SEO

Report/Laporan SEO – Kapan Dibuat, Bagaimana Cara Membuatnya, dan Contohnya

Salah satu day to day pekerjaan orang SEO adalah membuat laporan atau report tentunya. Namun, hal ini justru menimbulkan pertanyaan juga, bagaimana report atau laporan SEO yang baik? Apakah semua metrik harus dilaporkan? Bagaimana cara membuatnya?

Apa itu Report SEO?

Report SEO atau laporan SEO adalah laporan dari hasil kerja atau apa saja yang sudah dikerjakan oleh praktisi SEO. Biasanya report ini diperuntukkan untuk:

1. CEO
2. Klien
3. Marketing manager/lead
4. SEO lead (jika ada tim SEO)

Kapan Report SEO Sebaiknya Dibuat?

Report SEO sebaiknya dibuat berdasarkan kesepakatan bersama. Umumnya, report SEO dibuat secara:

1. Mingguan
2. 2 mingguan
3. Bulanan
4. 3 bulanan (kuartal)

Setiap kantor atau klien punya pace berbeda.

Mengapa Report SEO itu Penting?

a. Bentuk Tanggung Jawab Profesional

Tentu saja, report SEO adalah bentuk tanggung jawab kerja dan profesionalisme praktisi SEO dalam pekerjaan mereka. Tanpa ada report, tentu praktisi SEO akan dikira tidak bekerja.

b. Bahan Evaluasi

Report SEO bisa jadi bahan evaluasi dari optimasi yang sudah dilakukan, apa yang berhasil dan juga gagal, serta bagaimana langkah selanjutnya? Karena report biasanya ditujukan ke manajemen, mereka bisa membantu dalam hal-hal berbau konseptual (seharusnya).

Jika laporannya ke SEO lead/manager, maka mereka bisa memberikan evaluasi secara teknis.

Bagaimana Cara Membuat Report SEO?

a. Pelajari kepada Siapa Kamu Membuat Report

Ini yang orang sering lupa, menyamakan semua report ke semua kalangan. Harusnya, report ke manajemen atas dan tengah, serta sesama kolega SEO akan berbeda. Jangan berikan report yang sama ke SEO lead dengan CEO.

b. Informasikan Metrik yang Penting

Report SEO yang baik tentunya memberikan informasi metrik yang penting. Contohnya, jika KPI SEO-mu adalah prospek, maka masukkan jumlah prospek dalam report-nya.

Sebaiknya, report SEO berpatokan dengan KPI agar memudahkan orang-orang membaca report-nya tanpa adanya distraksi karena terlalu banyak informasi.

Metrik-metrik ini bisa didapat dari tools SEO atau bertanya ke departemen lain.

Tidak perlu terlalu banyak menjelaskan apa yang sudah dilakukan, kecuali ditanyakan saat presentasi.

Blockers bisa disampaikan juga di report, tidak lupa dengan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

c. Update Berkala Sesuai dengan Deadline/Kesepakatan

Terakhir, update report secara berkala, sesuai dengan kesepakatan kapan report harus diberikan, apakah mingguan, 2 mingguan, atau bulanan?

Jangan sampai skip, kecuali ada urusan lain seperti sakit, cuti maternity/paternity, dll.

Kesalahan dalam Report SEO

a. Menyamakan Semua Report (Tidak Peduli untuk Siapa Report-nya)

Laporan ke CEO dan laporan ke SEO lead jelas harus beda. Laporan ke CEO harus straightforward dan fokus ke metrik yang berhubungan dengan bisnis. Sementara itu, laporan ke SEO lead, tidak masalah untuk mencantumkan hal-hal yang berbau teknis.

Pengalaman pemilik blog ini, laporan ke CEO atau marketing head, cukup 3 slide saja. 1 slide berisi executive summary, 1 slide berisi laporan leads dari SEO, serta 1 slide lagi laporan leads dari SEO yang menghubungi nomor cabang.

b. Terlalu Banyak Informasi

Mungkin ada yang mencantumkan banyak informasi di report agar terlihat pintar atau ada tujuan lain, tetapi terlalu banyak informasi akan membuat pembaca terdistraksi, bahkan amit-amit malah jadi KPI baru, padahal metrik tersebut tambahan saja atau bisa dibilang vanity metrics.

d. Berbohong

Berbohong dalam report hanya akan jadi bom waktu saja hehe.

Bahaya Kesalahan dalam Report SEO

a. SEO akan Mendapatkan Potongan Budget

Yah, ini salah satu bahaya, tetapi yang paling parah tentunya tidak mendapat budget sama sekali.

b. Peran SEO Tidak Terjelaskan dengan Baik

Karena misalnya, terlalu banyak informasi atau distraksi di report-nya, peran SEO tidak terjelaskan dengan baik. Ujungnya, efek domino seperti tidak mendapat budget (penjelasan di atas), SEO merasa tidak diperlukan lagi (berujung pemutusan kontrak kerja/kerja sama), dan ada juga bahaya lainnya.

c. Optimasi Tidak Jelas Apakah sudah Sesuai atau Tidak

Laporan adalah cara mengevaluasi. Maka, jika ada kesalahan, tidak akan jelas apakah optimasi sudah dilakukan dengan sesuai/baik atau tidak. Hal ini bisa membahayakan SEO ke depannya.

Manfaat Report SEO yang Baik

Manfaat report SEO yang baik jelas adalah pembaca seperti manajemen atas atau tengah bisa teredukasi dengan baik tentang bagaimana SEO di perusahaan mereka. Jika berjalan mulus dan mereka mengerti, tidak mustahil kalau:

1. SEO akan mendapatkan budget lebih banyak
2. Kontrak diperpanjang jika kasusnya ditarik ke agensi SEO
3. Kenaikan gaji jika kasusnya adalah SEO in-house

Contoh Report SEO

a. Untuk Manajemen Atas seperti CEO atau Klien

Slide 1: Nama pembuat report dan periode report

Slide 2: executive summary (cantumkan metrik yang berbau bisnis, jangan teknis)

Slide 3: tabel berisikan metrik yang sesuai KPI

Slide 4: menjelaskan apa yang akan dilakukan selanjutnya

Slide 5: ucapan terima kasih

b. Untuk SEO Lead/Manager atau Marketing Lead/Manager

Slide 1: Nama pembuat report dan periode report

Slide 2: executive summary (cantumkan both bagaimana unsur teknis dan bisnis berjalan)

Slide 3: tabel berisikan metrik yang sesuai KPI

Slide 4: blockers (hambatan dalam pekerjaan)

Slide 5: menjelaskan apa yang sudah dilakukan sebelumnya

Slide 6: menjelaskan apa yang akan dilakukan selanjutnya

Slide 7: ucapan terima kasih

Report SEO seharusnya Dibuat dengan Baik

Namanya laporan pekerjaan, termasuk report SEO, tentu sudah seharusnya dibuat dengan baik.

Tidak perlu mencantumkan semua metrik biar kelihatan pintar karena pembacanya tidak mengerti. Justru komunikasi yang baik itu adalah ketika pengirim pesan dan penerima pesan menangkap atau memaknai hal yang sama (cek model komunikasi berlo atau SMCR)

Jadi, masihkah kamu membuat report SEO secara asal-asalan? Jangan ya 🙂

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *