat saran yang utama adalah bersifat anjuran seperti sebaiknya, sepatutnya, dianjurkan, hendaknya, lebih baik, saran saya, dll.. Cukup berbeda dengan kalimat imperatif yang terdengar keras/kasar dan wajib. Justru, kalimat saran lebih condong mirip dengan kalimat persuasif karena kalimat tersebut bertujuan untuk memengaruhi orang lain dan tanpa paksaan.

Selain itu, kalimat saran juga sering menggunakan akhiran -lah dan tanpa tanda seru.

Dalam bahasa Inggris, ciri khas kalimat saran adalah adanya diksi “should”. Misalnya, “you should cut that hair because it is already too long” (sebaiknya kamu memotong rambut karena sudah terlalu panjang).

Manfaat Kalimat Saran

a. Content Marketing

Kalimat saran banyak dipakai dalam content marketing. Terutama untuk memindahkan audiens dari TOFU ke MOFU atau MOFU ke BOFU dalam marketing funnel.

Biasanya, kontennya akan meng-highlight pain point dari audiens, lalu penulisnya akan menyarankan audiens tersebut untuk melakukan sesuatu yang penulis inginkan (biasanya dalam call to action).

Tanpa adanya saran yang persuasif, content marketing tidak akan berjalan.

b. Membantu Seseorang

Kalimat saran banyak kita temukan di kehidupan sehari-hari, utamanya adalah dalam membantu seseorang yang sedang berada dalam masalah.

Namun, ada juga pihak yang jahat seperti memberikan saran yang tidak baik (jangan dicontoh!).

c. Berdiskusi

Dalam sesi brainstorming atau diskusi, tentunya kita harus membuat kalimat saran yang meyakinkan dalam benak agar ide kita didengarkan bahkan di-acc.

Kalimat saran yang tepat berpeluang untuk mendapatkan atensi saat diskusi.

Cara Membuat Kalimat Saran

a. Gali Akar Masalah atau Gambaran Besar dari Suatu Kondisi

Sebelum membuat kalimat saran, kita harus tahu dulu apa sih akar masalah atau gambaran lengkap kondisi audiens yang kita targetkan.

Jangan sampai kalimat saran yang kita berikan malah justru membuat masalah semakin buruk, terutama karena ketidaktahuan kita akan akar masalah.

b. Pahami Orang yang akan Diberikan Saran

Tidak hanya akar masalah saja. Kita juga harus tahu kalimat saran yang kita tulis ditujukan kepada siapa.

Memberikan saran ke orang yang lebih tua tentunya berbeda dengan memberikan saran kepada anak kecil.

Jangan buat kalimat saran yang satu untuk semua. Selalu ketahui siapa target pembaca kita!

c. Ketahui Media Menulis Kalimat Saran

Tempat menulis kalimat saran juga penting.

Kalau misalnya ruang menulisnya kecil, maka kalimat saran yang kita buat juga wajib to the point agar tersampaikan dengan baik.

Contoh Kalimat Saran

Berikut beberapa contoh kalimat saran:

  • sebaiknya kamu pergi ke UKS karena kepala pusing saat jam pelajaran
  • seluruh siswa dianjurkan untuk membawa payung karena sedang musim pancaroba
  • karyawan hendaknya punya dua HP agar gadget untuk pribadi dan pekerjaan itu terpisah agar work life balance terjaga
  • saran saya, pakailah kemeja agar terlihat sopan saat sedang berkuliah
  • kalau kamu ingin menurunkan berat badan, maka sebaiknya kamu menerapkan defisit kalori

Kalimat Saran bisa Kita Gunakan untuk Membantu Sesama!

Pada dasarnya, kalimat saran berfungsi untuk membantu orang lain. Jadi, jangan sampai kita menggunakan kalimat ini untuk memanipulasi orang lain dalam konteks negatif.

Percaya atau tidak, kalimat saran dalam tulisan dapat mengubah hidup seseorang, jadi bijaklah dalam menggunakan kalimat ini dan selalu gunakan untuk membantu orang lain. Untuk perbedaan kritik dan saran, kamu bisa mengetahuinya di tautan ini!

Happy writing!

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Share
Published by
Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Recent Posts

Salah Kaprah Penerapan E-E-A-T, Tidak Sesimple Ataupun Serumit Itu!

November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…

7 hours ago

CPL (Cost per Leads) – Biaya untuk Mendapatkan 1 Prospek

Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…

6 days ago

CAC (Customer Acquisition Cost) – Biaya yang Diperlukan untuk Mendapat 1 Pelanggan

Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…

6 days ago

7 Perbedaan SEO dan GEO – Tidak hanya Beda di S dan G

Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…

1 week ago

Studi Kasus GEO Indonesia dengan Local Query – Studi pada Prompt “Rekomendasi Nasi Goreng Terdekat” pada Gemini

Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…

2 weeks ago

Studi Kasus GEO Indonesia – Studi pada Prompt “Rekomendasi Blog untuk Belajar SEO yang Memakai Bahasa Indonesia

Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…

2 weeks ago