Saat mengembangkan blog, salah satu hal yang perlu kita perhatikan adalah niche-nya. Bagaimana tidak? Niche blog akan memengaruhi branding, content plan, hingga bagaimana suatu konten akan dibuat, bahkan termasuk saat memutuskan untuk merekrut penulis atau membeli artikel siap pakai jika diperlukan.
Jadi, mengapa niche blog itu penting? Lalu, bagaimana cara menentukannya?
Niche blog adalah topik utama dari keseluruhan blog. Contohnya, blog yang sedang kamu kunjungi ini (farisyudza.com) adalah blog dengan niche blogging. Namun, ada juga bagian yang beririsan seperti digital marketing.
Menentukan niche adalah bagian utama dari membuat blog. Berikut alasan mengapa niche itu penting!
Alasan utama tentu saja memperkuat branding. Jadi, saat seseorang sedang mengunjungi blogmu, mereka sudah tahu kalau tema dari blog ini apa beserta dengan tulisan yang kemungkinan ada di blognya.
Branding ini juga diperlukan untuk memperkuat kepercayaan pembaca.
Selain niche blog yang jelas, memakai author authority juga bisa dipakai untuk meningkatkan kepercayaan.
Setiap niche blog punya strateginya masing-masing, mulai dari:
Kalau niche blog-nya tidak jelas, menyusun strateginya sulit dan berkemungkinan besar bisa salah sasaran.
Niche blog adalah basis pembuatan dari konten. Dengan kata lain, niche menjadi filter apakah suatu konten sebaiknya dibuat atau tidak perlu dibuat sama sekali.
Contohnya, blog dengan niche otomotif tentunya tidak perlu punya konten soal kemoterapi.
Jika mengembangkan blog pribadi, prioritas utama dalam menentukan niche blog adalah passion-mu dalam niche-nya.
Dengan passion yang tinggi dan pengetahuan/pengalaman yang cukup, pembuatan dan penyuntingan konten akan lebih mudah.
Selain itu, jika kamu menguasai niche-nya, peluang terjadinya writer’s block akan mengecil.
Jika situsnya untuk perusahaan, maka strategi branding atau produk/jasa yang dijual menjadi dasar dari niche blognya.
Contohnya, kalau situsnya menyediakan penjualan koper untuk jalan-jalan, maka niche blog yang cocok adalah traveling. Tinggal disesuaikan branding-nya dan target audiensnya apakah menarget backpacker atau orang yang pergi hanya saat liburan saja.
Semakin banyak kompetitor atau tingkat kompetisinya, semakin sulit untuk bersaing, butuh strategi yang lebih matang, dan kesabaran serta budget yang lebih banyak.
Niche kesehatan dan teknologi terkenal sebagai niche blog dengan kompetisi paling ketat.
Audience size adalah ukuran dari target audiens. Misalnya, dari niche blog, maka ada potensi 100000 audiens setiap bulannya.
Size dari audiens blog biasanya bisa dilihat dari search volume suatu keyword, benchmarking dengan situs yang menjadi “penguasa” di suatu niche, atau lokasi geografis tertentu.
Potensi pendapatan masih berkaitan dengan audience size.
Pendapatan ini bisa dari dua hal, yaitu orang yang membeli produk/jasa atau dari Adsense (RPM (penghasilan per 1000 impresi) dan CPC (cost per click).
Untuk Adsense sendiri, niche cukup memengaruhi pendapatan loh. CPC iklan di niche pendidikan akan berbeda dengan asuransi/keuangan.
Dikutip dari Publift, niche Asuransi merupakan niche dengan CPC tertinggi di dunia. Alasannya adalah karena ROI yang besar, sehingga advertiser banyak yang berani membayar lebih untuk beriklan.
Di dunia blogging Indonesia, niche pendidikan sering dikeluhkan karena memiliki CPC yang rendah.
Beberapa contoh niche blog adalah:
Dari berbagai niche utama, ada juga niche turunan. Contohnya, biologi merupakan turunan dari niche sains.
Setelah menentukan niche blog, yang terpenting adalah konsistensi dalam pembuatan konten secara end to end-nya, dari strategi, planning, hingga posting.
Mengapa konsistensi penting? Karena hal ini menyangkut branding. Bagaimana pembaca dengan mudah mengingat blogmu itu tentang apa? Contohnya, farisyudza.com adalah blog yang membahas soal menulis dan digital marketing.
Menentukan niche blog sebenarnya tidak terlalu memusingkan. Cara paling mudah untuk mengetahui niche blog yang cocok adalah mengetahui apa passion, knowledge, dan expertise-mu.
Setelah fix niche blognya, justru bagian paling menantangnya datang, yaitu konsistensi.
Nikmatilah pengembangan blog yang sudah kamu tentukan niche-nya dan semoga hasilnya akan berbuah suatu hari nanti.
Happy optimizing and writing!
Referensi:
https://aicontentfy.com/en/blog/importance-of-finding-niche-in-blogging
https://www.semrush.com/blog/finding-your-blog-niche/
https://www.publift.com/blog/best-adsense-niches
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…