Karir

7 Cara Memberikan Masukan Konstruktif

Pasti rasanya kesal kalau kita hanya diberikan kritik, tetapi hanya sekedar menjelekkan atau sindiran seperti sarkas. Justru lebih baik jika kita memberikan masukan konstruktif daripada sekedar mengatakan suatu hal itu jelek, salah, atau buruk. Nah, pertanyaannya, bagaimana cara memberikan masukan konstruktif?

Kenyataannya, salah satu cara agar bisa jadi pemimpin yang baik adalah memberikan masukan konstruktif. Di dunia kepenulisan pun, hal ini adalah skill yang harus dikuasai oleh editor.

Berikut cara memberikan masukan konstruktif!

1. Spesifik, Jangan Melebar Kemana-Mana

Saat memberikan masukan, pastikan kamu menyampaikan intinya saja atau fokus/spesifik. Jangan sampai melebar kemana-mana apalagi ambigu, sehingga orang yang kamu beri masukan tidak mengerti apa yang sedang ingin kamu komunikasikan.

2. Tentukan Waktu dan Tempat yang Tepat

Sekalipun itu masukan yang baik dan konstruktif, tetap perhatikan waktu dan tempat ya. Meski masukannya bagus, tetapi di momen orangnya sedang marah/stres atau di depan umum, pasti akan ada kesan buruk.

3. Pakai Empati

Masukan konstruktif juga harus memakai empati, tidak hanya berdasarkan logika saja.

Jangan sampai masukan konstruktif yang kita berikan justru malah menurunkan morale atau motivasi. Ingat kita memberi masukan, bukan kritik.

4. Jelaskan Dampak yang Terjadi jika Melakukan Hal yang Salah/Benar

Masukan yang konstruktif itu adalah masukan yang mudah dimengerti dan punya alasan mengapa harus dilakukan.

Caranya? Ya jelaskan dampak positif yang terjadi jika orang yang kita berikan masukan melakukan yang kita berikan dan dampak negatif jika masukannya tidak dilaksanakan.

Mirip dengan marketing, kita meyakinkan prospek dengan dampak positif jika menggunakan produk/jasa kita dan dampak negatif jika mereka tidak memakainya.

5. Proaktif, Jangan Pasif!

Memberi masukan konstruktif? Kitanya yang harus aktif dalam melakukannya, bukan justru kode-kodean atau nunggu orangnya peka. Tidak akan ada namanya masukan konstruktif dalam keadaan seperti itu.

6. Tidak Boleh Blaming atau Menyalahkan

Ini adalah aturan absolut dari memberikan masukan konstruktif. Yaitu JANGAN MENYALAHKAN ATAU BLAMING.

Ketika kita sudah memulai dengan menyalahkan atau blaming, mau sekonstruktif apa pun masukan kita, tidak akan didengar oleh lawan bicara. Kecuali lawan bicaramu itu tebal muka atau memang tahan banting mentalnya.

7. Memberikan Ruang untuk Bantahan/Rebuttal/Diskusi

Masukan konstruktif kita bisa saja ada “lubang”. Jadi, kita harus siap ketika orang yang kita beri masukan memberikan bantahan/rebuttal. Justru, kita jadi bisa memberikan masukan yang lebih baik lagi lewat bantahan/rebuttal-nya atau membuka ruang diskusi yang baru.

Didengarkan atau Tidak, Itu Urusan Belakangan

Memberikan masukan konstruktif adalah usaha kita untuk membuat suatu hal bisa lebih baik, apa pun bidang yang sedang kita geluti.

Masukan kita didengarkan atau tidak, itu urusan nanti. Saat evaluasi, coba tanya apakah masukan kita dilakukan atau tidak. Namun, jangan kecewa kalau ternyata tidak dilakukan, kecuali kamu punya otoritas dari orang yang kamu berikan masukan.

Kalau pun tidak didengarkan, tetap sabar dan jangan pernah kapok untuk memberikan masukan konstruktif ya!

Terakhir, jangan lupa ucapkan terima kasih setelah memberikan masukan 🙂

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *