Sebelumnya, blog ini pernah membahas perbedaan blogger dan vlogger. Nah, bagaimana dengan perbedaan blogger dan wartawan/jurnalis? Apakah ada bedanya?
Jawabannya ada! Bahkan cukup banyak loh. Berikut perbedaan blogger dan wartawan/jurnalis!
Blogger secara khusus menggunakan blog untuk menulis.
Di lain pihak, jurnalis tidak hanya bisa menggunakan media tulis saja, tetapi juga audio seperti radio dan visual seperti televisi.
Tanggun jawab jurnalis jelas lebih besar karena mereka punya etika profesi. Sementara itu, blogger tidak ada etika profesinya, namun tetap ada etika menulis (kamu bisa akses di tautan ini).
Intinya, aturan menulis dari seorang jurnalis lebih ketat daripada blogger.
Meski demikian bukan berarti blogger luput juga dari kesalahan karena lebih longgar, contohnya ada di tautan ini.
Blogger biasanya punya gaya penulisan yang informal, berbeda dengan jurnalis yang menulis dengan gaya penulisan yang formal dan kaku.
Blogger menghasilkan artikel atau blog post, sementara itu jurnalis menghasilkan tulisan berupa berita.
Perbedaan artikel dan berita bisa kamu ketahui secara lengkap di tautan ini.
Menjadi blogger tidak butuh pendidikan minimal. Bahkan seseorang yang tidak sekolah pun bisa jadi blogger. Sementara itu, untuk jadi jurnalis, ada syarat minimal S1 paling tidak di jurnalisme dan komunikasi publik (umumnya).
Namun, dikutip dari IDN Times, seorang jurnalis tidak wajib berasal dari jurusan jurnalistik.
Jurnalis condong berbasis fakta dan tidak ada subjektivitas pada tulisannya meski berlawanan dengan idealismenya. Sementara itu, blogger bisa menyampaikan opini dalam tulisannya.
Perbedaan fakta dan opini bisa kamu akses di tautan ini.
Jurnalis punya penghasilan bulanan sebagai karyawan full time atau kontrak. Sementara itu, blogger penghasilannya tidak tentu karena banyak cara monetisasinya.
Blogger besar punya penghasilan yang lebih besar dari jurnalis. Namun untuk blogger kecil, harusnya penghasilannya masih lebih kecil dari jurnalis.
Jurnalis bisa mendapatkan uang lewat bekerja di perusahaan media yang dinaungi dewan pers.
Blogger punya cara monetisasi lebih banyak seperti guest posting, Adsense, jual blog, dll.
Jurnalis punya risiko pekerjaan lebih tinggi, apalagi jika menyangkut bahasan sensitif seperti politik, penegak hukum, dan pemerintahan. Apalagi jika jurnalis yang bekerja di lapangan.
Blogger berisiko lebih minim, namun tulisan hoax tetap berisiko mendapatkan teguran atau tuntutan hukum.
Referensi tulisan dari jurnalis biasanya berasal dari wawancara, observasi lapangan, kesimpulan dari investigasi mendalam, dll.
Blogger belum tentu mencantumkan referensi tulisan mereka, meski sangat disarankan untuk mencantumkannya.
Blogger sebaiknya memahami seluk-beluk SEO, sementara itu, jurnalis tidak, meski menurut penulis jurnalis paling tidak harus mengerti on-page SEO.
Dulu penulis pernah bertanya kepada teman yang jurnalis, apakah ia mengerti SEO atau tidak? Menurut dirinya, tidak perlu karena sudah ada tim SEO yang mengatur hal tersebut.
Itulah perbedaan blogger dan wartawan/jurnalis.
Kalau dari opini penulis, lebih baik jadi blogger karena cara monetisasi lebih banyak dan barrier entry yang rendah.
Menjadi jurnalis butuh passion dan niat yang lebih hebat dari blogger.
Ada teman pemilik situs ini yang merupakan jurnalis. Ia sangat gigih dalam pekerjaannya. Meliput berita tidak kenal waktu, tidak kenal lelah. Namun, ia terlihat tidak lelah dan justru malah menikmatinya.
Jadi, mau menjadi blogger atau jurnalis? Silahkan ditakar keuntungan dan risikonya ya!
Referensi:
https://journolink.com/resources/post/212-similarities-and-differences-between-bloggers-and-#:~:text=Bloggers%20are%20likely%20to%20write,and%20values%20in%20a%20piece.
https://www.nimcj.org/blog-detail/difference-between-journalism-and-blogging.html
Memahami perbedaan antara content writer dan script writer sangat penting bagi pemilik bisnis, pemasar digital,…
Di era digital yang bergerak cepat, pertanyaan mengenai efektivitas antara blog dan media sosial sering…
Aktivitas perdagangan aktif di bursa efek menawarkan dinamika yang sangat menarik bagi mereka yang memiliki…
Sebagai negara kepulauan yang terletak tepat di garis khatulistiwa, Indonesia dianugerahi intensitas radiasi sinar matahari…
Membalas Google review adalah cara optimasi local SEO yang mudah, tetapi repetitif. Meski demikian, hal…
Ketika masuk kelas baru habis naik kelas atau naik tingkat, serta berbaur dengan mahasiswa jurusan…